Salah satu bangunan ikonik khas kota Palembang yang telah ada sejak lama lama adalah Jembatan Ampera. Jembatan ini diketahui berfungsi sebagai penghubung masyarakat daerah Seberang Ilir dan Ulur. Berkat kehadiran Jembatan Ampera, perekonomian warga setempat pun dapat tumbuh dengan cepat.
Jembatan sepanjang 1.177 meter ini merupakan hadiah yang dipersembahkan Sukarno kepada masyarakat Palembang. Apa saja keistimewaan Jembatan Ampera? Adakah fakta-fakta unik yang tersembunyi di baliknya? Berikut adalah 5 fakta menarik tentang Jembatan Ampera di Palembang. Silakan disimak ya bro!
1. Diresmikan oleh Pahlawan Revolusi Indonesia

5 Fakta Menarik Seputar Jembatan Ampera di Palembang. Photo Credit: sibukliburan.id
Pembangunan jembatan ini dimulai sejak April 1962. Setelah benar-benar rampung, Jembatan Ampera kemudian diresmikan untuk pertama kalinya pada tanggal 30 September 1965. Nah, orang yang ditugasi untuk meresmikan jembatan ini kala itu adalah Letjen Ahmad Yani.
Jembatan Ampera sebenarnya merupakan hadiah persembahan dari Bung Karno. Meski begitu, beliau mempercayakan Ahmad Yani sebagai orang yang membuka penggunaan jembatan ini. Namanya pun tetap dikenang hingga sekarang.
Peresmian Jembatan Ampera diketahui menjadi kegiatan kenegaraan terakhir yang dilakukan Letjen Ahmad Yani. Pasalnya, setelah itu, beliau dinyatakan tewas akibat peristiwa G30S/PKI pada tanggal 1 Oktober 1965. Jasa dan ide yang disumbangkan Ahmad Yani terhadap NKRI telah menginspirasi banyak orang hingga kini.
2. Pernah Mendapat Gelar Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

5 Fakta Menarik Seputar Jembatan Ampera di Palembang. Photo Credit: srivijaya.id
Jembatan satu ini diketahui mempunyai panjang 1.117 meter serta lebar 22 meter. Hal tersebut mengukuhkan namanya sebagai Jembatan Terpanjang se-Asia Tenggara di masa lampau. Dahulu, Jembatan Ampera juga termasuk fasilitas canggih karena area tengahnya mampu diangkat ke atas agar tiang kapal tidak tersangkut.
Area tengah jembatan ini bisa terangkat ke atas berkat peralatan mekanis serta kehadiran dua bandul pemberat dengan masing-masing bobot menaranya sebesar 500 ton. Kecepatannya kurang lebih sekitar 10 meter per menit. Lama waktu yang dibutuhkan untuk mengangkat area tengah jembatan adalah setengah jam atau 30 menit.
Memasuki tahun 1970, sistem kerja ini tidak lagi diterapkan Jembatan Ampera. Pasalnya, durasi pengangkatan area tengah jembatan ini dianggap terlalu lama dan menghambat arus lintas. Penghentian mekanisme ini juga dilakukan karena tidak ada lagi kapal besar yang berlayar melintasi Sungai Musi.
[readalso url=20816]
3. Proses Pembangunan Jembatan Memakai Dana Rampasan Perang

5 Fakta Menarik Seputar Jembatan Ampera di Palembang. Photo Credit: pesona.travel
Ide pembangunan Jembatan Ampera bermula ketika pemerintah daerah Palembang berniat menyatukan dua daratan yang terpisah. Pembicaraan terkait ide jembatan kabarnya sudah ada dari tahun 1906, yakni pada era Gemeeente Palembang. Memasuki tahun 1924, orang yang menjabat sebagai Wali Kota Palembang adalah Le Cocq de Ville.
Gagasan tentang pembangunan Jembatan Ampera kemudian mencuat kembali pada masa kemerdekaan. DPRD Peralihan Kota Besar Palembang saat itu menyarankan pembangunan jembatan dimulai pada tanggal 29 Oktober 1956.
Pada masa itu, modal awal yang dihabiskan pemerintah kota Palembang untuk jembatan ini adalah Rp 30.000. Panitia pembangunan jembatan pun mulai dibuat pada tahun 1957. Mereka yang terpilih sebagai anggota di antaranya adalah Gubernur Sumatera Selatan H.A Bastari, Penguasa Perang Komando Daerah Militer IV/Sriwijaya Harun Sohar, Wali Kota Palembang, M. Ali Amin, dan lain-lain.
[readalso url=19705]
4. Beberapa Onderdil Jembatan Pernah Menjadi Objek Pencurian Oknum Tak Dikenal

5 Fakta Menarik Seputar Jembatan Ampera di Palembang. Photo Credit: widzies - WordPress.com
Sejumlah oknum tak dikenal diketahui pernah mencuri beberapa onderdil jembatan ini pada tahun 1997-1998. Mereka kabarnya memanjat menara jembatan, lalu memotong onderdil yang tak berfungsi dengan baik. Waduh, seram juga ya?
Jembatan Ampera juga telah mengalami pengecatan sebanyak tiga kali. Awalnya, jembatan ini mempunyai warna abu-abu. Warnanya kemudian diubah menjadi kuning pada tahun 1992. Kemudian, di tahun 2002, jembatan ini mengalami perubahan warna menjadi merah hingga sekarang.
5. Memiliki Nama Awal “Jembatan Bung Karno”

5 Fakta Menarik Seputar Jembatan Ampera di Palembang. Photo Credit: cindy032007.blogspot.com
Jembatan Ampera awalnya dinamai Jembatan Bung Karno. Nama tersebut dipilih warga Palembang untuk menghormati jasa Presiden RI pertama tersebut selama ini. Akan tetapi, ide penamaan ini tak disetujui oleh Bung Karno sendiri.
Alasannya karena kondisi politik pada tahun 1966 tidak terbilang kondusif. Pada masa itu, gerakan anti-Sukarno semakin menguat. Sukarno tidak menginginkan nama jembatan ini memanaskan pergolakan politik yang sedang terjadi.
Jembatan pun akhirnya dinamai Ampera yang merupakan akronim dari slogan bangsa Indonesia tahun 60-an, yakni Amanat Penderitaan Rakyat. Nama tersebut pun terus dipakai sampai sekarang.
Demikian 5 fakta unik seputar Jembatan Ampera yang berlokasi di kota Palembang, Sumatera Selatan. Semoga informasi ini menambah wawasan dan pengetahuan lo. Jembatan Ampera tentu sayang untuk dilewatkan begitu saja oleh wisatawan yang berlibur di Palembang. Jangan lupa ke sini ya bro!
Source: kumparan.com
Feature Image - shutterstock
ARTICLE TERKINI
Article Category : Trending
Article Date : 25/12/2019
2 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
EDI SASONO
17/04/2025 at 10:10 AM
RAJIN SILALAHI
19/04/2025 at 05:15 AM