Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Akhirnya, setelah penantian panjang selama enam tahun, album baru Seringai keluar juga. Berjudul Seperti Api, diciptakan dan diaransemen secara kolektif oleh keempat personel Seringai. Dengan lirik dan cover album kembali dikerjakan oleh Arian13. Memakan waktu yang tidak sebentar, proses pembuatan album ini dilakukan di antara padatnya jadwal panggung dan sibuknya kegiatan pribadi masing-masing personel Seringai.

 

hari pertama rekaman album baru. drum tracks! foto oleh @raidgel. #seringai #serigalamilitia

A post shared by SERINGAI (@seringai_official) on

Perbedaan yang terasa sekali dalam proses kreatif album kali ini adalah kita menghabiskan banyak sekali waktu dalam proses workshop lagu, sebelum masuk studio rekaman. Di album-album sebelumnya, sering kali saat lagu masih dalam kondisi setengah jadi, kita sudah harus masuk ke studio dan mematangkan lagunya di proses rekaman.  Kali ini kita meluangkan waktu lebih, mulai dari proses membuat riff sampai ke workshop vokal, hal baru yang belum pernah dilakukan oleh Seringai sebagai kolektif.

Tapi segala workshop ini juga yang membuat proses rekaman menjadi sangat efektif, bahkan lebih cepat dari jadwal seharusnya. Ricky Siahaan kembali menjadi produser di rekaman ini, bersama sound engineer Miko Valent yang sebelumnya pernah ikut menangani album Taring, dan Deadsquad.  Seperti Api direkam di tiga studio berbeda di Jakarta. Rekaman drum dan bass dilakukan di Maleh SoundLab, rekaman gitar di NoiseLab Studio, dan Jungle Audio Post untuk rekaman vokal dan sound effects

Saya pribadi sangat puas dengan hasilnya, bahwa kami sebagai kolektif setelah belasan tahun masih bisa bersenang-senang dan marah-marah dengan cara yang yang lebih menarik. Berprogres sekaligus konsisten, tetap punya ciri khas dan karakter kami sambil berusaha mencoba hal-hal baru.

Berbeda dengan album-album sebelumnya, di album baru kali ini tidak ada quotes dari masing-masing personel tentang lagu. Entah karena kita bosan karena selalu melakukannya, atau untuk memberi ruang interpretasi kepada pendengar. Tapi tahap itu akhirnya tidak dilakukan sama sekali. Kali ini, saya akan memberi notes untuk masing-masing lagu di album ini, sekaligus berbagi sedikit cerita dari proses rekaman album ini.

1. Hidejokasuru

Lagu instrumental pembuka album yang dibuat oleh Ricky. Berbeda dari opening album-album sebelumnya yang bermain gitar clean, kali ini memulai langsung dengan distorsi.

Hendra dari Rock N Roll Mafia bersama teman-teman di Jungle Audio Post membantu membalut distorsi ini dengan sound effects dan synth yang menambah efek ‘heavy’ dari lagu.

2. Selamanya

Saya ingat riff dan beat lagu ini dibuat menggunakan drum elektrik dan alat seadanya yang ada di kantor Cerahati. Dengan jadwal kami, sering kali lokasi seperti kantor saya atau studio Lawless menjadi tempat untuk pembuatan lagu. Adaptasi untuk tetap produktif meskipun jadwal masing-masing personel padat. Meskipun pembenarannya, riff yang bagus harus bisa terdengar bagus meskipun menggunakan alat seadanya, haha.

Tema tentang ‘passion’ ini jadi angle baru untuk kami, tentang setelah belasan tahun menjalani apa yang kami percaya selama ini karena passion kami pada musik ini, dan keinginan untuk terus berkarya. Pemilihan lirik seperti “Selalu” dan “Selamanya” juga tidak lazim dalam kosa kata Seringai. Arian juga yang memperkenalkan saya dengan kosa kata “renjana”. Dan ketika dijabarkan dalam lagu dan workshop vokal, semuanya menjadi masuk akal.

3. Adrenalin Merusuh

Jurnal tentang kehidupan kami sebagai musisi yang menghabiskan sebagian besar waktu di jalan. Anggap saja seperti melagukan itinerary kegiatan Seringai, haha. Tidak bermaksud mengeluh, karena ini jalan hidup yang kami pilih. Kami juga membuat video musik kedua untuk album ini. It’s gonna be kickin some serious ass!

4. Persetan

Sering kali lagu terbentuk bukan dari musiknya, tapi dari judul atau kata-kata yang ingin disampaikan. Seperti di kasus lagu ini, Arian ingin mengucapkan kata persetan di dalam lagu. Berangkat dari kata itu kita mulai membuat lagu.

Lagu ini sudah mulai kami bawakan dalam beberapa panggung sebelum album rilis. Dalam narasi pembuka lagu, Arian kerap membicarakan tentang keresahannya dalam beberapa tahun terakhir ini kita semakin terpecah belah oleh mereka yang mengatasnamakan golongan atau agama, padahal semua itu untuk kekuasaan. Persetan dengan mereka.

5. Enamlima

Mungkin ini bentuk pendidikan sejarah ala kami untuk generasi berikut, bahwa ada sejarah kelam yang selama ini ditutupi tentang era tahun ‘65. Saya selalu percaya bahwa kita harus bisa mengakui kesalahan kita untuk bisa maju ke depan dengan lebih baik. Bangsa kita juga mungkin perlu begitu dengan masa lalunya.

Pak manajer kami, Wendi Putranto mengisi orasi di tengah lagu. Sebagai mantan mahasiswa demonstran, sepertinya karakternya cocok, haha.

6. Disinformasi

Kami membuat lagu ini sudah cukup lama, sekitar 3 atau 4 tahun lalu. Bermula dari musiknya, kemudian muncul topik tentang hoax. Dan ternyata prediksinya terjadi, dalam dua tahun terakhir ini orang mulai ramai berbicara soal ini, terutama mendekati pemilu 2019 nanti. Bagaimana kita terbiasa menyebar berita tanpa mencari fakta sesungguhnya tentang berita itu benar atau tidak.

Dan seperti di lirik bagian akhir, yang menjadi pertanyaan adalah siapa yang mengambil keuntungan dari penyebaran ini, dan bagaimana kita justru yang menjadi penderitanya.

7.Seteru Membinasa

Media sosial mengubah cara kita berinteraksi dengan satu sama lain. Begitu mudah jari kita mengetik pikiran kita tanpa mempedulikan dampaknya pada orang lain, menyampaikan hal-hal yang belum tentu akan disampaikan kalau bertemu langsung. Dan bagaimana kadang kita terjebak dalam debat kusir dengan orang asing yang berbeda pendapat, untuk mencapai kemenangan semu.

8. A.I.

Mencoba bereksperimen dengan berbagai hal baru secara bersamaan di lagu ini. Tuning gitar diturunkan lebin rendah lagi menjadi A, dengan groove yang Seringai belum pernah lakukan, dan lirik tentang kecerdasan buatan.

Lirik  bertemakan tentang kegelisahan akan teknologi yang mengambil alih hidup manusia, sebuah fantasi masa depan yang tampaknya tidak sejauh itu juga di depan. Saya percaya bahwa hasil terbaik didapat dari keseimbangan antara manusia dan teknologi, bahwa kemarukan dalam mengembangkan teknologi dapat berdampak juga pada kehidupan kita.

9. Ishtarkult

Saya tidak akan mendeskripsikan lirik lagu ini, silahkan diinterpretasi sesuai kebutuhan pendengar masing-masing, haha. Kembali bermain dengan lagu tempo lambat, mencari groove yang sesuai dengan tema lagu tapi masih terasa heavy.

Pemilihan Danilla sebagai vokal tamu di lagu ini terjadi secara organik. Selain karena faktor pertemanan, juga warna suaranya yang dirasa cocok dengan kebutuhan lagunya. 

10. Sekarang atau Nanti

Topik rasisme ini seharusnya sudah menjadi topik yang usang. Betapa sedihnya bahwa di tahun 2018 ini kita masih mendengar bagaimana topik ini berkumandang dalam kampanye atau terkadang lebih sedih lagi, dakwah. Dan kali ini lirik Arian pun tidak hanya marah pada masalah, tapi mencoba memberi solusi.

11. Bebal

Ricky selalu bilang bahwa ini adalah sudut pandang dark comedy Arian. Dengan mood lagu yang positif dan ceria, cocok untuk bersenang-senang, tapi dengan lirik yang pesimis dan nihilis, haha.

12. Omong Kosong

Satu lagi eksplorasi yang Seringai belum pernah lakukan, menggabungkan lagu dengan cerita. Bentuk marah kami pada keadaan dengan cara yang baru dan tetap bersenang-senang. Mulai dari Roni Pramaditia (Lawless Jakarta) hingga Kartika Jahja ikut menyumbangkan suara dan pikirannya untuk membuat setiap ilustrasi ceritanya.

Harapan saya, semoga ada yang membuat meme audio dari lagu ini, haha.

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Seringai #EDY KHEMOD #seperti api #album baru

Article Category : Noize

Article Date : 10/08/2018

Supermusic
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
Noize

Rudolf Dethu: Muda, Bali, Bernyali

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Noize

Perilaku Individu Musik Indonesia di Era ‘Baby Boomers’ dan ‘Gen X’

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Noize

Yulio Piston: Tentang Menjadi Pengkritik Musik

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Noize

Sudah Saatnyakah Indonesia Punya Rock ‘n Roll Hall of Fame?

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive