Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Trail Running vs Road Running, Apa Aja Perbedaannya?

Olahraga lari rupanya udah jadi bagian gaya hidup masyarakat Indonesia supaya tetap menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Olahraga ini pun punya banyak jenisnya, di antaranya ada road running yang lintasannya di jalan beraspal, dan ada juga trail running yang lintasannya di jalur pegunungan. Keduanya tentu sama-sama butuh kesiapan fisik dan mental yang tinggi, tapi sebenarnya apa aja sih perbedaannya?

Salah satu perbedaan utama dari kedua olahraga tersebut adalah trail running lebih bersifat teknis dibanding road running. Karena, medan dan permukaan jalur yang berubah-ubah, serta perbukitan dan anak sungai yang dijumpai, bakal memberikan lo pengalaman yang berbeda dibanding road running dengan jalan beraspal yang stabil.

Dengan perbedaan ini, kalau lo mau beralih dari road running ke trail running, sebaiknya lo melakukannya secara bertahap, Superfriends. Berikut ini penjelasan selengkapnya.

[readalso url=22564]

Jarak Tempuh

Image source: gearjunkie.com  

Road running dan trail running nyatanya punya jarak tempuh yang berbeda. Dalam trail running, lo harus berlari di medan yang nggak rata seperti tanah, pasir, dan kerikil sambil melewati rute tikungan, belokan, atau bahkan tanjakan, itu semua butuh usaha yang lebih besar dan pengeluaran energi yang lebih besar pula.

Alih-alih berfokus sama jarak tempuh, sebaiknya lo menetapkan waktu. Kalau emang merasa lelah, berjalanlah dan pantau selalu detak jantung. Kembangkan waktu lo di jalan setapak secara bertahap selama beberapa minggu, supaya nggak berlebihan dan menghindari cedera yang nggak perlu.

Ketahanan Tubuh

Image source: jogger.co.uk  

Nyatanya, jalur lari trail running bisa membuat lo lebih cepat berlari di jalan beraspal, sekaligus membuat persendian istirahat karena dampak yang berkurang pada permukaan yang lebih halus.

Sedangkan, trail running juga akan memaksa buat menggunakan kelompok otot yang sedikit berbeda dari biasanya, membantu lo memperbaiki titik lemah dan meningkatkan kecepatan secara keseluruhan saat lo kembali ke jalan beraspal.

[readalso url=22406]

Ganti Sepatu Lari

Walaupun lo bisa menggunakan sepatu lari yang biasa dipakai di jalan beraspal, tapi sebaiknya lo menggunakan sepatu lari khusus buat trail running supaya lebih nyaman dan membantu lo mencegah cedera, Superfriends.

Sepatu trail juga akan memberikan stabilitas lebih buat melindungi pergelangan kaki, tungkai, dan lutut sekaligus memberi lo lebih banyak daya tarik pada berbagai permukaan berbeda yang mungkin harus lo hadapi.

Denyut Jantung

Mengawasi detak jantung bisa membantu lo menghindari bekerja terlalu keras. Medan yang berbeda-beda dan permukaan yang nggak rata bakal memaksa tubuh lo bekerja dengan cara yang berbeda dari permukaan jalan beraspal yang lebih keras.

Karena itu, detak jantung lo seringkali lebih tinggi, sementara kecepatan lo kemungkinan bakal lebih lambat kalau dibandingkan di jalan beraspal. Ingat, tubuh lo bakal menyesuaikan dan detak jantung lo pada akhirnya akan menurun seiring waktu.

Kalau dilihat dari perbedaan utamanya, antara road running dan trail running, udah jelas kalau trail running adalah olahraga lari yang lebih menguras tenaga dengan lintasan yang lebih menantang. Lo sendiri, lebih pilih yang mana, Superfriends?

 

Source: https://www.polar.com/en/running-academy/how-to-go-from-road-running-to-trail-running

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Beginner #Extreme #solo-traveling

Article Category : Urban Action

Article Date : 09/05/2021

Superadventure
Superadventure
Admin Adventure
Penulis artikel petualangan outdoor dan ekstrem yang bawain kisah mendaki tebing, arung jeram, sampai menjelajah jalur off-road. Buat gue, petualangan itu lebih dari sekadar jalan-jalan, ini soal uji mental dan fisik. Tiap cerita gue kemas biar Superfriends kebawa sensasinya. Gue pengen lo yang baca ngerasa termotivasi buat keluar dari zona nyaman. Kalau lo suka tantangan alam, artikel di sini bakal bikin lo pengen langsung berangkat.

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
Urban Action

Staycation Sambil Menyusuri Keindahan Labuan Bajo di Atas Kapal Phinisi, Seru!

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Urban Action

5 Hal Penting yang Wajib Lo Tahu Jika Ingin Trekking ke Ranu Kumbolo

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Urban Action

6 Alasan Jangan Bekerja Saat Liburan

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Urban Action

Musisi Lokal yang Lagunya Enak Dinikmati Selama Perjalanan Traveling

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive