Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

brand switching

Author : Admin Adventure

Article Date : 05/05/2023

Article Category : News

Superfriends, pernah nggak sih lo berganti-ganti merk atau brand tapi jenis dan fungsi barangnya sebenarnya sama? Mungkin buat konsumen, hal ini biasa dan sangat wajar, dan bisa terjadi karena beberapa hal, seperti bosan, nggak cocok, atau bahkan karena nggak suka. Tapi bagi pebisnis dan pemilik usaha, hal ini harus dihindari loh karena bikin konsumen nggak loyal dan akhirnya melakukan “brand switching.” Apa itu brand switching dan apa bahayanya?

Kenapa Brand Switching Terjadi?

Image source: elements.envato.com/wichayada69

Tanamkan hal ini di diri lo. Ketika seorang konsumen lo berubah haluan lalu meninggalkan produk lo dan beralih ke produk lain, itu artinya lo kehilangan konsumen. Ini juga sama artinya lo akan kehilangan keuntungan, dan akhirnya berdampak sama pendapatan penjualan. Bukan tanpa alasan brand switching ini terjadi, karena ada beberapa faktor yang biasanya mempengaruhi konsumen berpindah dari satu brand ke brand lain untuk produk yang sama.

Pertama, ada perbandingan harga. Konsumen jelas akan memilih produk yang cenderung lebih terjangkau, ketika value keduanya sama. Di kasus ini, lo harus bisa menjelaskan dengan baik kepada konsumen lo, kenapa harga lo bisa lebih mahal ketimbang produk kompetitor. Kedua, layanan pelanggan dirasa buruk. Ternyata bukan hanya harga dan value produk aja yang dinilai sama konsumen, tapi juga cara pelayanan lo terhadap mereka. Ingat, pembeli adalah raja. Maka jangan buat mereka menunggu, dan berikan pelayanan terbaik lo demi kepuasan pelanggan. Semakin lama lo merespon mereka, maka akan semakin cepat juga mereka beralih ke kompetitor.

Ketiga, nggak ada inovasi. Ketika konsumen udah merasa nyaman, ada kalanya juga mereka bosan dengan apa yang mereka miliki. Di waktu krusial ini, seharusnya lo bisa memberikan alternatif baru dengan adanya inovasi, supaya mereka nggak pergi gitu aja. Dan keempat, terlalu banyak inovasi. Yap, meski kontradiktif dengan poin sebelumnya, tapi kebanyakan inovasi juga nggak baik karena bisa membuat persepsi bahwa lo nggak serius sama pengembangan produk yang ada.

Coba dicek empat poin di atas, apakah ada salah satu faktornya yang lo rasakan? Jika ada, segera didiskusikan dengan tim lain ya Superfriends!

Cara Mencegah Brand Switching