Nggak cuma sebagai penunjang sektor sandang sih sebenarnya, tapi lewat streetwear, si pemilik brand ingin menyampaikan banyak pesan dari desain kaos yang dibuat.
Sesuai namanya, streetwear kental dengan kultur jalanan. Makanya, brand streetwear itu dekat dengan musik hip-hop, punk, skateboard, surfing hingga seni jalanan (street art) seperti graffiti. Berikut adalah merek-merek streetwear di dunia yang yang harus lo tahu.
[readalso url=21713]
WTAPS

Image source: freshnessmag.com
Merek WTAPS dibuat di Tokyo, Jepang. Brand ini digarap oleh Tetsu Nishiyama yang dikenal dengan TET pada tahun 1996. Clothing line WTAPS dibuat dengan konsep 'Placing things where they should be'. Dan, seringkali koleksi yang dirilis terinspirasi dari sejarah militer, ‘outdoor‘ clothing dan bahkan subkultur kontemporer seperti punk dan skateboard.
Sejak awal WTAPS berjalan, brand ini selalu berfokus kepada konsep militer. WTAPS tercatat sudah pernah melakukan kolaborasi dengan beberapa brand terkenal seperti, Supreme, Stussy, A Bathing Ape, dan Vans.
Carhartt WIP

Image source: Carhartt WIP
Sejak diluncurkan pada tahun 1994, Carhartt WIP telah bertransformasi menjadi salah satu merek streetwear terbesar. Perusahaan Carhartt asal Detroit, AS itu memprakarsai jaringan distribusi Carhartt untuk seluruh Eropa. Divisi Eropa ini dibangun di atas konsep streetwear, menggunakan potongan yang lebih dekat dengan street culture.
Merek fashion ini mulai memproduksi karya secara keseluruhan pada tahun 1889. Dulunya merek ini dibuat untuk seragam buruh di Amerika pada tahun 1800-an. Produk pertamanya adalah overall kerja yang terbuat dari kain denim dan duck, atau biasa disebut canvas yang kemudian menjadi kain trademark Carhartt.
BAPE

Image source: highsnobiety.com
Brand ‘A Bathing Ape’ atau BAPE salah satu merek streetwear asal Jepang yang cukup berpengaruh di dunia. Streetwear ini didirikan pada tahun 1993, oleh Tomoaki Nagao atau yang lebih dikenal dengan julukan Nigo.
Awal mula nama BAPE terinspirasi dari film berjudul ‘Planet of The Apes’ yang waktu itu populer di tahun 1968. Dipilihnya nama ‘A Bathing Ape’ karena berasal dari peribahasa Jepang yang berarti 'bathing in lukewarm water'.
Pada 1 Februari 2011, konglomerat fashion yang berbasis di Hong Kong, I.T Group, membeli brand ‘A Bathing Ape’ dengan harga 2,8 juta dolar Amerika Serikat. Hingga akhirnya Nigo memutuskan hengkang dari brand yang telah 20 tahun bersamanya.
[readalso url=21361]
Stüssy

Image source: endclothing.com
Stussy adalah brand streetwear tertua di industri skenanya. Kalau Supreme lahir tahun 1994, BAPE tahun 1993, nah, Stussy ini resmi didirikan pada tahun 1984.
Pada awal era 1980-an, Shawn Stussy membuat papan surf dengan dengan signature namanya sendiri. Karena dia pikir logo yang diukir itu keren, akhirnya, Shawn menaruh dan menyablon logo tersebut di baju, celana, hingga topi dan dijual di sekitar pantai Laguna Beach, California.
Akhirnya tahun 1983, Frank Sinatra Jr menginvestasikan uang sekitar 5.000 dolar AS kepada Shawn. Akhirnya tahun 1984, berdirilah perusahaan Stussy secara resmi.
Supreme

Image source: hypebeast.com
Merek streetwear ini dikenal dengan logonya yang berbentuk kotak berwarna merah dan huruf Futura Heavy Oblique di dalamnya. Supreme yang diluncurkan pada tahun 1994 sangat lekat dengan skateboard.
Brand ini didirikan oleh James Jebbia. Jebbia membutuhkan uang sebesar 12 ribu dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 160 juta untuk membuka toko pertama Supreme di Lafayette Street, New York. Supreme sudah berkolaborasi dengan brand-brand terkenal lainnya seperti Vans, Nike, Timberland, Levi's, Comme des Garçons, The North Face
source: https://review.bukalapak.com/mens-style/7-merek-streetwear-terbaik-di-dunia-andalan-pria-mungkin-kamu-belum-tahu-66186
ARTICLE TERKINI
Article Category : Trending
Article Date : 25/06/2020
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :