Kepulauan Karimunjawa bisa dibilang menjadi salah satu destinasi wisata Indonesia favorit bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Bagaimana enggak? Alamnya yang masih terjaga dengan hamparan pasir putih, laut biru, serta gugusan karang yang begitu nampak di balik beningnya air menjadi daya tarik destinasi tersebut.
Namun, ternyata nama Karimunjawa nggak serta-merta hadir begitu aja, bro. Ada sebuah sejarah dan legenda yang menyertainya sehingga akhirnya terekam oleh peta dunia. Nama tersebut ternyata berasal dari perkataan yang keluar dari mulut Sunan Kudus. Penasaran bagaimana sejarahnya? Berikut ini ulasan selengkapnya!
[readalso url=22045]
Asal Usul Nama Karimunjawa

Image source: ksmtour.com
Di abad ke-15, salah satu tokoh Walisongo ini pada suatu hari diminta oleh Sultan Raden Patah untuk memimpin jamaah haji ke Mekah dan Madinah. Karena hal itu, Sunan Kudus menerima amanah tersebut dan harus meninggalkan Pesantren Kudus dan menitipkannya kepada sang putra, Amir Hasan. Namun ternyata sang putra lalai dalam melaksanakan tugasnya dan diusir keluar dari Pesantren Kudus.
Amir Hasan kemudian menetap bersama Sunan Muria. Setelah mendalami ilmu keagamaan, Amir Hasan kemudian berlayar menuju ke sebuah pulau di utara Pulau Jawa. Di sana ia disambut oleh para bajak laut yang kemudian tunduk dan menjadi muridnya.
Nama tempat itu pun dinamakan sebagai Legon Bajak. Setelah bertemu dengan sang paman, Datuk Dananjaya, ia meminta dua teman yang mengantarnya berlayar kembali ke Muria untuk mewartakan berita tentang dirinya.
Setelah mendengar kabar tersebut, Sunan Muria bergembira dan ingin melihat kepulauan yang dimaksud oleh dua teman Amir Hasan. Tapi karena letaknya yang jauh dari Jepara dan tampak “kremun-kremun” (kabur) dari puncak Gunung Muria, Sunan Muria pun memberikan nama Karimunjawa yang berarti samar-samar terlihat dari Pulau Jawa.
[readalso url=22017]
Ditetapkan sebagai Taman Nasional

Image source: putraadv.wordpress.com
Sejak tanggal 15 Maret 2001, Karimunjawa ditetapkan oleh pemerintah Jepara sebagai Taman Nasional dan dikelola oleh Balai Taman Nasional Karimunjawa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Taman Nasional ini merupakan ekosistem asli dan rumah bagi hampir 400 spesies fauna laut dengan ragam ikan hias warna-warni yang hidup di terumbu karang.
Bahkan, fauna langka juga menghuni Taman Nasional Karimunjawa seperti Elang Laut Dada Putih, penyu sisik, dan penyu hijau. Kawasan hutan mangrove juga menjadi lokasi tepat buat penggemar bird watching dan para pemburu foto.
Kepulauan Karimunjawa secara administratif berada di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah dengan 27 pulau dan 22 di antaranya nggak berpenghuni. Hanya 5 pulau yang berpenghuni di antaranya Pulau Parang, Pulau Nyamuk, Pulau Menjangan Besar dan Menjangan Kecil, Pulau Kemujan, dan Pulau Genting.
Dengan luas daratan sekitar ±1.500 hektar dan perairan ±110.000 hektar. Beragam suku yang menghuni Karimunjawa adalah Suku Jawa, Suku Bugis, Suku Madura serta Suku Bajo, Buton, dan Mandar yang hidup rukun secara turun-temurun.
Nah, itulah asal usul nama Karimunjawa yang memiliki pesona menakjubkan. Tertarik buat traveling ke Karimunjawa saat masa Adaptasi Kebiasaan Baru, bro?
Source: merdeka.com, maritim.go.id
ARTICLE TERKINI
Article Category : Wilderness
Article Date : 10/08/2020
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :