Sebuah karya musik layaknya sebuah koin yang memiliki dua sisi berbeda. Dua bagian yang bersinggungan itu sering kali berseberangan satu sama lain, walaupun memiliki artian yang sama. Mungkin bagi sebagian penggemar musik fanatik pernah terlintas mendengar, bahkan tak asing dengan istilah A-side dan B-side. Jika versi A-Side adalah hasil karya yang disebarluaskan untuk kepentingan komersil dan menjadi rekaman utama di pasaran musik, maka B-Side adalah kebalikannya.
Secara harfiah B-side merupakan bentuk karya idealisme dari sang performer yang sebenarnya tidaklah jauh berbeda dengan A-side dari segi kualitas. Tapi B-side kerap dianggap hanya sebagai karya pelengkap semata. Beberapa band menggunakan formula B-side untuk sengaja menyimpan materi yang tak sesuai konsep album yang sedang digarap. Namun tak jarang beberapa album B-side malah melahirkan karya yang cukup mumpuni untuk bersanding dengan rilisan resmi.
Simak enam Album B-side terkeren versi SupermusicID. Diantara deretan album berikut, adakah karya favorit lo?
Nirvana
Album: Incesticide (1992)

Semua mungkin setuju jika tak ada band yang bisa sebesar dan sefenomenal Nirvana di era jayanya. Walau perjalanan musik mereka terbilang singkat, unit beken Nirvana mampu menetaskan tiga album penting selama berkarir. Deretan LP jagoan seolah menjadi katalisator bagi band-band rock alternatif yang tumbuh bermekaran di sepanjang periode 90-an. Mulai dari Bleach, Nevermind hingga In Utero menjadi kiblat tersendiri bagi para penggila musik yang tumbuh besar di kala itu.
Namun untuk kalangan penggemar Nirvana sejati, tentu sudah tak tabu dengan rangkaian lagu-lagu b-side berwujud album Incesticide yang rilis pada 1992 silam. Lagu-lagu andalan seperti “Aneurysm” dan “Sliver” terlanjur melekat pada identitas penuh agresi khas Nirvana. Belum ditambah dengan lagu daur ulang milik kelompok indie pop asal Skotlandia The Vaselines yang berjudul “Son of a Gun” dan “Molly’s Lips”. Walau hanya sebuah B-side, Nirvana sendiri mampu membuktikan kapasitas yang termuat di Incesticide bukanlah sembarang materi yang mereka ciptakan.
Metallica
Album: Garage Inc. (1998)

Mari lupakan sejenak deretan karya-karya legendaris pasukan Metallica seperti Kill ‘Em All, Master of Puppets hingga The Black Album. Tak ada yang berani menyangkal jika Metallica telah menjadi tonggak vital bagi ranah thrash metal dunia selama massa tiga dekade lebih. Muatan berisikan track mumpuni layaknya menjadi ujung tombak bagi Hetfield cs dalam mengarungi derasnya belantika musik. Tapi teruntuk para fans sejati Metallica, tentu mengenal secara intim antologi album berjudul Garage Inc. yang dilepas di tahun 1998 lalu.
Berisikan lagu-lagu daur ulang milik para punggawa musik cadas dunia seperti Black Sabbath, Misfits, Blue Oyster Cult hingga Discharge. Lewat Garage Inc. Metallica menunjukkan sisi lain bahwa mereka tak hanya berpatokan pada musik heavy metal semata sebagai panutan utama. Mereka juga mengagumi para pesohor-pesohor punk rock yang turut memengaruhi struktur musik mereka hingga kini.
The Smashing Pumpkins
Album: Pisces Iscariot (1994)

Setelah cukup menuai banyak pujian di kalangan pencinta musik lewat torehan album Gish dan Siamese Dream. Gerombolan rock alternatif The Smashing Pumpkins seakan tak ingin berlama-lama menunggu waktu, untuk kembali produktif di saat itu. Album kompilasi bertajuk Pisces Iscariot menjadi opus penting dalam perjalanan karir mereka selama mengabdi di kancah musik internasional. Dirilis di tahun 1994 silam melalui label rekaman tenar Virgin Records.
Awal mulanya LP tersebut seharusnya bertitel Neptulius, tapi diubah sang frontman Billy Corgan hingga sah menjadi Pisces Iscariot. Album ini memiliki keseluruhan total 14 nomor andalan. Berbeda dengan materi-materi di dua album sebelumnya. Jika di album terdahulu kentara dengan aransemen yang penuh dengan hentakan agresif, maka di B-side Pisces Iscariot didominasi lagu yang terkesan ballad, sebut saja single “Soothe”, “Starla”, “Whir” dan “Blew Away”. Banyak pencinta dari The Smashing Pumpkins menganggap jika album Pisces Iscariot seharusnya masuk ke dalam jajaran studio album. Bukan hanya menjadi pelengkap diskografi semata.
Oasis
Album: The Masterplan (1998)

Sebagian orang berpendapat jika unit Oasis meraih puncak ketenaran masif selepas menelurkan mahakarya berjudul (What’s the Story) Morning Glory. Namun roda kesuksesan kelompok Oasis tak berhenti sampai di situ saja. Di antara rentang album top lainnya seperti Be Here Now dan Standing on the Shoulder of Giants, Gallagher bersaudara menyelipkan sebuah karya B-side berjudul The Masterplan di penghujung tahun 1998 silam.
Nomor-nomor penting seperti “Acquiesce”, “The Masterplan” sampai lagu daur ulang milik band legendaris The Beatles “I Am the Walrus” menjadi sajian utama kelas satu yang disuguhi oleh kelompok kebanggaan asal dataran Manchester itu. Mulanya album simpanan ini hanya dirilis di beberapa area saja, namun kemudian diedarkan secara luas ke pasaran global. Bagi kalangan penggemar fanatik Oasis, The Masterplan seharusnya layak bersanding dengan deretan album fenomenal milik Oasis terdahulu.
Baca Juga: Dimarzio D activator
The Smiths
Album: Hatful of Hollow (1984)

Band rock alternatif berpengaruh semacam The Smiths pun tak mau ketinggalan menyumbang deretan album B-side paling keren yang pernah diciptakan. LP bertitel Hatful of Hollow menjadi masterpiece dari keseluruhan karya yang pernah digarap oleh The Smiths. Ironisnya dari sekian banyak album yang mereka telurkan, Hatful of Hollow dipercaya menjelma sebagai album paling ikonis yang pernah dimiliki oleh Morrissey dkk.
Jejeran materi-materi kualitas wahid seperti “How Soon Is Now”, “This Charming Man”, “William, It Was Really Nothing”, “Heaven Knows I’m Miserable Now” dan “Please, Please, Please, Let Me Get What I Want” merupakan segelintir track yang paling sakral dinikmati oleh kalangan para fans setia mereka. Walau The Smiths tak memiliki umur panjang di lanskap musik, Hatful of Hollow sudah lebih dari cukup untuk merepresentasikan warna musik dari band tanah Manchester itu sendiri.
Anthrax
Album: Attack of the Killer B’s (1991)

Tren musik crossover di penghujung tahun 80’an mulai meledak, ketika single “Walk This Way” sukses secara komersil lewat kolaborasi lintas genre antara band gaek Aerosmith dan grup hip hop Run DMC. Hasil persilangan musik rock dan hip hop saling bersaut-sautan padu satu sama lainnya disambut dengan animo positif oleh publik. Maju ke beberapa tahun kemudian, kali ini Anthrax mengajak gerombolan hip hop berbahaya Public Enemy untuk saling bekerja sama dalam penggarapan ulang lagu “Bring The Noise” milik legenda hip hop itu.
Lagu “Bring The Noise” masuk ke dalam jajaran B-side di album kompilasi Anthrax berjudul Attack of the Killer B’s, yang rilis pada medio 1991 silam. Tanpa diduga-duga, walau hanya sebuah album B-side semata, hebatnya LP ini sempat didaulat menjadi nominee Best Metal Performance di ajang bergengsi Grammy Awards di tahun 1992 lalu. Hal ini membuktikan jika sebuah album ‘pelengkap’ tak boleh dipandang remeh.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 19/01/2017
1 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Andyyy y
22/01/2026 at 02:44 AM