Republik Indonesia memang populer sebagai negara yang sangat kaya akan alam dan budaya. Faktor agama dan keyakinannya pun turut mempengaruhi setiap tradisi yang menyatu dengan budaya, termasuk agama Islam.
Menjadi negara dengan populasi umat Islam terbanyak di dunia membuat Indonesia sangat kental dengan berbagai tradisi Islam, salah satunya tradisi menyambut bulan Ramadan.
Tradisi unik yang khas dan syarat makna ini tentu akan sangat menakjubkan kalau lo menonton di daerahnya secara langsung. Berikut tradisi budaya daerah di seluruh penjuru Nusantara, untuk menyambut bulan suci Ramadan.
[readalso url=21498]
Meugang, Makan Daging Bersama di Aceh

Masyarakat Aceh mempunyai budaya tradisi yang sangat khas untuk menyambut bulan Ramadan, yaitu tradisi meugang. Tradisi ini berupa memasak daging dan menyantapnya bersama keluarga, orang-orang terdekat hingga bersama anak-anak yatim piatu di Provinsi di ujung barat Nusantara ini. Tradisi meugang sudah dilakukan sejak ratusan tahun silam, tepatnya sejak Sultan Iskandar Muda memimpin Aceh.
Suatu masa menjelang bulan suci Ramadan, kepala desa sudah menerima surat dari sultan untuk mencatat setiap warga yang kurang mampu di daerahnya. Setelah itu, sultan mengirim uang kepada warganya untuk membeli hewan ternak agar setiap warga yang kurang mampu tetap bisa menyantap hidangan daging bersama keluarganya.
Seiring berkembangnya zaman, meugang menjadi tradisi wajib bagi masyarakat Aceh yang mayoritas beragama Islam. Walaupun modelnya sedikit berbeda dengan masa kesultanan, makna terkandung di baliknya sama. Saat tradisi meugang semua orang statusnya sama, baik orang kaya ataupun warga yang kurang mampu. mereka semua membeli daging untuk dimakan bersama-sama.
Dandangan, Pesta Rakyat Khas Kudus

Image source: phinemo.com
Tradisi ini merupakan tradisi masyarakat Kudus yang digelar khusus untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan yang sudah ada sejak lebih dari 450 tahun yang lalu, atau sejak zaman Sunan Kudus. Dandangan biasanya diselenggrakan sehari sebelum bulan puasa dan selalu diisi dengan pasar rakyat yang meriah. Tradisi ini selalu mengundang interaksi dan transaksi warganya yang mengais rezeki sebelum datangnya bulan suci Ramadan.
Beberapa masyarakat meyakini, nama Dandangan diambil dari bunyi bedug yang ditabuh. Kala itu, masyarakat berkumpul di Masjid Kudus untuk menunggu Kanjeng Sunan Kudus mengumumkan persisnya tanggal 1 Ramadan. Sebelum pengumuman, bedug masjid ditabuh dan mengeluarkan bunyi "dang! dang! dang!". Begitulah nama Dandangan dijadikan tradisi turun temurun.
Sejak 2008, Pemkab Kudus memfasilitasi Dandangan menjadi atraksi wisata yang mampu mengundang wisatawan dengan menambahkan pentas kolosal visualisasi perjalanan sejarah dan tradisi budaya masyarakat Kudus.
[readalso url=21493]
Megengan, Bagi-bagi Kue Khas Jawa Timur

Image source: cookpad.com
Tradisi ini merupakan festival membagikan kue apem dan makanan-makanan ringan lainnya. Megengan atau yang biasa disebut dengan punggahan merupakan salah satu tradisi budaya masyarakat Jawa, khususnya Jawa Timur, dalam menyambut bulan suci Ramadan. Tradisi ini diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga pada saat menyebarkan Agama Islam di Jawa Timur.
Megengan berasal dari kata megeng yang berarti menahan, hal ini erat kaitannya dengan bulan puasa yang identik dengan menahan lapar dan haus serta menahan hawa nafsu.
So, itu dia informasi tradisi budaya di berbagai daerah seluruh penjuru Nusantara, untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Di tahun 2020 ini, mungkin beberapa tradisi tersebut menyesuaikan dengan situasi kesehatan dunia yang kurang kondusif. Semoga cepat membaik dan keadaan pulih seperti sedia kala ya, bro.
Referensi : https://travel.detik.com/domestic-destination/d-4536198/aneka-tradisi-sambut-ramadhan-di-indonesia
https://www.liputan6.com/ramadan/read/3957063/7-tradisi-unik-menyambut-bulan-ramadan-di-indonesia-dari-mandi-hingga-makan-bersama
ARTICLE TERKINI
Article Category : Trending
Article Date : 24/04/2020
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :