Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Mau Mendaki Gunung di Antartika? Jangan Lupa Bawa Turun Feses Lo, Bro!

Saat mendaki gunung para pendaki pasti dituntut agar selalu mematuhi etika dan peraturan yang berlaku di gunung tersebut. Aktivitas mendaki gunung memang bukan sekedar aktivitas liburan biasa, bro.

Pasalnya, lo harus paham bagaimana cara bersikap dan mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku di suatu tempat, termasuk peraturan membawa turun feses saat lo mendaki gunung di Antartika.

Kenapa bisa ada peraturan ini di tempat paling ekstrim di dunia ya, bro? Bagaimana caranya agar bisa tetap mematuhi peraturan ini saat mendaki gunung di Antartika? Simak informasi selengkapnya berikut ini, bro!

[readalso url=22146]

Untuk Mencegah Pencemaran Lingkungan

Image source: ELI DUKE, FLICKR

Pegunungan di Antartika memang selalu menghadirkan tantangan lebih bagi para pendaki, termasuk dalam perkara buang air. Dengan segala keterbatasan fasilitas, para pendaki yang melakukan pendakian di hamparan salju Antartika diwajibkan membawa turun sampah yang dihasilkan selama perjalanan. Termasuk, tinja atau kotoran pribadi, baik air kecil maupun air besar yang lo keluarkan selama mendaki di Antartika, bro!

Dilansir laman Mental Floss, para ilmuwan dari Alaska mengatakan bahwa pemanasan global bisa saja menyebabkan sekitar 66 ton tinja beku di lereng gunung yang mencair. Nah, diberlakukannya peraturan ini untuk mengantisipasi dan memastikan masalah tersebut nggak terjadi di Antartika, bro.

Protokol Perlindungan Lingkungan Perjanjian Antartika

Image source: Flickr/Christopher Michel

Alasan lain, mengapa para pendaki nggak boleh membuang kotoran langsung ke lingkungan pegunungan Antartika, yaitu karena seperti yang diketahui, lingkungan di Antartika sangat kering dan suhu di sana bisa mencapai minus.

Dengan lingkungan dan suhu ekstrem seperti ini, bakteri yang membantu proses pembusukan "feses" nggak akan bekerja dengan optimal, sehingga kotoran yang menumpuk di Antartika akan tetap seperti itu dan sangat sulit membusuk, bro.

Selain itu, benua Antartika juga sudah mendapat perlindungan di bawah Protokol Perlindungan Lingkungan untuk Perjanjian Antartika dari tahun 1998. Perlindungan hukum itu menetapkan bahwa jumlah limbah yang dihasilkan atau dibuang di Antartika harus diminimalkan untuk melindungi lingkungan, bro. 

[readalso url=22193]

Incinolets, Toilet Khusus Pendaki di Antartika

Beberapa check point di area pendakian Antartika memang memiliki stasiun untuk membuang dua jenis limbah cair dan padat manusia untuk diproses secara terpisah. Toilet ini bernama 'toilet roket' atau secara resmi dikenal sebagai incinolets.

Fungsi utama dari stasiun limbah ini yaitu untuk membakar limbah dan hanya menyisakan abu saja, bro. Setiap pendaki juga dilarang buang air sembarangan lantaran akan mencemari es. Es yang tercemar ini besar kemungkinan bisa saja diminum oleh pendaki lainnya.

Pada tahun 2005, sekelompok ilmuwan asal Australia yang sedang melakukan penelitian di Antartika kehabisan plastik khusus menampung kotoran mereka. Untuk mengatasi limbah manusia yang ditinggalkan oleh 120 staf tersebut, para ilmuwan membakarnya dan membuang sedikit kotoran tersebut ke laut. 

Tapi sayangnya, metode pembuangan ini memiliki efek yang sangat merugikan, bro. Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2010 mengatakan bahwa limbah manusia yang dialirkan ke laut ini kurang menyebar dengan baik. 

Sebaliknya, kotoran tersebut justru menggumpal di area tertentu, mengekspos populasi anjing laut dan penguin di dekatnya dengan bakteri tingkat tinggi. Pencemaran ini akhirnya memengaruhi rantai makanan laut, dengan “penanda limbah” yang ditemukan pada siput dan ikan. Jadi, tetap patuhi peraturan yang berlaku ya, bro!

 

Referensi: https://www.mentalfloss.com/article/575512/what-happens-to-human-waste-in-antarctica
https://kumparan.com/kumparantravel/cara-pendaki-gunung-buang-air-besar-di-antartika-feses-dibawa-pulang-1uL190YtO0q

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Beginner #Extreme #solo-traveling

Article Category : Trending

Article Date : 03/11/2020

Superadventure
Superadventure
Admin Adventure
Penulis artikel petualangan outdoor dan ekstrem yang bawain kisah mendaki tebing, arung jeram, sampai menjelajah jalur off-road. Buat gue, petualangan itu lebih dari sekadar jalan-jalan, ini soal uji mental dan fisik. Tiap cerita gue kemas biar Superfriends kebawa sensasinya. Gue pengen lo yang baca ngerasa termotivasi buat keluar dari zona nyaman. Kalau lo suka tantangan alam, artikel di sini bakal bikin lo pengen langsung berangkat.

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
Trending

5 Kelezatan Kuliner Khas Daerah yang Sangat Dinanti Saat Lebaran

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Trending

Kuliner Khas Nusantara yang Wajib Hadir Saat Buka Puasa

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Trending

Ide Bisnis yang Lumayan Menguntungkan di Bulan Ramadan

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Trending

Mengenal Slow Tourism, Tren Traveling Viral Selain Virtual Tour dan Staycation

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive