Negara Indonesia mempunyai banyak keindahan alam serta terkenal akan kesenian dan budaya yang mendunia. Setiap daerahnya bahkan memiliki ciri khas tersendiri seperti kesenian tradisional. Salah satu yang juga mendunia adalah seni olahraga tradisional.
Kabupaten Rembang, Jawa Timur selain terkenal dengan lokasi wisata yang menarik, dikenal juga dengan seni gulat indonesia atau olahraga tradisional Pathol Sarang. Olahraga tradisional ini ternyata hampir mirip dengan Sumo atau olahraga gulat yang berasal dari Jepang. Tetapi agak berbeda bro, karena dalam olahraga ini nggak perlu memiliki tubuh yang tambun untuk masuk ke arena pertarungan. Lo hanya perlu melawan orang yang memiliki perawakan sepadan, bro!
[readalso url=21373]
Awalnya Dipopulerkan Kaum Nelayan

Image source: suarabaru.id
Pathol sendiri berasal dari kata ‘mathol’ yang jika diartikan adalah tidak bisa bergerak. Pathol Sarang dahulunya dipopulerkan oleh kaum nelayan di Kecamatan Sarang dan nelayan di sepanjang pantai utara Kabupaten Rembang. Pada zaman dahulu, para nelayan kerap meminta tolong temannya saat perahu kepathol karena kandas.
Olahraga tradisional ini lahir pada era kerajaan Majapahit. Saat Pangeran Sri Sawardana adik penguasa Lasem Bhree Lasem (Dewi Hindu), berniat membentuk prajurit angkatan laut untuk mengamankan pelabuhan di Tuban, Jawa Timur.
Para pelamar kemudian diadu untuk mencari siapa yang paling kuat melalui pertandingan semacam gulat. