Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Rudolf Dethu: Mana Tembang Mencelakai, Mana Membawa Damai

Menurut data Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, jumlah kecelakaan lalu lintas di Pulau Dewata mencapai 1.984 kasus pada 2021. Jumlah ini meningkat nyaris 10% dari tahun sebelumnya yang sebesar 1.787 kasus.

Pertanyaannya, dari seluruh insiden tersebut berapa banyak yang diakibatkan oleh mendengarkan lagu-lagu berirama cepat, dengan beats per minute (bpm) nan ngebut? Apakah sebaiknya mengemudi seraya memainkan lagu-lagu bertempo sedang macam Jalan Jalan milik The Hydrant atau Rise besutan Manja saja, serta seberapa berbahaya sih dendang kencang VOB yang diramupadu (remix) oleh Indra7, School of Revolution?

Riset yang dipublikasikan pada 2019 silam oleh South China University of Technology di Guangzhou menyorot dampak negatif mengemudi mobil sambil mendengarkan musik bernada cepat. Yang dianggap aman adalah memutar tembang-tembang di bawah 120 bpm, di atas itu, sebaiknya berhati-hati karena bisa membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Lebih bijak memilih lagu Seringai yang berjudul Selamanya (100 bpm) karena lagu Pamungkas berjudul One Only (145 bpm) justru lebih mungkin mencelakai.

Mari saya berikan sedikit kiat—istilah masa kininya: spill—rangkaian senandung macam apa yang sebaiknya didengarkan selama kalian berpelesir di Bali, agar proses healing di Ubud berlangsung syahdu lagi sukses. 

Kategori Aman:

  • Navicula - Aku Bukan Mesin (104 bpm)
  • Burgerkill - Revolt (112 bpm)
  • Kelompok Penerbang Roket - Anjing Jalanan (93 bpm)

Kategori Hati-Hati:

  • Efek Rumah Kaca - Cinta Melulu (148 bpm)
  • Padi - Mahadewi versi album kompilasi 90s Hits (170 bpm)
  • OM PMR - Judul Judulan (165 bpm)

Kategori Berbahaya:

  • Steven & Coconuttreez - Welcome to My Paradise (174 bpm)
  • Dewa 19 - Kirana (188 bpm)
  • Vita Alvia - Kopi Dangdut (184 bpm)

Oh ya, sebagai tambahan, lagu-lagu yang disebut di paragraf pembuka, berikut rinciannya:

  • The Hydrant - Jalan Jalan (144 bpm, hati-hati!)
  • Manja - Rise (100 bpm, aman!)
  • VoB x Indra7 - School Revolution (124 bpm, mulai waspada!)

Oke, Superfriends, pelajaran apa yang bisa kita sekalian petik di sini? Janganlah lekas mengambil kesimpulan bahwa musik bernada joget woyo woyo semilir angin Mamiri bakal jauh lebih aman. Lihat saja daftar di atas, Steven & Coconuttreez malah lebih mengancam keselamatan dibanding Burgerkill (ha!).

Mari selalu mawas diri mengemudi agar liburan di Bali tak berakhir menjadi tragedi!

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Supernoize # Rudolf Dethu #BPM #Pengendara #Healing #Bali

Article Category : Noize

Article Date : 19/10/2022

Supermusic
Admin Music
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

12 Comments

Comment
Aw J

Aw J

02/02/2025 at 16:32 PM

bagus
RIYAN MUTAQIN

RIYAN MUTAQIN

04/02/2025 at 12:32 PM

mantap
vika hermawan

vika hermawan

07/04/2025 at 12:40 PM

Rudolf Dethu: Mana Tembang Mencelakai, Mana Membawa Damai
wanju bonardo

wanju bonardo

17/04/2025 at 11:40 AM

GOOD
AGUSTIN DWI CHRISTANTI

AGUSTIN DWI CHRISTANTI

18/04/2025 at 22:06 PM

Rudolf Dethu: Mana Tembang Mencelakai, Mana Membawa Damai
pandapotan sipahutar

pandapotan sipahutar

19/04/2025 at 00:43 AM

keren
hotmauli tambunan

hotmauli tambunan

21/04/2025 at 10:22 AM

oke
Margareth Elisabeth

Margareth Elisabeth

22/04/2025 at 00:47 AM

oke
dea kamaya tabitha

dea kamaya tabitha

22/04/2025 at 00:53 AM

oke
Julia Margaret

Julia Margaret

07/06/2025 at 23:30 PM

.
YC SOENARDI

YC SOENARDI

01/09/2025 at 09:35 AM

Rudolf Dethu: Mana Tembang Mencelakai, Mana Membawa Damai
ERI MARDIANSYAH

ERI MARDIANSYAH

07/01/2026 at 20:43 PM

Rudolf Dethu: Mana Tembang Mencelakai, Mana Membawa Damai
Other Related Article
image article
Noize

Rudolf Dethu: Muda, Bali, Bernyali

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Noize

Perilaku Individu Musik Indonesia di Era ‘Baby Boomers’ dan ‘Gen X’

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Noize

Yulio Piston: Tentang Menjadi Pengkritik Musik

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Noize

Sudah Saatnyakah Indonesia Punya Rock ‘n Roll Hall of Fame?

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive