Lo tau nggak, sepak bola Indonesia ternyata punya sejarah seru di panggung Asia lewat berbagai klubnya. Dari PSMS Medan sampe Persipura, banyak klub Indonesia yang masuk Liga Champions Asia dan sempet bikin bangga walaupun kadang juga kalah.
Setiap tim punya cerita uniknya sendiri, mulai dari lolos semifinal sampe drama adu penalti yang bikin deg-degan. Buat lo yang penasaran mau tau gimana perjuangan tiap klub di level Asia, baca terus artikel ini, dijamin seru dan penuh fakta menarik!
Klub Indonesia di Liga Champions Asia
1. PSMS Medan
PSMS Medan ini salah satu klub Indonesia yang pernah bikin bangga di level Asia. Mereka sempet tembus semifinal Asian Club Championship tahun 1970, yang notabene cikal bakal Liga Champions Asia sekarang.
Waktu itu, skuad PSMS diisi pemain lokal legendaris kayak Ronny Paslah, Ipong Silalahi, sampe Tumpak Sihite. PSMS lolos ke semifinal setelah jadi runner-up Grup B yang isinya klub-klub kuat kayak Hapoel Tel Aviv, West Bengal, dan Royal Thai Police.
Langkah mereka ke final ke-stop di semifinal abis kalah dari Taj Tehran. Di laga perebutan tempat ketiga, PSMS juga harus ngakuin keunggulan Homenetmen, tapi tetep jadi bagian dari sejarah klub Indonesia di Liga Champions Asia.
2. Krama Yudha Tiga Berlian
Kalo ngomongin prestasi klub Indonesia di Asia, Krama Yudha Tiga Berlian wajib banget disebut. Klub yang akrab disingkat KTB ini ikut Asian Club Championship musim 1985/1986, alias versi lama Liga Champions Asia.
Jadi juara Galatama waktu itu, KTB sukses lolos dari kualifikasi zona ASEAN dan melaju sampe semifinal. Walau akhirnya dihentikan Daewoo Royals dari Korea Selatan di semifinal, KTB bangkit di perebutan tempat ketiga. Mereka sukses ngalahin Al-Ittihad Aleppo asal Suriah dengan skor tipis 1-0.
Sampe sekarang, raihan juara ketiga Asia ini masih jadi prestasi tertinggi klub Indonesia di level antarklub. Ironisnya, klub asal Palembang ini sekarang jadi klub sepak bola Indonesia yang sudah bubar, tapi jejak sejarahnya masih kuat dan nggak bakal dilupain.
3. Pelita Jaya
Pelita Jaya juga pernah nunjukin taringnya di Asia pas ikut Asian Club Championship 1991. Mereka mulai dari babak kualifikasi, tapi tampil solid berkat duet pemain kayak Bambang Nurdiansyah sama Rully Nere, sampe akhirnya tembus semifinal. Tapi, mimpi ke final harus kandas abis kalah dari Esteghlal asal Iran.
Tapi Pelita Jaya nggak pulang dengan tangan kosong. Di perebutan tempat ketiga, mereka sukses ngalahin klub Korea Utara, April 25, lewat drama adu penalti. Hasil ini bikin Pelita Jaya nyamain pencapaian Krama Yudha Tiga Berlian jadi juara ketiga Asia, jadi salah satu klub Indonesia yang masuk Liga Champions Asia yang pernah bikin bangga.
4. Persib Bandung
Persib Bandung ternyata juga pernah ngerasain kerasnya persaingan di Asian Club Championship. Waktu itu, Maung Bandung tinggal selangkah lagi buat nyampe semifinal. Status mereka jadi juara Liga Indonesia edisi perdana musim 1994/1995 bikin Persib dipercaya jadi wakil Indonesia.
Tapi, di fase akhir menuju semifinal, Persib harus ketemu lawan-lawan berat kayak Thai Farmers Bank dari Thailand, Seongnam Ilhwa Chunma dari Korea Selatan, sama Verdy Kawasaki asal Jepang.
Di fase grup wilayah Timur itu, Persib kesusahan ngelawan tim-tim elite Asia dan akhirnya harus puas di posisi paling bawah grup setelah menelan kekalahan di semua laga. Momen ini tetep jadi bagian dari prestasi ACL Indonesia yang patut diinget.
5. PSM Makassar
PSM Makassar alias juku eja juga punya catatan cukup keren di Liga Champions Asia. Mereka sempet tampil dua musim beruntun, tahun 2004 dan 2005, sebagai wakil Indonesia. Tahun 2004 bareng Persik Kediri, lalu tahun 2005 barengan sama Persebaya Surabaya. Bahkan sebelom itu, di Asian Club Championship 2000/2001.
Waktu itu skuadnya dihuni banyak pemain top, kayak Hendro Kartiko, Kurniawan Dwi Yulianto, sampe pemain asing kayak Miro Baldo Bento dan Carlos De Melo. Tapi, langkah mereka berhenti di fase grup delapan besar abis bersaing ketat sama Jubilo Iwata, Suwon Samsung Bluewings, dan Shandong Luneng.
6. Persebaya
Persebaya Surabaya juga pernah dapet kesempatan tampil di Liga Champions Asia tahun 2005 jadi wakil Indonesia ACL. Klub berjuluk Bajul Ijo ini dipercaya buat mewakili Indonesia di level Asia. Cuma, perjalanan mereka nggak gampang sama sekali.
Kekuatan tim pas itu belom cukup solid buat ngelawan klub-klub Asia yang udah kenyang pengalaman. Alhasil, Persebaya kesusahan main yang maksimal dan akhirnya cuma bisa finis di peringkat ketiga fase grup sebelom tersingkir dari kompetisi.
7. Arema Indonesia
Arema Indonesia alias singo edan juga pernah ngerasain main di Liga Champions Asia, bahkan dua kali. Debut mereka di Asia terjadi tahun 2007, abis Arema finis jadi runner-up Liga Indonesia musim 2006. Buat ukuran tim Indonesia, itu udah pencapaian keren banget.
Nggak itu doang, Arema makin nunjukin kelasnya pas sukses juara Liga Indonesia musim 2009/2010. Gelar itu otomatis ngebuka jalan buat singo edan tampil lagi di Liga Champions Asia 2011.
8. Persik Kediri
Persik Kediri juga bisa dibilang cukup rutin ada di pentas Asia. Klub berjuluk macan putih ini dua kali tampil di Liga Champions Asia, masing-masing di edisi 2004 dan 2007. Tahun 2004, Persik barengan sama PSM Makassar jadi wakil Indonesia. Terus di 2007, Persik balik lagi ke Liga Champions Asia dan langsung dapet tantangan berat.
Mereka masuk grup neraka yang isinya Urawa Red Diamonds dari Jepang, Sydney FC asal Australia, sama Shanghai Shenhua dari China. Walaupun akhirnya gagal lolos dari fase grup, Persik Kediri tetep bikin kejutan. Mereka nggak pernah kalah kalo main di kandang.
Bahkan Persik sempet nahan imbang Urawa yang nantinya keluar jadi juara, plus ngalahin Sydney FC dan Shandong Luneng. Prestasi itu bikin Persik jadi salah satu klub Indonesia terakhir yang masih bisa bikin Asia melirik di era Liga Champions Asia modern.
9. Sriwijaya FC
Sriwijaya FC alias Laskar Wong Kito sempet dapet kesempatan ngewakilin Indonesia di Liga Champions Asia tahun 2009. Perjalanan mereka di ajang Asia itu nggak mulus sama sekali, tapi momen ini jadi bagian dari sejarah klub Indonesia ACL yang patut diinget.
Di fase grup, Sriwijaya FC kesulitan bersaing dan akhirnya harus angkat koper lebih cepet. Dari enam laga yang dijalanin, mereka cuma bisa ngumpulin tiga poin dan finish di posisi paling bawah grup.
10. Persipura
Persipura Jayapura yang dijuluki mutiara hitam juga pernah tampil di Liga Champions Asia, tepatnya tahun 2010. Tim asal Papua ini bahkan langsung lolos ke fase grup nggak lewat kualifikasi. Tapi begitu masuk persaingan, Persipura nemuin banyak rintangan berat.
Salah satu momen paling pahit tentu pas mereka kena bantai 0–9 dari Changchun Yatai di China. Walaupun hasilnya nyesek, pengalaman main di level Asia tetep jadi pelajaran berharga buat Persipura dan sepak bola Indonesia.
Kesimpulan
Gimana, seru kan liat jejak klub Indonesia di Asia? Dari PSMS Medan sampe Persipura, kita liat perjuangan, drama adu penalti, sama momen kece yang kadang bikin bangga, kadang bikin deg-degan. Jadi, tiap cerita ini ngingetin lo soal klub Indonesia yang masuk Liga Champions Asia dan prestasinya yang nggak gampang dilupain. Lo sendiri paling terkesan sama cerita klub mana nih?
ARTICLE TERKINI
Article Category : News
Article Date : 21/01/2026
7 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Nafhan Ramdani
21/01/2026 at 17:20 PM
Akhmad Rizky
21/01/2026 at 19:42 PM
Agus Samanto
21/01/2026 at 20:28 PM
Aditya Prayoga
21/01/2026 at 21:08 PM
Budi Prasetyo
21/01/2026 at 21:14 PM
DEVI TRI HANDOKO
22/01/2026 at 10:31 AM
tiurnatalia
22/01/2026 at 19:51 PM