Scott sudah meninggal dunia di usia 79 tahun. Dia itu bagian dari tim Inggris pertama yang menginjakkan di puncak Everest. Scott dan timnya mendaki Everest lewat sisi barat daya. Jalur barat daya Everest selama ini dikenal sebagai jalur tersulit karena panjang dan terpaan angin yang sangat kencang. Haston dan Scott sebelumnya harus gagal dua kali untuk menaklukkan rute itu.
Bertahun-tahun dia membantu banyak orang di Himalaya. Bahkan dia mendirikan organisasi amal Community Action Nepal (CAN) pada tahun 1989.
[readalso url=23432]
Ekspedisi di Everest Tahun 1975

Image source: lacrux.com
Ekspedisinya itu ini dilakukan pada tahun 1975. Scott dikenal sebagai pendaki yang staminanya tinggi banget, kuat fisik dan mental. Bayangkan saja, dia sudah mencapai puncak tertinggi di tujuh benua dalam karirnya di dunia pendakian. Yang bikin kagum adalah dia sering melakukan pendakian tanpa menggunakan oksigen buatan.
Seenggaknya nih, total dia sudah melakukan 45 ekspedisi di Asia dan berhasil sampai puncak dari 40 puncak di wilayah itu. Scott tiba di puncak Gunung Everest via jalur barat daya seusai 33 hari pendirian pos tenda. Scott dan timnya sekaligus mencanangkan rekor waktu tercepat menuju puncak.
[readalso url=23274]
Kedua Kaki Scott Patah

Image source: indonesiana.id
Scott juga melakukan penjelajahan ke pegunungan Karakoram di Pakistan. Nama lain gunung itu The Ogre. Tapi ada lagi nama lainnya yakni Gunung Baintha Brak yang berdiri dengan elevasi 7.285 meter.
Ekspedisi ke puncak Baintha Brakk itu dilakukan tahun 1977. Buat sampai ke puncak gunung itu butuh keterampilan dan pengalaman yang matang. Terutama punya kemampuan rock climbing.
Singkat cerita, Scott di tengah jalan harus berhenti melanjutkan perjalanan karena rekan satu timnya cedera terhantam batu yang jatuh. Pada 13 Juli 1977, Scott dan timnya berhasil sampai puncak saat matahari sudah mulai terbenam. Nggak lama di punca, Scott pun harus segera turun sebelum cahaya matahari terus berkurang.
Dalam proses turun gunung itu dilakukan juga rappeling. Ketika itu pergelangan kaki Scott patah saat berayun dari tali sepanjang 30 meter. Sakit yang dirasakan Scott luar biasa. Kaki kanannya juga terasa nyeri luar biasa saat didorong ke arah tebing. Di situ dia menyadari kalau kedua kakinya patah.
Buat sampai basecamp dibutuhkan turun kurang 2.000 meter lagi. Kesulitan itu makin terasa. Tapi Scott nggak pantang menyerah. Rasa optimistis buat sampai ke bawah terus menggebu.
Dia pun turun dengan menggunakan lututnya. Dia merangkak karena pergelangan kakinya patah. Scott butuh waktu tujuh hari sampai akhirnya turun ke base camp.
Source: https://www.kompasiana.com/antonarcopodo/5fcf54348ede485d0c035962/kisah-legendaris-survival-doug-scott-di-gunung-the-ogre?page=all
ARTICLE TERKINI
Article Category : In Depth
Article Date : 20/05/2021
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :