Mendaki gunung memang identik dengan olahraga extreme yang pada umumnya digemari kalangan lelaki. Sebuah pencapaian besar jika berhasil menjelajahi setiap jalurnya hingga akhirnya sampai ke puncak gunung, apalagi puncak gunung dengan predikat gunung tertinggi di dunia. Para pendaki di seluruh dunia pasti memimpikan untuk bisa mendaki sampai ke puncak gunung tertinggi di dunia, Gunung Everest.
Kisah inspiratif datang dari wanita yang lahir di sebuah negeri di dataran Tmur Tengah. Meskipun olahraga bukanlah kegiatan lumrah bagi wanita di negerinya, ia justru menembus batas stigma tersebut demi melakoni olahraga yang sangat extreme dan penuh risiko ini. Dia adalah Raha Moharrak, perempuan keturunan Arab pertama sekaligus termuda yang mampu menaklukkan puncak Gunung Everest di 2013.
[readalso url=21456]
Wanita Keturunan Arab Termuda dan Pertama Penakluk Puncak Everest

Image source: rahamoharrak.com
Raha Moharrak semasa kecilnya telah terbiasa hidup di lingkungan muslim yang sangat religius, tepatnya di Kota Jeddah, Arab Saudi. Berbagai pemikiran inspiratif mulai muncul ketika menempuh pendidikan studi Komunikasi Visual di American University of Sharjah di Uni Emirat Arab. Semenjak itu pula dirinya mengenal olahraga panjat tebing yang kemudian jatuh hati ada aktivitas olahraga extreme mendaki gunung.
Raha Moharrak memang tidak hanya menyandang predikat sebagai perempuan Saudi pertama yang mendaki Gunung Everest, tetapi juga sebagai keturunan Arab paling muda pertama yang berhasil mencapai puncak Everest.
"Aku tak peduli dengan predikat yang pertama, asalkan itu dapat menginspirasi orang lain untuk menjadi yang kedua," ucap Raha Moharrak ketika ditanya mengenai pencapaiannya seperti dikutip dari BBC.
Dirinya memang berharap agar kisahnya dapat menginspirasi seluruh dunia, agar selalu berusaha mewujudkan cita-citanya dan pantang menyerah melewati segala rintangan yang menghadang
Sempat Nggak Diizinkan Keluarga
Sebelum menghadapi tantangan jalur bersalju di jalur Gunung Everest, ternyata wanita ini telah melalui tantangan yang jauh lebih berat sebelumnya. Dirinya sempat mendapat larangan keras dari keluarganya, lantaran mendaki gunung merupakan olahraga extreme yang sangat berbahaya dan dianggap kurang cocok dilakukan wanita dari negerinya.
Namun, putri bungsu dari tiga bersaudara ini terus membujuk dan meyakinkan keluarganya agar mendapatkan restu untuk melakukan pendakian. Dilansir dari laman CNN, Rara menyampaikan sulitnya mendapat restu keluarga untuk mendaki gunung tertinggi di dunia, ternyata lebih sulit ketimbang mendaki gunung itu sendiri. Hal tersebut bisa dibilang wajar, mengingat keluarganya yang tinggal dan tumbuh di lingkungan yang sangat konservatif.
[readalso url=21412]
Misi Kemanusiaan
Bagi wanita kelahiran tahun 1986 ini, mencapai puncak tertinggi di dunia dengan ketinggian yang mencapai 8.850 Mdpl, bukan hanya sekadar hobi yang dijalankan untuk kesenangan semata. Raha bersama empat teman komunitasnya, mempunyai misi dengan proyek bantuan pendidikan.
Dilansir dari laman BBC, mereka berusaha menggalang dana sebesar US$1 juta untuk membiayai proyek-proyek pendidikan di Nepal. Raha berharap, apa yang ia dan teman-teman komunitas 'Arabs with Altitude' lakukan dapat menginspirasi berbagai kalangan agar terus melakukan kebaikan walau berbagai rintangan extreme selalu menghadang.
So, itu dia informasi yang sangat inspiratif dari Raha Moharrak, wanita keturunan Arab termuda dan pertama yang berhasil mencapai puncak Everest. Semoga bisa menginspirasi lo, agar jangan mudah menyerah ketika tantangan yang sangat berat menghadang. Tetap semangat berpetualang dan pantang menyerah, bro!
Referensi : https://edition.cnn.com/2013/05/19/world/meast/first-saudi-woman-climbs-everest/index.html
https://www.bbc.com/indonesia/dunia/2013/05/130518_arab_saudi_everest_perempuan
ARTICLE TERKINI
Article Category : In Depth
Article Date : 16/04/2020
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :