Negeri Sakura seringkali menjadi bidikan para pelancong untuk dijelajahi segala keindahannya. Tempat-tempat yang indah dan uniknya budaya tradisional setempat menjadi daya tariknya tersendiri. Bahkan, di Jepang banyak sekali diselenggarakan festival tradisional yang sangat unik dan menarik warisan leluhurnya.
Festival Onbashira adalah salah satu pertunjukan budaya tradisional di Jepang yang menjadi incaran para turis di seluruh dunia. Festival ini bisa dibilang sangat extreme, karena kayu raksasa yang sangat berat dan meluncur deras bisa saja menggilas peserta yang terjatuh. Ngeri banget, bro!
[readalso url=21523]
Festival Warisan Leluhur

Image source: thisiscolossal.com
Kalau lo berniat untuk menonton langsung festival ini, maka lo harus menunggu setidaknya sampai sekitar tahun 2022, bro. Dilansir dari laman tofugu.com, festival ini diadakan setiap enam tahun sekali, terakhir diadakan tahun 2016. Festival Onbashira telah diadakan sejak 1.200 tahun silam, tepatnya ketika kuil Suwa Taisha dibangun kembali di Kota Suwa, Prefektur Nagano, Jepang.
Suwa Taisha memiliki empat bangunan kuil. Untuk Festival Onbashira, pohon-pohon besar dipilih dari hutan. Setiap bangunan kuil membutuhkan empat pilar, satu di setiap sudut, sehingga total 16 pilar didirikan. Pilar besar ini disebut "Onbashira" yang berarti pilar terhormat.
Festival Onbashira menjadi sangat populer semenjak disajikan pada upacara pembukaan Olimpiade Nagano tahun 1998. Festival ini juga dikenal sebagai salah satu dari tiga festival yang sangat fantastis di Jepang. Festival ini terdiri dari dua bagian yang dilaksanakan selama dua bulan, yaitu Yamadashi dan Satobiki.
Yamadashi

Image source: thisiscolossal.com
Yamadashi berarti "keluar dari gunung" atau "datang dari gunung". Pada bagian ini masyarakat setempat menebang 16 pohon menggunakan peralatan yang sederhana, lalu menyeretnya keluar dari hutan pegunungan sejauh puluhan kilometer sampai di Suwa Grand Shrine. Sebelum sampai di Suwa Grand Shrine bukit yang terjal dan aliran sungai yang deras harus dilalui.
Inilah atraksi yang paling ditunggu-tunggu banyak orang, kiotoshi atau mengendarai batang pohon seberat belasan ton dengan panjang belasan meter. Ketika Batang pohon raksasa itu akan meluncur dengan kecepatan tinggi menuruni bukit yang terjal, para peserta tampak berteriak dengan semangat.
Banyak yang terlihat jatuh, terlempar atau bahkan tergilas batang kayu raksasa itu. Cedera, patah tulang hingga jatuhnya korban jiwa tampaknya menjadi hal yang biasa pada festival ini. Namun, bagi masyarakat setempat itu adalah kematian dengan kehormatan besar.
Selain kiotoshi ada juga kawagoshi atau menyeberangi sungai, pada tahap ini batang pohon besar tersebut diseret menyebrangi sungai. Batang-batang pohon raksasa itu diistirahatkan sekitar satu bulan sampai acara Satobiki.
[readalso url=21507]
Satobiki
Inti dari festival onbashira adalah memasang dan memperbarui pilar-pilar kuil setiap enam tahun. Semua bahaya lelah dan pengorbanan selama acara, tulus dipersembahkan masyarakat untuk melestarikan tradisi budaya para leluhur. Bahkan acara satobiki juga bisa berbahaya, bro. Pada tahun 2010, tali besar yang digunakan untuk mendirikan batang kayu raksasa, putus dan menewaskan satu orang.
Festival onbashira juga membawa banyak orang ke daerah Nagano yang tentu saja berdampak baik bagi perekonomian warga setempat. Sayangnya, hanya warga setempat yang diizinkan menunggangi batang pohon raksasa.
Namun, lo juga bisa turut serta meramaikan festival tersebut dan merasakan euphoria kemeriahannya secara langsung di Suwa, Prefektur Nagano, Jepang.
Nah, itu dia informasi seputar festival Onbashira di Negeri Matahari Terbit, Jepang. Jangan terlalu dekat saat menonton langsung festival ini ya, bro. Tetap semangat dan utamakan keselamatan selama liburan!
Referensi : https://www.tofugu.com/japan/onbashira/
ARTICLE TERKINI
Article Category : Urban Action
Article Date : 29/04/2020
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :