NASA sudah memulangkan sebanyak 17 ribu karyawannya. Hal itu menyusul beberapa pekerja di fasilitasnya dinyatakan positif Corona. Dan seperti kebanyakan warga di dunia, tim NASA juga beradaptasi untuk melakukan kerja dari rumah alias work from home (WFH) selama pandemi.
[readalso url=21614]
Misi Planet Mars

Seperti yang kita ketahui, NASA memiliki proyek untuk meneliti luar angkasa, termasuk planet Mars. Lantas bagaimana misi penjelajahan Mars di tengah pandemi? Apakah tetap berlanjut?
Misi penjelajahan NASA tidak balik kanan meski sejumlah staf, termasuk ilmuwan harus bekerja dari rumah. Rover Curiosity yang sudah mendarat di Mars sejak 6 Agustus 2012 tetap melakukan penelitian di daratan planet berwarna merah itu. Ilmuwan NASA yang bekerja dari rumah melakukan uji coba penjelajahan menggunakan teknologi yang sempat digunakan di bioskop tahun 1989-an.
Dalam sebuah postingan, NASA merinci bagaimana anggota timnya mempersiapkan pengaturan untuk 'mengendarai' alias mengendalikan Curiosity dari rumah. Dari sekian banyak alat, tak semua peralatan di kantor NASA bisa dibawa pulang ke rumah.
Biasanya, pilot Curiosity mengandalkan kacamata 3D khusus untuk melihat lanskap di sekitar daratan Mars dan membantu melakukan navigasi, serta menjangkau lengan robot. Namun, karena kacamata khusus itu tak bisa diangkut ke rumah, para ilmuwan kemudian mengandalkan lagi kacamata 3D yang tampilan sisi kiri dan kanan berwarna merah dan biru. Persis seperti kacamata 3d zaman dulu alias jadul.
Upaya itu semata-mata agar operator penjelajah bisa melihat gambar 3D pada laptop biasa di rumah. Meski saat digunakan nggak begitu nyaman, tapi kacamata 3D jadul ini tetap bekerja dengan baik untuk menentukan gerakan dan gerakan lengan Curiosity di atas daratan Mars.
Tim Curiosity mengakui masa-masa pandemi ini menjadi momen sulit yang dihadapkan dalam misi penjelajahan Mars. Akan tetapi, Mars tidak diam, NASA tetap melakukan ekspolrasi dengan sejumlah inovasi untuk menyusuri dan menemukan fakta-fakta lain di planet Merah itu.
[readalso url=21608]
Temuan NASA Soal Efek Pandemi di Bumi
Citra satelit yang diterbitkan oleh NASA dan Badan Antariksa Eropa mendeteksi pengurangan emisi nitrogen dioksida, yang sebagian besar berasal dari pembakaran bahan bakar fosil, dari Januari hingga Februari di Cina. Temuan oleh Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih (CREA) menunjukkan bahwa emisi karbon dioksida China telah berkurang 25 persen.
Selama karantina Italia, data satelit serupa telah menunjukkan penurunan emisi nitrogen dioksida di wilayah utara negara itu dan saluran air di Venesia tampak lebih bersih karena berkurangnya lalu lintas kapal wisata secara drastis.
Hal serupa juga tampak di India, jam malam nasional pada 22 Maret menghasilkan tingkat rata-rata terendah dari polusi nitrogen dioksida yang pernah tercatat di musim semi, menurut Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih (CREA).
Source: https://www.businessinsider.sg/nasa-3d-glasses-mars-curiosity-rover-working-from-home-2020-4
ARTICLE TERKINI
Article Category : Trending
Article Date : 16/05/2020
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :