Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

vishnu-prasad--ueM3Mw7geI-unsplash

Author : Admin Adventure

Article Date : 06/06/2024

Article Category : News

Wall climbing dan rock climbing adalah dua jenis aktivitas memanjat yang sering dianggap serupa, namun memiliki beberapa perbedaan utama baik dari segi lingkungan maupun teknis. Apa sih perbedaannya?

1. Lingkungan Memanjat

  • Wall Climbing

Wall climbing dilakukan di dinding buatan yang dirancang khusus untuk keperluan olahraga ini. Dinding buatan ini biasanya terletak di dalam ruangan (indoor), meskipun ada juga yang di luar ruangan (outdoor). Wall climbing sering kali digunakan untuk latihan karena bisa dilakukan kapan saja, terlepas dari kondisi cuaca.

 

 

  • Rock Climbing

Rock climbing, atau panjat tebing, dilakukan di tebing-tebing alami atau formasi batuan di alam terbuka. Panjat tebing ini memerlukan penyesuaian dengan kondisi alam seperti cuaca, kekasaran batu, serta bentuk dan struktur alami batuan yang tidak bisa diatur sesuai keinginan.

 

 

2. Struktur dan Tantangan

  • Wall Climbing

Dinding buatan dalam wall climbing memiliki pegangan (holds) dan pijakan (footholds) yang dipasang secara strategis untuk menciptakan rute pemanjatan dengan tingkat kesulitan yang bervariasi. Desain rute ini dapat diubah-ubah sesuai kebutuhan, memungkinkan pemanjat untuk berlatih berbagai teknik dan tingkat kesulitan.

 

 

  • Rock Climbing

Dalam rock climbing, pemanjat harus menyesuaikan diri dengan formasi batuan alami yang tidak bisa diubah. Ini menuntut kemampuan membaca rute dan adaptasi yang tinggi karena setiap tebing memiliki karakteristik unik. Tantangan tambahan datang dari elemen alam seperti lumut, kelembapan, dan cuaca.

 

 

3. Keamanan dan Peralatan

  • Wall Climbing

Karena dilakukan di lingkungan yang dikontrol, wall climbing cenderung lebih aman. Dinding buatan biasanya dilengkapi dengan sistem pengaman seperti boulder mat, harness, dan belay devices yang dipasang dengan standar keselamatan tinggi. Selain itu, instruktur berpengalaman sering hadir untuk memantau dan memberikan bimbingan.

 


 

  • Rock Climbing

Rock climbing memiliki risiko lebih tinggi karena dilakukan di alam terbuka. Peralatan seperti tali, karabiner, harness, dan alat perlindungan lainnya harus digunakan dengan benar. Pemanjat juga harus memiliki pengetahuan yang baik tentang teknik pengamanan dan penguasaan medan yang lebih bervariasi dan tidak terduga.

 

 

4. Experience

  • Wall Climbing

Tujuan utama wall climbing adalah latihan teknik, peningkatan fisik, dan kompetisi. Karena lingkungan yang terkontrol, pemanjat bisa fokus pada peningkatan kemampuan tanpa harus khawatir dengan faktor eksternal.

 

 

  • Rock Climbing

Panjat tebing alami menawarkan pengalaman yang lebih menyeluruh dengan tambahan elemen petualangan dan eksplorasi. Pemanjat sering kali mendapatkan kepuasan dari keberhasilan menaklukkan tantangan alam dan menikmati keindahan alam yang tidak bisa ditemukan di dinding buatan.

 

 

Meskipun wall climbing dan rock climbing memiliki kesamaan dalam hal teknik dasar memanjat, keduanya menawarkan pengalaman yang sangat berbeda. Wall climbing lebih terstruktur dan terkontrol, cocok untuk latihan intensif dan kompetisi. Sementara itu, rock climbing menawarkan tantangan alami dan pengalaman petualangan yang unik, dengan risiko yang lebih tinggi namun juga memberikan kepuasan yang berbeda. Kedua jenis memanjat ini saling melengkapi dan memberikan manfaat yang beragam bagi para penggemar olahraga ekstrem. Mau coba yang mana?

PERSONAL ARTICLE

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Climbing #Extreme

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
News

SYARAT UNTUK IKUTAN ADVENTURE RACE

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

ADVENTURE RACE, AJANG LOMBA UNTUK PARA MAPALA BERHADIAH TOTAL Rp 200 JUTA!

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

S.T.O.P Cara Tepat Biar Gak Tersesat!

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Ecobrick Cara Mencintai Lingkungan Saat Naik Gunung

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

MACAM-MACAM GRAPPLING YANG HARUS LO TAHU!

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

TRAIL RUNNING TREKKING SAMBIL LARI, INGAT INI!

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

HADAPI TANTANGAN RAPPELLING, INI CARANYA!

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Suhu Tubuh Minimal Saat di Gunung Agar Terhindar Dari Hipotermia

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

RAFTING TANPA INSTRUKTUR TETAP AMAN, INI TIPSNYA!

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Terbawa Arus Bawah Laut Saat Menyelam? Jangan Panik!

Read to Get 5 Point
image arrow
1 /