Siapa sih yang nggak tau kota Jakarta? Ibukota negara Indonesia ini merayakan hari ulang tahunnya di tanggal 22 Juni lho, bro. Tanggal tersebut diyakini menjadi waktu di mana Kesultanan Banten merebut kawasan Sunda Kelapa yang kala itu tengah diduduki Portugis.
Sejarawan JJ Rizal menjelaskan, penetapan hari istimewa tersebut diprakarsai oleh Wali Kota Jakarta Sudiro yang saat itu memimpin pada periode 1953-1960. Saat itu, ibukota negara baru saja dikembalikan ke Jakarta usai sempat berpindah di Yogyakarta.
Sudiro merasa, Jakarta harus memiliki hari ulang tahun yang bisa dirayakan setiap tahunnya. Hingga kemudian beliau mengukuhkan tanggal 22 Juni sebagai peringatan hari ulang tahun kota Jakarta. Berikut ini beberapa fakta unik lainnya terkait sejarah dan kebudayaan betawi yang sangat menarik di DKI Jakarta.
[readalso url=21716]
Pergantian Nama Sebelum Menjadi Jakarta

Image source: Galih W. Satria/Bintang.com
Wilayah yang sekarang ini menjadi Jakarta memang sempat beberapa kali berganti nama dulunya. Nama-nama seperti Sunda Kelapa, Batavia hingga Jayakarta sempat menjadi nama wilayah yang sekarang menjadi Ibukota Negara Republik Indonesia ini.
Sebelum berada di bawah kekuasaan Kerajaan Galuh-Pakuan di abad ke-12, nama kota ini adalah ‘Sunda Kelapa’. Konon, nama tersebut sudah ada sejak abad ke-5. Sunda Kelapa merupakan pelabuhan yang menjadi tempat singgahnya kapal-kapal dari berbagai negara, seperti dari India, China, Jepang dan dari negara-negara lainnya.
Pada tahun 1527, Fatahillah datang dari Banten dan merebut wilayah Sunda Kelapa pada 22 Juni. Kala itu nama Sunda Kelapa diganti menjadi Jayakarta dan menjadi bagian dari wilayah kesultanan Banten. Nah, momen inilah yang dijadikan sebagai hari lahir kota Jakarta, bro.
Kemudian pada 30 Mei 1619 Kota Jayakarta berhasil dikuasai oleh Belanda. Sejak saat itu, nama Jayakarta diubah menjadi Batavia. Pada masa penjajahan Jepang pada 1942, nama Batavia diubah kembali menjadi Jakarta dan digunakan hingga saat ini, bro.
Boneka Ikonik kota Jakarta, Ondel-Ondel

Image source: en.wikipedia.org
Warga Jakarta dan sekitarnya pasti sudah nggak asing dengan boneka raksasa yang satu ini. Boneka ikonik setinggi 2,5 sampai 3 meter dengan lingkar tubuh hingga 90 cm itu sudah menjadi bagian dari budaya betawi yang sangat populer di Indonesia. Dibalik rupanya yang besar dan menyeramkan, boneka ondel-ondel memiliki makna filosofis yang mendalam lho, bro.
Orang yang menjalankan dan memainkan ondel-ondel biasanya 'mengintip' suasana sekitar dari sela-sela kancing yang terletak pada dada ondel-ondel. Hal ini bermakna agar manusia selalu memandang suatu peristiwa bukan hanya dari mata, tapi juga dari hati, bro.
Ondel-ondel biasanya di cat dengan dua tipe warna untuk membedakan jenis kelaminnya, yaitu merah untuk ondel-ondel laki-laki dan putih untuk ondel-ondel perempuan. Warna merah pada ondel-ondel melambangkan keberanian dan semangat yang ada pada setiap laki-laki. Sedangkan, warna putih pada ondel-ondel perempuan melambangkan kesucian dan kebaikan yang ada jiwa perempuan.
[readalso url=21610]
Setu Babakan, Wisata Budaya Betawi

Lo juga bisa menikmati wisata budaya di kota metropolitan ini, bro. Di Jakarta Selatan, tepatnya di Kecamatan Jagakarsa ada sebuah destinasi dengan nuansa khas betawi yang biasa disebut Setu Babakan. Destinasi wisata budaya ini ditetapkan Pemerintah DKI Jakarta sebagai tempat pelestarian dan pengembangan budaya Betawi. Luas areanya mencakup 32 hektar lahan dan perairan. Setu Babakan resmi ditetapkan sebagai kawasan cagar Budaya Betawi oleh pemerintah daerah dan dinas terkait pada tahun 2004, bro.
Kawasan wisata Setu Babakan ini dibagi menjadi tiga zona wilayah, yaitu zona A, zona B, dan zona C. Zona A dikembangkan khusus untuk menjadi pusat pelestarian pengembangan budaya khas Betawi. Di zona ini lo bisa melihat rumah adat betawi dan koleksi benda-benda bersejarah di museum, bro. Selain itu, ada juga gedung teater dan gedung modern bernuansa khas Betawi.
Nah, di zona B lo bisa banget memanjakan lidah dan mengisi perut lo, bro. Zona seluas 3.700 meter persegi ini menampung hingga sekitar 250 pedagang kuliner khas Indonesia dan betawi, bro. Pastinya, lo bisa nyicipin segarnya es selendang mayang dan gurihnya kerak telor di tempat ini.
Satu lagi, zona C yang menjadi pusat studi budaya. Area seluas 2,8 hektar ini dikembangkan untuk menjadi zona komersial dan studi alam di Setu Babakan. Zona yang terletak di tengah-tengah Setu Babakan ini dibangun untuk menceritakan aktivitas sehari-hari masyarakat betawi.
Harga tiket masuk yang sangat terjangkau dan aksesnya yang sangat strategis membuat kawasan wisata ini menjadi idola saat masyarakat Jakarta dan sekitarnya saat musim liburan tiba. Sudah pernah ke tempat ini, bro?
Referensi : https://news.detik.com/berita/d-4595730/hut-jakarta-ke-492-kenali-sejarahnya
https://megapolitan.kompas.com/read/2018/06/23/10321731/cerita-di-balik-penentuan-hari-ulang-tahun-jakarta
https://www.idntimes.com/news/indonesia/vanny-rahman/3-fakta-ondel-ondel-betawi-yang-kamu-belum-tahu-1/3
https://travelspromo.com/htm-wisata/setu-babakan-kampung-betawi/
ARTICLE TERKINI
Article Category : Trending
Article Date : 22/06/2020
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :