Buat lo yang ngikutin perkembangan bola Indonesia, khususnya dari wilayah timur, nama Malut United pasti makin sering nongol belakangan ini. Klub ini keliatan kayak pendateng baru, tapi sebenernya punya cerita panjang, penuh manuver berani, dan visi yang nggak main-main dari sosok pemilik Malut United di balik layar.
Nah, biar nggak tau Malut United dari hasil skor doang, mending langsung lanjut baca artikel ini sampe beres. Di sini bakal dibahas dari sejarah klubnya, profil orang di baliknya, sampe alasan kenapa Malut United bisa tumbuh secepat ini dan jadi kebanggaan buat Maluku Utara!
Sejarah Malut United
Malut United resmi dikenalin ke publik tahun 2023. Tapi sebenernya, klub ini punya perjalanan panjang dan nggak langsung lahir dengan nama yang sekarang. Awalnya berdiri tahun 2016 pake nama Putra Jombang FC, lalu sekitar lima tahun kemudian ganti identitas jadi Putra Delta Sidoarjo FC.
Waktu masih bernama Putra Delta Sidoarjo, klub ini sempet main di Liga 3 Jawa Timur dan pelan-pelan naik level. Tahun 2022 mereka berhasil promosi ke Liga 2, sebelum akhirnya diakuisisi pada Januari 2023.
Secara resmi, Malut United FC dibentuk lewat pengambilalihan lisensi Putra Delta Sidoarjo pada 6 April 2023. Klub ini punya julukan khas, “Laskar Kie Raha” atau “Naga Gamalama”, dan langsung jadi wakil kebanggaan Maluku Utara di sepak bola nasional.
Yang bikin banyak orang kaget, perjalanan klub ini bisa dibilang ngebut. Cuma semusim main di Liga 2 musim 2023/2024, Malut United langsung tembus ke kasta tertinggi, Liga 1. Buat klub yang masih baru secara nama, pencapaian ini jelas nggak main-main dan bikin orang mulai ngelirik sejarah klub Malut dari awal sampe sekarang.
Malut United bermarkas di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, yang sering dipenuhi suporter fanatik. Klub ini dimiliki oleh pengusaha tambang yang punya ambisi gede buat ngebangun sepak bola di daerah timur Indonesia.
Sosok pemilik Malut United ini juga pengen klubnya jadi simbol persatuan, yang tercermin dari julukan “Laskar Kie Raha” sebagai representasi empat kesultanan besar Maluku Utara: Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo.
Profil Pemilik Malut United FC
David Glen Oei dikenal jadi sosok di balik berdirinya Malut United. Latar belakangnya pengusaha tambang, dan dia aktif jadi manajer di PT Mineral Trobos Group. Di tahun 2023, dia ngambil langkah besar dengan mengakuisisi lisensi Putra Delta Sidoarjo, yang akhirnya jadi cikal bakal lahirnya Malut United.
Nama David Glen juga sempat rame dibahas di kalangan suporter PSIS Semarang. Pria keturunan Tionghoa asal Ambon ini dikabarkan lagi nyoba masuk buat ngambil alih kepemilikan PSIS dari Yoyok Sukawi.
Isu itu bikin banyak spekulasi, apalagi karena reputasinya di sepak bola lagi naik. Bahkan di November 2025, dia juga sempet dikaitkan dengan rencana akuisisi PSIS Semarang. Tapi kabarnya, proses itu gagal di menit-menit terakhir.
Secara legal, pemilik Malut United berada di bawah naungan PT Malut Maju Sejahtera dan PT Mineral Trobos. Dua entitas ini dipimpin langsung oleh David Glen Oei. Nggak heran kalau PT Mineral Trobos jadi sponsor utama klub, logonya pun terpampang paling mencolok di bagian depan jersey tim.
PT Mineral Trobos sendiri adalah perusahaan tambang bijih nikel swasta yang beroperasi di Desa Ubulie Utara, Maluku Utara. Selain aktif di sepak bola sebagai owner Malut United, David Glen juga disebut menjabat sebagai komisaris utama di perusahaan tersebut.
Perannya di klub nggak sebates pemodal doang, tapi juga ikut ngarahin visi tim, termasuk dukungan ke jajaran pelatih sampai hal-hal teknis kecil kayak peran asisten pelatih dalem perkembangan permainan tim.
Motivasi Pemilik Malut United Bangun Klub Liga 1 di Maluku Utara
David Glen Oei ngebangun Malut United bukan cuma soal bikin klub bola doang. Ada visi gede di baliknya, yaitu ngebuka peluang, nanemin harapan, dan ngasih kebahagiaan buat masyarakat Maluku Utara dan Maluku lewat sepak bola.
Dorongan terbesarnya datang dari keinginannya ngidupin lagi gairah sepak bola di wilayah Indonesia Timur. Pelan-pelan tapi serius, Malut United dijadiin tempat buat bakat lokal unjuk gigi dan berani bersaing di level paling atas, Liga 1.
Julukan Laskar Kie Raha juga nggak asal tempel. Nama itu jadi simbol persatuan empat kesultanan besar di Maluku Utara Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo. Klub ini akhirnya bukan cuma milik satu kota, tapi jadi kebanggaan satu wilayah.
Keseriusan David Glen keliatan jelas sampe tahun 2025. Dia nggak setengah-setengah, mulai dari ngebenerin stadion sampe ngejadiin Gelora Kie Raha jadi homebase yang layak. Lewat langkah ini, sepak bola kasta tertinggi bisa dirasain langsung sama masyarakat lokal, bareng dukungan penuh dari manajemen Malut United.
Soal prestasi juga nggak main-main. Jadi orang yang beneran fans sepak bola, ambisinya keliatan dari hasil di lapangan. Malut United sanggup finis di papan atas musim 2024/2025, dan ke depannya tetep mau konsisten bersaing, baik dari kualitas pemain, strategi, sampe urusan formasi sepak bola yang mateng.
Kesimpulan
Jadi, Malut United ini bukan sekadar klub baru yang numpang lewat di Liga 1. Dukungan manajemen rapi, identitas daerahnya kuat, plus ambisi dari pemilik Malut United bikin Malut United punya modal gede buat terus bersaing dan berkembang ke level yang lebih tinggi. Tinggal nunggu waktu aja, sejauh apa klub ini bisa melangkah dan konsisten di papan atas menurut lo, Malut United bisa jadi kekuatan baru permanen di Liga 1 nggak?
ARTICLE TERKINI
Article Category : News
Article Date : 14/01/2026
8 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Akhmad Rizky
14/01/2026 at 15:34 PM
Aditya Prayoga
14/01/2026 at 20:38 PM
Agus Samanto
14/01/2026 at 23:35 PM
Muhammad Al Fatih
15/01/2026 at 07:33 AM
DEVI TRI HANDOKO
15/01/2026 at 07:38 AM
Toetoet
15/01/2026 at 08:40 AM
FINA MARDIANA
15/01/2026 at 10:44 AM
ADITYA ALFARIZI
15/01/2026 at 12:02 PM