Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Ini Alasan Mengapa Masyarakat Baduy Nggak Mau Dikunjungi Wisatawan Lagi

Pada 6 Juli lalu, masyarakat Suku Baduy melayangkan surat untuk Presiden Joko Widodo agar menghapuskan kawasan adat Baduy sebagai destinasi wisata dan menggantinya sebagai cagar budaya. Keputusan tersebut disampaikan oleh Lembaga Adat Baduy dalam pertemuan di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

Nah, dalam surat terbuka tersebut konon berisi permohonan agar pemerintah dapat membantu menghapus citra satelit yang ada pada mesin pencarian Google atau menjadi restricted area. Mau tau apa alasan mengapa Suku Baduy meminta hal tersebut? Berikut alasannya!

[readalso url=21367]

Kuatnya Arus Modernisasi

Alasan pertama adalah Suku Baduy melihat bahwa tantangan melawan kuatnya arus modernisasi yang dibawa para wisatawan dianggap terasa semakin berat bagi para tokoh adat, dalam menanamkan aturan adat yang berlaku. Hal ini juga akhirnya membuat para tetua adat khawatir tatanan nilai adat akan runtuh pada generasi berikutnya. 

Banyak Pedagang dari Luar Baduy yang Berdatangan

Image source: faktualnews.co

Alasan lain mengapa masyarakat Suku Baduy nggak mau dikunjungi wisatawan adalah mulai banyaknya pedagang yang masuk ke Baduy. Padahal masyarakat Suku Baduy ingin agar wilayah mereka tetap tertutup.

Saat ini, banyak pedagang dari luar Baduy yang berdatangan ke dalam, sebagian besar pedagang tersebut menjual produk makanan dan minuman kemasan plastik. Hal itu pun dianggap mendatangkan persoalan baru.

Tercemarnya Lingkungan Akibat Ulah Wisatawan

Nggak hanya para pedagang makanan dan minuman yang menjadi persoalan baru, terlalu banyak wisatawan yang datang ke Baduy pun membuat banyak dari mereka nggak mengindahkan dan menjaga kelestarian alam. Ditemukan banyak sampah plastik yang dibuang sembarangan sehingga mencemari lingkungan Suku Baduy.

Hal ini juga yang akhirnya membuat banyak tatanan dan tuntutan adat mulai terkikis dan tergerus oleh persinggungan tersebut. Jangan jadi wisatawan yang seperti ini ya, bro!

Banyak Wisatawan Mengambil Foto Secara Diam-diam

Karena banyaknya wisatawan yang berkunjung ke wilayah Baduy, membuat berbagai area yang ada di sana pun akhirnya terekspose. Padahal, banyak area di sekitar wilayah Baduy yang disucikan, bro. Oleh karena itu, masyarakat Suku Baduy meminta agar foto-foto di wilayah Baduy yang disucikan dapat dihapus dan dijaga agar nggak tersebar.

[readalso url=19561]

Ketenangan Suku Baduy yang Terusik

Masifnya eksploitasi wilayah Baduy yang disebarluaskan di media sosial juga akhirnya membuat masyarakat Suku Baduy mulai terusik, bro. Terlebih, kawasan adat Suku Baduy Dalam melarang keras masuknya modernisasi dan lekat dengan kesederhanaan.

Ketenangan dari masyarakat Suku Baduy terusik karena foto-foto kawasan Baduy yang menggambarkan aktivitas sehari-hari mereka sudah tersebar luas di internet. Bahkan, seperti yang diketahui, siapa pun bisa dengan mudah mencari informasi tentang Suku Baduy di internet.

Kalau dilihat dari alasan-alasan mengapa masyarakat Suku Baduy nggak mau lagi dikunjungi oleh wisatawan, penyebab hal itu kebanyakan dari ulah para wisatawan itu sendiri ya, bro. Maka dari itu, jika berkunjung ke destinasi yang masih memegang teguh adat istiadat, jangan sampai merusak atau mengusiknya ya, bro! Selalu patuhi aturan yang ada dan jangan sampai mengganggu kelestarian alam sekitar!

 

Source: kumparan.com

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Beginner #Extreme #solo-traveling

Article Category : Trending

Article Date : 23/07/2020

Superadventure
Superadventure
Admin Adventure
Penulis artikel petualangan outdoor dan ekstrem yang bawain kisah mendaki tebing, arung jeram, sampai menjelajah jalur off-road. Buat gue, petualangan itu lebih dari sekadar jalan-jalan, ini soal uji mental dan fisik. Tiap cerita gue kemas biar Superfriends kebawa sensasinya. Gue pengen lo yang baca ngerasa termotivasi buat keluar dari zona nyaman. Kalau lo suka tantangan alam, artikel di sini bakal bikin lo pengen langsung berangkat.

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
Trending

5 Kelezatan Kuliner Khas Daerah yang Sangat Dinanti Saat Lebaran

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Trending

Kuliner Khas Nusantara yang Wajib Hadir Saat Buka Puasa

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Trending

Ide Bisnis yang Lumayan Menguntungkan di Bulan Ramadan

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Trending

Mengenal Slow Tourism, Tren Traveling Viral Selain Virtual Tour dan Staycation

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive