Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Adit ‘SATCF’: Guilty Pleasures Edisi Rocker Lokal

Nggak semua band, hmm... mungkin lebih tepatnya musisi kali ya? Mendengarkan apa yang mereka usung pada genre yang mereka bawa ketika di panggung. Sudah terdengar klise kalo anak band dengerin genre warna yang serupa di playlist mereka untuk menambah referensi dalam bermusik.

Mostly, kalo rocker (gue di sini menyebut mereka sebagai rocker sebagai simbol wujud pelaku musik sidestream masa kini, biar gampang nyebutnya), mereka memberi beberapa referensi musik yang nggak jauh-jauh dari genre apa yang mereka bawa. Semisal, Kalau anak metal, yang direferensiin biasanya best 9 metal album menurut doi (ini biasanya menjelang tahun baru di Instagram banyak nih kita temuin best 9 kaya gini nih). Begitu pula untuk beberapa musisi punk, hardcore, ska, dan beberapa pelaku musik sidestream lainnya.

Nah akan tetapi, “Rocker juga manusia” kalau kata Candil. Saya punya beberapa pertanyaan bagi para  pelaku musik sidestream ini, dengan latar musik mereka yang berbeda-beda, apa sih guilty pleasure mereka? Apa yang nyantol di kepala mereka selain musik yang mereka bawa?

Woke, mari kita simak pengakuan mereka sebagai berikut:

1. Jimi Multhazam - The Upstairs/MORFEM

Lenny Kravitz - Again

Vokalis yang gemar bersepeda ini menyebutkan lagu “Again” dari Lenny Kravitz niscaya akan menyelamatkannya dari beberapa deretan daftar lagu asing yang ada di karaoke-karaoke setempat.

“Lagu picisan tapi selalu jadi penyelamat kalau gue lagi diajak ke karaoke…”

2. Vicky - Summerlane

Gary Barlow - Forever love

Konon katanya (jangan dibalik), lagu “Forever Love” dari Gary Barlow ini membuat suasana bercinta menjadi lebih nganu…. Kelihatannya ini lebih pleasure Vik, dari pada guilty pleasure.

“Ini lagu selalu enak banget klo gue dengerin pas bangun tidur and lagu ini paling enak kalo didengerin pas lagi hubungan seks bhahahhahaha...

3. Daniel - DeadSquad

Eric Satie - Gymnopedie

Pas gue tanya Daniel tentang guilty pleasure-nya dia, dia mungkin sedikit bingung dengan banyak pilihan. Harap maklum, selain menjadi vokalis band metal terbaik tanah air, doi juga music collector, man, especially in music merchandise, jadi referensi musiknya buanyaak banget.

Pemilik akun Instagram @possesedtomerch ini mengaku bahwa dia tidak memiliki background di musik klasik, tapi entah kenapa dia suka banget sama lagu Eric Satie yang berjudul “Gymnopedie”, which are established di tahun 1800-an ini, mungkin karena nadanya surem.

“Gue gak ada basic musik klasik, kalo nggak salah lagu itu tahun 1800-an hahaha. Biasanya yang dengerin kayak gini anak sekolah musik, dan gue anti ‘struktural’ gitu, tapi gue suka Eric Satie, karena nadanya suram, tapi indah notasinya...

4. Deva - Polka Wars

FIVE - Keep On Movin’

Ini salah satu band andalan eug juga nih di seputaran Jakarta. Sang drummer nan humble ini bercerita bahwa guilty pleasure-nya adalah lagu “Keep On Movin’” dari FIVE, yaitu boyband asal London yang terbentuk dari tahun 1997 (ini salah satu abang-abangan boyband nih, lawas jaya!).

Perspektif dari dia cukup menarik, karena lagu ini adalah “jembatan” yang baik untuk melompat menuju playlist berikutnya, khususnya apabila kalau sedang melakukan perjalanan/berkendara dengan mobil pribadi, karena bisa menjadi ice-breakers alias pemecah kekakuan di antara kita.

“Not all music requires you to rock out or sit there in quiet contemplation at the complexities of our life. Sometimes, it can just be... fun!

There's nothing wrong with playing Keep On Movin’ (Five), right after Steely Dan and Fleetwood Mac or even Ice Cube and NWA when you’re driving your car. This song is one of those ice-breakers that helps you find out your true friends.

