Saat mendaki gunung para pendaki pasti dituntut agar selalu mematuhi etika dan peraturan yang berlaku di gunung tersebut. Aktivitas mendaki gunung memang bukan sekedar aktivitas liburan biasa, bro.
Pasalnya, lo harus paham bagaimana cara bersikap dan mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku di suatu tempat, termasuk peraturan membawa turun feses saat lo mendaki gunung di Antartika.
Kenapa bisa ada peraturan ini di tempat paling ekstrim di dunia ya, bro? Bagaimana caranya agar bisa tetap mematuhi peraturan ini saat mendaki gunung di Antartika? Simak informasi selengkapnya berikut ini, bro!
[readalso url=22146]
Untuk Mencegah Pencemaran Lingkungan

Image source: ELI DUKE, FLICKR
Pegunungan di Antartika memang selalu menghadirkan tantangan lebih bagi para pendaki, termasuk dalam perkara buang air. Dengan segala keterbatasan fasilitas, para pendaki yang melakukan pendakian di hamparan salju Antartika diwajibkan membawa turun sampah yang dihasilkan selama perjalanan. Termasuk, tinja atau kotoran pribadi, baik air kecil maupun air besar yang lo keluarkan selama mendaki di Antartika, bro!
Dilansir laman Mental Floss, para ilmuwan dari Alaska mengatakan bahwa pemanasan global bisa saja menyebabkan sekitar 66 ton tinja beku di lereng gunung yang mencair. Nah, diberlakukannya peraturan ini untuk mengantisipasi dan memastikan masalah tersebut nggak terjadi di Antartika, bro.
Protokol Perlindungan Lingkungan Perjanjian Antartika

Image source: Flickr/Christopher Michel
Alasan lain, mengapa para pendaki nggak boleh membuang kotoran langsung ke lingkungan pegunungan Antartika, yaitu karena seperti yang diketahui, lingkungan di Antartika sangat kering dan suhu di sana bisa mencapai minus.
Dengan lingkungan dan suhu ekstrem seperti ini, bakteri yang membantu proses pembusukan "feses" nggak akan bekerja dengan optimal, sehingga kotoran yang menumpuk di Antartika akan tetap seperti itu dan sangat sulit membusuk, bro.
Selain itu, benua Antartika juga sudah mendapat perlindungan di bawah Protokol Perlindungan Lingkungan untuk Perjanjian Antartika dari tahun 1998. Perlindungan hukum itu menetapkan bahwa jumlah limbah yang dihasilkan atau dibuang di Antartika harus diminimalkan untuk melindungi lingkungan, bro.
[readalso url=22193]
Incinolets, Toilet Khusus Pendaki di Antartika
Beberapa check point di area pendakian Antartika memang memiliki stasiun untuk membuang dua jenis limbah cair dan padat manusia untuk diproses secara terpisah. Toilet ini bernama 'toilet roket' atau secara resmi dikenal sebagai incinolets.
Fungsi utama dari stasiun limbah ini yaitu untuk membakar limbah dan hanya menyisakan abu saja, bro. Setiap pendaki juga dilarang buang air sembarangan lantaran akan mencemari es. Es yang tercemar ini besar kemungkinan bisa saja diminum oleh pendaki lainnya.
Pada tahun 2005, sekelompok ilmuwan asal Australia yang sedang melakukan penelitian di Antartika kehabisan plastik khusus menampung kotoran mereka. Untuk mengatasi limbah manusia yang ditinggalkan oleh 120 staf tersebut, para ilmuwan membakarnya dan membuang sedikit kotoran tersebut ke laut.
Tapi sayangnya, metode pembuangan ini memiliki efek yang sangat merugikan, bro. Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2010 mengatakan bahwa limbah manusia yang dialirkan ke laut ini kurang menyebar dengan baik.
Sebaliknya, kotoran tersebut justru menggumpal di area tertentu, mengekspos populasi anjing laut dan penguin di dekatnya dengan bakteri tingkat tinggi. Pencemaran ini akhirnya memengaruhi rantai makanan laut, dengan “penanda limbah” yang ditemukan pada siput dan ikan. Jadi, tetap patuhi peraturan yang berlaku ya, bro!
Referensi: https://www.mentalfloss.com/article/575512/what-happens-to-human-waste-in-antarctica
https://kumparan.com/kumparantravel/cara-pendaki-gunung-buang-air-besar-di-antartika-feses-dibawa-pulang-1uL190YtO0q
ARTICLE TERKINI
Article Category : Trending
Article Date : 03/11/2020
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :