Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Thumbnail

Author : Admin Soccer

Article Date : 11/10/2023

Article Category : News

Pertandingan sepakbola nggak akan terasa menarik jika hanya melihat gol-gol saja. Pada nyatanya tak jarang kita terpukau dengan aksi pemain bertahan dalam menghentikan serangan atau menekel pemain lawan. Oleh karena itu, pada kali ini Supersoccer akan memaparkan beberapa pemain Indonesia yang layak diberikan status bek terbaik sepanjang masa. Siapa saja mereka? Check it out!

Herry Kiswanto

Image source: goal,com

Herry Kiswanto adalah salah satu pemain yang dianggap sebagai salah satu legenda dalam dunia sepakbola Indonesia. Herry Kiswanto dikenal terutama karena karirnya sebagai pemain bertahan. Dia adalah seorang bek tangguh yang telah membela beberapa klub top di Indonesia selama kariernya, seperti Assyabaab Salim Grup dan Bandung Raya.

Herry memasuki dunia sepakbola sebagai pada tahun 1979 ketika ia bergabung dengan Pardedetex Medan. Namun, sepanjang karirnya dia mengalami perubahan dari segi posisi permainan, yang mana ini juga yang mengubah pencapaiannya. Pada masa awal karirnya, Herry berperan sebagai seorang gelandang. Tapi, setelah mendapatkan saran dari pelatih timnas pada saat itu, Henry akhirnya mengubah posisi sebagai pemain bertahan atau pada saat itu dikenal dengan nama Libero.

Bejo Sugiantoro

Image source: bola.com

Kalau lo sudah mengikuti Liga Indonesia sejak tahun 2000-an, lo tentunya tahu dengan Beji Sugiantoro. Mantan pemain timnas yang berperan sebagai bek ini memiliki teknik dan kemampuan bertahan yang sangat baik.

Namun, yang menjadi momen paling diingat oleh para pecinta sepakbola Indonesia dan juga Bejo sendiri ketika dia mampu menunjukkan performa yang luar biasa selama pergelaran piala AFF 2004. Sepanjang turnamen tersebut, dia selalu memberikan permainan yang sangat kompetitif dan juga dengan teknik bertahan yang efektif. Dengan pengalaman dan keyakinan yang luar biasa ini lah, ia bisa memikat para penggemarnya dan mendapat julukan sebagai "Anak Ajaib".

Terlepas dari perjalanan karirnya yang penuh teka-teki dan cukup ko kontroversi. Bejo Sugiantoro juga meninggalkan jejak yang tak terhapuskan di sepak bola Indonesia terutama melalui penampilannya yang luar biasa di Piala AFF 2004.

Firmansyah

Image source: panturapost.com

Selanjutnya merupakan salah satu pemain yang memiliki prestasi yang cukup melawan khususnya pada saat piala Timnas. Memiliki teknik bertahan yang baik Firmansyah mengukir sejarahnya sendiri pada saat penampilannya di AFC 2004.

Menjadi salah satu pilihan utama untuk mengamankan pertahanan Indonesia, Firmansyah selalu dapat menunjukkan performa yang baik di setiap permainannya. Ini bukan hanya sekedar untuk melakukan intersep atau memberhentikan lawan. Mainkan bagaimana pergerakan yang cepat dan mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi situasi sulit.

Dikenal dengan nomor punggung 18, Firmansyah memiliki momen yang indah saat perjalanannya di Piala Asia 2004. Bersama semua pemain Timnas Indonesia berhasil mengukir sejarah dengan mencatatkan kemenangan pertama Indonesia di turnamen tersebut. Timnas Indonesia berhasil menangkap pertandingan melawan Qatar dengan skor 2-1. Indonesia belum memiliki pengalaman yang cukup jauh di pergelaran turnamen tersebut.

Charis Yulianto

Image source: bola.com

Generasi ISL saatnya merapat. Lo tentunya tau dong dengan siapa itu Charis Yulianto. Bek satu ini telah banyak membela klub-klub Indonesia dan selalu menjadi pilihan utama ketika berada di dalam tim. Mulai dari Persija Jakarta, Persib Bandung, Sriwijaya, dan yang terakhir yaitu Arema Malang.

Lahir pada 11 Juli 1978 di Blitar, Charis berhasil mencapai puncak karirnya ketika dipanggil timnas dan bahkan pernah dipercaya menjadi kapten. Hal ini tentunya bukan sebuah kebetulan. Teknik permainan yang mumpuni sangat membantunya dalam menjalankan peran sebagai seorang pemain bertahan. Selain itu, dengan tinggi 183 cm, Charis menjadi sosok kuat di sentral pertahanan Tim Nasional Indonesia.

Hamka Hamzah

Image source: skor.id

Siapa yang bilang, bahwa hanya posisi striker saja yang selalu menjadi perhatian. Faktanya, Indonesia memiliki seorang Hamka Hamzah. Permainan yang konsisten baik di timnas maupun di klub membuktikan bahwa dia bukan seorang pemain biasa. Terkenal akan posisinya sebagai Bek, nyatanya dalam perjalan karirnya Hamka Hamzah pernah dipasang sebagai seorang striker.

Mantan pemain yang kini berusia 39 tahun ini juga telah banyak merasakan naik turunnya Liga Indonesia. Bermain untuk beberapa klub seperti, PSM Makassar, Persik Kediri, Persija Jakarta, hingga dengan Persipura Jayapura, telah memberinya banyak pengalaman. Dengan pengalaman ini lah, kini dia menjajal karir di dunia kepelatihan sepak bola.

Fachruddin Aryanto

Image source: skor.id

Fachruddin Wahyudi Aryanto adalah seorang pemain yang lahir pada 19 Februari 1989 di Klaten, Jawa Tengah. Dia biasanya bermain di posisi bek tengah dan pernah menjadi kapten untuk klub Liga 1 Madura United dan tim nasional Indonesia.

Bagi lo yang dulu mengikuti sepak terjang Indonesia di beberapa seri Piala AFF, akan tahu bagaimana pentingnya peran Fachruddin. Fachruddin membuat caps internasional pertamanya untuk Indonesia dalam pertandingan melawan Laos di Kejuaraan AFF 2012.

Robby Darwis