Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Bicara soal pengaruh elemen elektronik dalam perkembangan musik memang tidak ada habisnya. Saya termasuk individu yang percaya bahwa kombinasi elemen sintetis dan organik yang kadarnya pas, akan menghasilkan suatu komposisi yang solid.

[bacajuga]

Jika ditarik mundur 50 tahun, The Beatles bereksperimen di album Revolver menggunakan Analog Tape Machine yang menghasilkan efek-efek modulasi seperti flanger, chorus hingga tape loops & reverse effect. Berkat ide-ide liar dan kepiawaian produser-engineer George Martin, mereka dapat menghasilkan hal tersebut. Bukan merupakan sesuatu yang konvensional dan mungkin belum pernah dilakukan oleh musisi generasi sebelumnya.

Beberapa generasi setelah The Beatles, Radiohead mengembangkan eksplorasi serupa yang dapat terdengar pada album ketiga mereka, OK Computer, yang beberapa waktu lalu diarsipkan oleh The Library of Congress (AS) sebagai rekaman yang memiliki pengaruh kultural, historis & estetis. Menurut kacamata saya, Revolver merupakan salah satu album yang paling berpengaruh di industri musik pop modern dari segi sound. Pendekatan yang dilakukan saat itu memiliki pengaruh besar terhadap sound rekaman yang tidak asing di telinga kita pada era sekarang.

Teknologi memiliki peran besar dalam industri musik dalam berbagai macam aspek mulai dari komposisi, teknik rekaman, hingga pengeditan. Salah satu yang paling umum di kenal adalah synthesizer. Sound yang dikontrol oleh voltase listrik ini, memberikan pengaruh secara langsung kepada musisi sehingga pilihan yang ditawarkan dalam penulisan lagu maupun eksplorasi sound menjadi tidak terbatas. Nama-nama besar seperti Robert Moog, Ronald Buchla hingga Dave Smith sering disebut sebagai pionir synthesizer pada era modern.

The sound of moog masuk ke pasar umum melalui album Bookends oleh Simon & Garfunkel dan Abbey Road dari The Beatles. Synthesizer memiliki bunyi yang beragam, mulai dari menyerupai piano, string/brass section sampai drum machine. Saat ini, synthesizer digunakan sebagai instrumen sangat umum dalam produksi rekaman. Di era sekarang bahkan sudah ada medium berupa virtual instrument yang mampu mengimitasi suara berbagai macam synthesizer dalam sebuah komputer yang membuat produksi musik menjadi semakin efisien.

Baca Juga : Shure UR4D

Selain synthesizer, hal berikut yang tak kalah mempengaruhi musik modern adalah sampling, yang merupakan suatu teknik mengambil bagian tertentu pada sebuah recording atau merekam langsung sebuah alat musik/objek apapun dan memodifikasinya menjadi sebuah instrument atau efek tertentu dalam sebuah komposisi. Hasil dari pengambilan audio tersebut dinamakan sample. Berawal dari musisi yang bereksperiman dengan memanipulasi tape loops dan vinyl records. Hip-hop adalah genre musik populer pertama yang berakar dari teknik sampling.

Teknologi melahirkan banyak alat-alat yang menunjang kreativitas musisi di era sekarang, dan jika dilihat perkembangan pesat yang ditawarkan oleh teknologi dalam kurun waktu 50 tahun terakhir, hal ini akan terus berlanjut dan sepertinya akan ada banyak genre baru yang dapat lahir di masa yang akan datang, baik di industri musik secara global maupun di Indonesia. Seperti kalimat pembuka saya, kombinasi yang kadarnya pas antara elemen sintetis dan organik mampu melahirkan komposisi musik yang solid. Namun tantangannya bagi musisi era sekarang adalah pemilihan bumbu-bumbu yang tepat untuk menghasilkan hal tersebut.

Foto Scaller: @irvansuta/Instagram Reney Karamoy

  

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Reney Karamoy #Reney 'Scaller' #SCALLER #Teknologi Musik #George Martin #The Beatles #Radiohead #Robert Moog #Moog #Synthesizer #sampling #supernoize #Super Noize

Article Category : Noize

Article Date : 07/07/2017

Supermusic
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

7 Comments

Comment
WARNO WARNO

WARNO WARNO

07/03/2025 at 12:07 PM

Pengaruh Teknologi terhadap Musik Modern
SAWI TRI

SAWI TRI

17/04/2025 at 13:15 PM

Teknologi melahirkan banyak alat-alat yang menunjang kreativitas musisi di era sekarang, dan jika dilihat perkembangan pesat yang ditawarkan oleh teknologi dalam kurun waktu 50 tahun terakhir, hal ini akan terus berlanjut dan sepertinya akan ada banyak genre baru yang dapat lahir di masa yang akan datang, baik di industri musik secara global maupun di Indonesia. Seperti kalimat pembuka saya, kombinasi yang kadarnya pas antara elemen sintetis dan organik mampu melahirkan komposisi musik yang solid. Namun tantangannya bagi musisi era sekarang adalah pemilihan bumbu-bumbu yang tepat untuk menghasilkan hal tersebut.
Raihan Abdullah

Raihan Abdullah

28/04/2025 at 22:05 PM

Keren
RAJIN SILALAHI

RAJIN SILALAHI

03/06/2025 at 21:00 PM

Nice
GRACE JELIA PUTRI TADETE

GRACE JELIA PUTRI TADETE

09/07/2025 at 17:30 PM

Good
MA Roz

MA Roz

08/11/2025 at 22:01 PM

.
Cands

Cands

05/12/2025 at 03:41 AM

Kelaz
Other Related Article
image article
Noize

Rudolf Dethu: Muda, Bali, Bernyali

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Noize

Perilaku Individu Musik Indonesia di Era ‘Baby Boomers’ dan ‘Gen X’

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Noize

Yulio Piston: Tentang Menjadi Pengkritik Musik

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Noize

Sudah Saatnyakah Indonesia Punya Rock ‘n Roll Hall of Fame?

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive