Katanya, yang tua itu jadul dan nggak ada keren-kerennya. Bener nggak nih, bro? Kalau semua yang tua dan jadul itu ketinggalan zaman kayaknya nggak akan ada kolektor barang jadul nggak, sih? Selain untuk mencari penghasilan dari mengoleksi barang jadul, pastinya mereka juga suka terhadap barang itu. Nah, dari sana aja kelihatan kalau yang tua dan jadul itu nggak ketinggalan zaman. Malah bisa jadi keren dan estetik. Misalnya sepeda, nih. Meskipun barangnya terbilang besar, tapi masih banyak orang yang nyari sebagai koleksi pribadi atau disimpan di gudang karena enggan menyingkirkan sepeda dari generasi orangtuanya.
Kira-kira di rumah lo ada nggak sepeda yang udah tua dan jadul banget. Saking tuanya, sepeda ini sampai mengalami perjuangan di masa kolonial Hindia-Belanda, ada nggak? Atau mungkin, lo punya bangkai sepeda peninggalan generasi sebelum orangtua lo yang entah punya pengalaman apa? Mau dibuang rasanya bakal sayang banget kan, tapi kalau nggak dibuang, makan ruang banget. Nah, lo restorasi aja agar bisa digunakan kembali! So, nantinya lo bisa menggunakan sepeda itu kembali sekaligus merawat nilai-nilai yang tertinggal dari pengguna sebelumnya. Bahkan bisa lebih menghemat untuk membeli sepeda baru.
Eh, tapi gimana ya caranya merestorasi sepeda tua atau bahkan yang cuman ada bangkai sepedanya aja? Hal pertama yang perlu lo siapkan tentunya adalah beberapa perkakas mulai dari berbagai jenis tang, palu, obeng, sampai selotip, dan cat. Setelah itu, lo bisa membongkar sepeda dengan perlahan. Namun, perhatikan juga bagian-bagian dari jenis sepeda yang akan direstorasi. Hal ini sebenarnya untuk memudahkan ketika kembali merakit dan mengecat ulang. Lah, buat apa dibongkar kalau ujungnya dirakit lagi? Proses pembongkaran ini sebenarnya untuk mencari tahu kekurangan dari sepeda lo. Ingat, kalau fungsi dari restorasi ini adalah kembali menghidupkan sepeda yang terbengkalai. Makanya merestorasi sepeda itu mudah nggak mudah.
Kalau lo udah membenarkan atau menambah bagian-bagian yang dianggap kurang, saatnya masuk ke tahapan selanjutnya. Sebelum merestorasi sepeda tersebut, tentunya ada gambaran di kepala sendiri yang menginginkan sepeda lo jadi seperti apa, kan? Misalnya ingin perubahan warna sepeda biar terlihat lebih baru dan segar. Kalau lo senang yang natural, aman-aman aja kok meskipun melewatkan tahap pengecatan. Semuanya kembali pada selera masing-masing.
Setelah semuanya selesai dilakukan, jangan melupakan untuk cek bagian rem sepeda. Apalagi kalau sepeda tua lo udah disimpan cukup lama. Kalau emang memungkinkan untuk diganti, maka segera ganti, bro. Jangan nunda waktu lagi!
So, agar nggak memakan ruang di rumah, tertarik merestorasi sepeda tua lo yang terbengkalai, nggak?
ARTICLE TERKINI
Article Category : Urban Sport
Article Date : 22/10/2022
Source:https://www.icebike.org/restore-vintage-bike/
2 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
SUROSO R
06/05/2025 at 15:59 PM
Alriz .
24/02/2026 at 20:55 PM