Akibat merebaknya virus COVID-19, hal ini menyebabkan banyak destinasi wisata di China harus ditutup. Penutupan destinasi wisata itu juga termasuk Forbidden City atau Kota Terlarang di Beijing. Destinasi Kota Terlarang memang sangat terkenal dan dipenuhi cerita sejarah yang menarik. Bahkan, tiap tahunnya, Kota Terlarang bisa dikunjungi sekitar 16 juta wisatawan.
Kota Terlarang memang sangat luas. Untuk berjalan kaki lurus dari pintu masuk utama menuju pintu keluar di belakang saja bisa mencapai lebih dari 1 km. Hal ini dikarenakan Kota Terlarang memiliki luas sekitar 720.000 meter persegi. Megah banget pasti ya, bro?
[readalso url=21605]
Dulunya Merupakan Istana untuk Para Kaisar

Kota Terlarang merupakan salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1987. Dulunya, Kota Terlarang merupakan istana atau kerajaan China untuk para Kaisar dari dua dinasti, yaitu Ming dan Qing. Selama hampir 500 tahun lamanya, istana ini terus digunakan untuk kehidupan rumah tangga kerajaan.
Kota Terlarang yang juga dikenal sebagai Museum Istana ini dibangun pada 1406-1420. Meski sudah berumur ratusan tahun, sebagian besar bangunan yang dilihat saat ini adalah konstruksi dan renovasi Dinasti Qing abad ke-18. Terdapat 900-an bangunan yang ada di dalam Kota Terlarang ini.
Pada masa kekaisaran, masyarakat China nggak bisa masuk tanpa diundang. Apalagi Kota Terlarang dikelilingi tembok besar dengan empat gerbang dijaga ketat yang sulit untuk ditembus. Konon dahulu bunyi gong dan lonceng akan terdengar ketika Kaisar datang dan pergi.
Saat ini, turis bisa masuk melalui Gerbang Meridian, sebuah portal besar berbentuk U di ujung selatan kompleks, yang dulu diperuntukkan bagi kasiar saja. Sementara militer menggunakan gerbang barat untuk lalu lalang, warga sipil menggunakan gerbang timur, dan pelayan melalui gerbang utara.
Melalui Gerbang Meridian ini para wisatawan akan melewati halaman yang luas. Halaman ini juga bisa menampung kunjungan kehormatan kekaisaran untuk 100.000 orang.
Asal-usul Nama Forbidden City

Kalau mendengar namanya, Forbidden City atau Kota Terlarang memang akan menimbulkan banyak pertanyaan. Nah, menurut mitos masyarakat China lokal, istana ini diberi nama Forbidden City karena pada zaman kerajaan atau dinasti dulu, nggak ada satupun orang-orang yang bisa masuk dan keluar begitu saja ke kompleks istana tersebut.
Sehingga nggak sembarang orang diperkenankan masuk dan juga nggak sembarang orang boleh keluar dari kerajaan. Oleh karena itu, tempat ini akhirnya disebut sebagai istana terlarang atau Forbidden Palace yang sekarang menggunakan nama Forbidden City.
[readalso url=21602]
Kembali Beroperasi Setelah Pandemi
Pada 1 Mei 2020, akhirnya Kota Terlarang ini kembali dibuka, setelah ditutup selama tiga bulan karena pandemi COVID-19. Dilansir dari Gulfnews, pembukaan kembali ini diumumkan oleh The Palace Museum yang mengelola Kota Terlarang. Meski telah beroperasi, sejumlah prosedur ketat tetap diaplikasikan untuk mencegah terjadinya penularan virus.
Upaya yang dilakukan meliputi pembatasan jumlah pengunjung. Bila sebelumnya pihak pengelola bisa menerima 80 ribu pengunjung, kini hanya 5 ribu pengunjung saja yang boleh masuk per hari.
Pengunjung juga diwajibkan mengikuti protokol kesehatan, termasuk menggunakan masker, menunjukkan kode kesehatan dari aplikasi ponsel, hingga pengukuran suhu tubuh. Bila ada wisatawan yang demam atau batuk akan langsung ditolak masuk.
Di dalam kawasan Kota Terlarang, wisatawan pun tetap harus menaati physical distancing dengan cara berdiri sejauh satu meter antara satu dengan yang lain. Agar berhasil, batas 5 ribu pengunjung akan dibagi-bagi sesuai jam masuk.
Waktu masuk dibagi menjadi dua: 3 ribu orang pada pukul 08.30 hingga 13.00 dan sisanya diperbolehkan masuk pada pukul 13.00-17.00
Walaupun sudah kembali beroperasi, pengunjung baru diperkenankan untuk mengakses halaman luar dan pamerannya termasuk enam Istana Timur dan Barat, tiga Istana Belakang serta taman kekaisaran.
Mendatangi lokasi wisata yang sudah kembali dibuka setelah pandemi memang sah-sah saja, asalkan selalu tetap mengikuti anjuran physical distancing supaya aman ya, bro!
Source:
travel.tempo.co
his-travel.co.id
kumparan.com
ARTICLE TERKINI
Article Category : Trending
Article Date : 18/05/2020
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :