Olahraga lari rupanya udah jadi bagian gaya hidup masyarakat Indonesia supaya tetap menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Olahraga ini pun punya banyak jenisnya, di antaranya ada road running yang lintasannya di jalan beraspal, dan ada juga trail running yang lintasannya di jalur pegunungan. Keduanya tentu sama-sama butuh kesiapan fisik dan mental yang tinggi, tapi sebenarnya apa aja sih perbedaannya?
Salah satu perbedaan utama dari kedua olahraga tersebut adalah trail running lebih bersifat teknis dibanding road running. Karena, medan dan permukaan jalur yang berubah-ubah, serta perbukitan dan anak sungai yang dijumpai, bakal memberikan lo pengalaman yang berbeda dibanding road running dengan jalan beraspal yang stabil.
Dengan perbedaan ini, kalau lo mau beralih dari road running ke trail running, sebaiknya lo melakukannya secara bertahap, Superfriends. Berikut ini penjelasan selengkapnya.
[readalso url=22564]
Jarak Tempuh

Image source: gearjunkie.com
Road running dan trail running nyatanya punya jarak tempuh yang berbeda. Dalam trail running, lo harus berlari di medan yang nggak rata seperti tanah, pasir, dan kerikil sambil melewati rute tikungan, belokan, atau bahkan tanjakan, itu semua butuh usaha yang lebih besar dan pengeluaran energi yang lebih besar pula.
Alih-alih berfokus sama jarak tempuh, sebaiknya lo menetapkan waktu. Kalau emang merasa lelah, berjalanlah dan pantau selalu detak jantung. Kembangkan waktu lo di jalan setapak secara bertahap selama beberapa minggu, supaya nggak berlebihan dan menghindari cedera yang nggak perlu.
Ketahanan Tubuh

Image source: jogger.co.uk
Nyatanya, jalur lari trail running bisa membuat lo lebih cepat berlari di jalan beraspal, sekaligus membuat persendian istirahat karena dampak yang berkurang pada permukaan yang lebih halus.
Sedangkan, trail running juga akan memaksa buat menggunakan kelompok otot yang sedikit berbeda dari biasanya, membantu lo memperbaiki titik lemah dan meningkatkan kecepatan secara keseluruhan saat lo kembali ke jalan beraspal.
[readalso url=22406]
Ganti Sepatu Lari
Walaupun lo bisa menggunakan sepatu lari yang biasa dipakai di jalan beraspal, tapi sebaiknya lo menggunakan sepatu lari khusus buat trail running supaya lebih nyaman dan membantu lo mencegah cedera, Superfriends.
Sepatu trail juga akan memberikan stabilitas lebih buat melindungi pergelangan kaki, tungkai, dan lutut sekaligus memberi lo lebih banyak daya tarik pada berbagai permukaan berbeda yang mungkin harus lo hadapi.
Denyut Jantung
Mengawasi detak jantung bisa membantu lo menghindari bekerja terlalu keras. Medan yang berbeda-beda dan permukaan yang nggak rata bakal memaksa tubuh lo bekerja dengan cara yang berbeda dari permukaan jalan beraspal yang lebih keras.
Karena itu, detak jantung lo seringkali lebih tinggi, sementara kecepatan lo kemungkinan bakal lebih lambat kalau dibandingkan di jalan beraspal. Ingat, tubuh lo bakal menyesuaikan dan detak jantung lo pada akhirnya akan menurun seiring waktu.
Kalau dilihat dari perbedaan utamanya, antara road running dan trail running, udah jelas kalau trail running adalah olahraga lari yang lebih menguras tenaga dengan lintasan yang lebih menantang. Lo sendiri, lebih pilih yang mana, Superfriends?
Source: https://www.polar.com/en/running-academy/how-to-go-from-road-running-to-trail-running
ARTICLE TERKINI
Article Category : Urban Action
Article Date : 09/05/2021
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :