Kalo ngomongin Persib Bandung sebenernya nggak soal trofi, skor akhir, atau rivalitas panas doang. Dari sejarah awal yang kental sama semangat nasionalisme, perubahan status jadi klub profesional, sampe peran sosok penting di balik layar kayak pemilik Persib Bandung, semuanya punya pengaruh gede ke Persib yang lo kenal sekarang.
Nah, kalo lo penasaran gimana perjalanan Persib dari masa ke masa, siapa aja figur kuncinya, dan kenapa klub ini bisa tetep kuat tanpa kehilangan identitas, mending lo lanjut baca artikel ini sampe abis. Dijamin ceritanya nggak ngebosenin dan bikin lo makin ngerti kenapa Persib itu lebih dari klub bola doang!
Sejarah Kepemilikan Persib Bandung
Sejarah kepemilikan Persib dimulai dari semangat nasionalisme pas Bandoeng Inlandsche Voetball Bond (BIVB) berdiri tahun 1923, yang kemudian berkembang jadi Persatuan Sepakbola Indonesia Bandung (PSIB).
Momen penting muncul 18 Maret 1934, waktu PSIB gabung sama National Voetball Bond (NVB) dan resmi ngebentuk Persib, dengan Anwar St. Pamoentjak jadi ketua pertama. Abis Indonesia merdeka, Persib mulai berubah dari klub yang dulu didukung APBD jadi entitas profesional.
Puncaknya terjadi akhir 2008 pas dibentuk PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) dengan Glenn Sugita di pucuk pimpinan. Transformasi ini bikin Persib jadi klub mandiri yang manajemen modern dan kepemilikan yang jelas.
Tapi walaupun sekarang dikelola profesional dan termasuk salah satu klub terkaya di Indonesia, jiwa Persib tetep hidup berkat para Bobotoh, suporter setia yang dianggep “pemilik” sejati klub.
Profil Glenn Sugita Pemilik Persib Bandung Saat Ini
Glenn Timothy Sugita, yang sekarang jadi owner Persib, lahir di Bandung tanggal 28 Maret 1968. Sebelom main di sepak bola, dia sebenernya jagoan di bidang teknik elektro, sampe dia nyabet gelar sarjana dan magister di Universitas Teknologi Tennessee, Amerika Serikat.
Selain pinter akademik, Glenn juga jago main duit, pernah jadi salah satu pendiri Northstar Group, kerja di Bahana Securities, dan sempet jadi komisaris di beberapa perusahaan ritel sama industri.
Dulu dia juga aktif banget di dunia tenis, sampe sempet bela Jawa Barat di Pekan Olahraga Nasional (PON). Sekarang, selain ngurus Persib lewat posisinya jadi Direktur Utama PT PBB, Glenn juga jadi komisaris di PT Liga Indonesia Baru, jadi keliatan banget kalo dia nggak fokus di klub doang tapi juga dunia sepak bola Indonesia.
Kepemimpinan Glenn Sugita di Tingkat Nasional
Abis sukses ngebangun Persib, Glenn Sugita juga nggak berhenti di level klub doang, tapi ikut turun tangan di sepak bola nasional. Dia sempet menjabat sebagai Komisaris Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), yang tugasnya ngurus kompetisi profesional di Indonesia.
Di posisi itu, pemilik Persib Bandung ini jadi motor utama perubahan liga ke arah yang lebih komersial dan modern, mulai dari ngamanin sponsor besar sampe ngunci kerja sama hak siar jangka panjang bareng Grup Emtek.
Di bawah kepemimpinannya, PT LIB tumbuh jadi sumber duit penting buat PSSI, bahkan nyumbang sekitar 40 persen pemasukan federasi. Tapi, Glenn akhirnya mundur gara-gara kasus match fixing yang nyeret internal PSSI.
Walaupun begitu, kontribusinya nunjukin kalau liga yang dikelola serius dengan prinsip bisnis kayak nyusun formasi menyerang dalam sepak bola bisa bikin ekosistem sepak bola nasional jadi lebih mandiri dan berkelanjutan.
Peran Glenn Sugita dalam Pengelolaan Persib Bandung
1. Restrukturisasi Kepemilikan dan Manajemen
Awalnya, Glenn Sugita masuk ke Persib setelah dapet rekomendasi dari Wakil Gubernur Jawa Barat waktu itu, Dede Yusuf. Dengan background pengusaha sukses plus kedekatan emosional sama Persib sejak muda, pemilik Persib Bandung ini langsung dipercaya pegang peran penting jadi Direktur Utama PT PBB.
Langkah pertamanya nggak main-main, dia ngerombak total struktur kepemilikan biar lebih profesional. Glenn narik nama-nama besar kayak Erick Thohir sebagai Wakil Komisaris Utama dan ngisi jajaran direksi yang figur yang tepat. Dari sini, manajemen Persib mulai kebentuk rapi dan klub nggak lagi cuma jalan seadanya, tapi beneran dikelola kayak bisnis serius.
2. Kontribusi Strategis dan Keberlanjutan Finansial
Salah satu dampak paling kerasa dari kepemimpinan Glenn ada di urusan keuangan. Dengan insting bisnisnya, dia sukses ngebangun konsorsium pendukung dan ngedapetin sponsor yang mau komit jangka panjang, sesuatu yang jarang kejadian di sepak bola Indonesia.
Bukti ambisinya juga keliatan pas Persib berani datengin pemain kelas dunia kayak Michael Essien. Walaupun orangnya kalem dan jarang tampil di media, tiap keputusan Glenn efeknya langsung kerasa, mirip peran asisten pelatih yang keliatannya di balik layar tapi pengaruhnya gede banget ke performa tim.
3. Transformasi Strategis dan Inovasi Bisnis
Nggak soal ngerapihin struktur dan keuangan doang, Glenn juga bawa cara pandang baru buat ngembangin Persib sebagai brand besar. Dia nggak mikirin menang-kalah di lapangan doang, tapi juga bangun ekosistem bisnis yang sehat di sekitar klub.
Strategi marketing Persib dibikin makin agresif, pemasukan juga diperluas lewat merchandise sampe kerja sama strategis. Semua itu dijalanin dengan arahan pemilik Persib Bandung, plus profesionalisme yang diterapin mulai dari akademi sampe fasilitas klub.
4. Warisan Klub Mandiri dan Berkelas Nasional
Di tangan Glenn, Persib pelan-pelan lepas dari ketergantungan dana daerah dan berubah jadi klub yang berdiri sendiri dengan pengelolaan profesional. Visi bisnis dan loyalitasnya ke Persib diakuin langsung sama Umuh Muchtar, karena itu bikin klub ini jadi salah satu yang paling stabil dan mapan di Indonesia.
Walaupun sistem pengelolaannya sekarang makin modern dan rapi kayak perusahaan besar, identitas Persib sama sekali nggak ilang. Bobotoh tetep jadi jantung klub, suporter yang bukan nonton doang, tapi bener-bener jadi bagian dari perjalanan Persib sampe sekarang.
Kesimpulan
Jadi, Persib itu kebangun lewat proses panjang, bukan tiba-tiba jadi besar. Dari klub penuh sejarah, sempet bergantung dana daerah, sampe sekarang dikelola profesional, semua nggak lepas dari peran figur penting termasuk pemilik Persib Bandung. Nah, kalo ke depan tantangannya makin berat, menurut lo Persib masih bisa jaga jati dirinya nggak?
Article Category : News
Article Date : 23/01/2026
2 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Nafhan Ramdani
23/01/2026 at 14:16 PM
Akhmad Rizky
23/01/2026 at 14:25 PM