Intinya lagu ini jembatan yang baik untuk lompat ke playlist yang lebih fun untuk muasin kita sendiri atau lebih banyak orang di mobil. Dan kalau ada orang yang juga seneng, nahhhhh ‘rasa’ itu udah sampe & kita udah nggak saling sok cool apalagi jaim. Bohong kalau denger lagu ini nggak joget hehe...

Setubuh pak!

5. Ozom - Rocket Rockers

Ricky Martin - Livin La Vida Loca

Dari awal gue mau interview dia, gue udah feeling ini orang pasti pilihannya konyol nih, soalnya doi anaknya bercanda bingits.

Ozom memilih “Livin’ La Vida Loca”-nya Ricky Martin sebagai guilty pleasure-nya, walaupun sebel tapi hapal. Gimana dong?

“Gak tau kenapa, gue sebenernya getek banget denger lagu ini nih, tapi malah sebagian besar liriknya gue sempet hapal, malah kalau jaman dulu ada diputer di supermarket gue sempet sing along & dance kayak di video klipnya, haha. Just cant get out of my head, hahaha. Kemaren baru aja gue dengerin di mobil, sampai sekarang masih terngiang-ngiang...

6. Ewin Jenggo - Monkey Boots

ME - Inikah Cinta

Rudeboy yang jarang serius ini lebih memilih “Inikah Cinta” dari ME sebagai guilty pleasure-nya. ME adalah boyband asal indonesia yang muncul di era 90-an. ME sendiri adalah kepanjangan dari “eMbung Eleh” yang artinya “Nggak mau kalah” dalam Bahasa Sunda.

“Jauh dari bayangan gue kalau ini lagu masih gue apal. Entah kenapa ini lagu catchy terus kesimpen di memori gue sampe sekarang, padahal gue gak suka boyband, menurut gue dulu boyband lembek banget sih, haha. Tapi faktanya lagu itu guilty pleasure gue terbesar sampe sekarang…”

7. Ukien BSTRD - Tenholes

Glenn Fredly - Akhir Cerita Cinta

Punggawa celtic punk dan creative hub Rumah Bergerak, Mr. Ukien Bastard mengaku bahwa lagu “Akhir Cerita Cinta”-nya Glenn Fredly cukup membuat sebuah turning point di relationship-nya terdahulu.

Akhir Cerita Cinta’-nya Glenn Fredly kayaknya lagu yang mungkin paling dalem buat gue. Lagu yang dirilis pas di momen gue lagi putus sama mantan pacar yang sekarang jadi bini gue, hahaha. F**k! I hate and love that song at the same time…”

Mantap Jaya Furniture Pak Ukien!

---

All these guilty pleasures teach us: It’s okay to us for having some silly song in our head, as long as it brings joy and make some good vibes to ourself. Kenapa kacang (why nut)? Ya nggak?

*Foto: Danica Tanjutco, koleksi pribadi penulis

ARTICLE TERKINI

Tags:

#adit satcf #satcf #guilty pleasure

Article Category : Noize

Article Date : 23/01/2019

Supermusic
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

5 Comments

Comment
Brawijaya Hutabarat

Brawijaya Hutabarat

15/04/2025 at 23:55 PM

Cool
Imam Ciptarjo

Imam Ciptarjo

29/10/2025 at 10:04 AM

Adit ‘SATCF’: Guilty Pleasures Edisi Rocker Lokal
Sofi .

Sofi .

29/10/2025 at 11:15 AM

Bagus
Heri Suprapto

Heri Suprapto

30/10/2025 at 09:40 AM

Adit ‘SATCF’: Guilty Pleasures Edisi Rocker Lokal
Charlie Hutabarat

Charlie Hutabarat

28/11/2025 at 07:05 AM

Like
Other Related Article
image article
Noize

Rudolf Dethu: Muda, Bali, Bernyali

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Noize

Perilaku Individu Musik Indonesia di Era ‘Baby Boomers’ dan ‘Gen X’

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Noize

Yulio Piston: Tentang Menjadi Pengkritik Musik

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Noize

Sudah Saatnyakah Indonesia Punya Rock ‘n Roll Hall of Fame?

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive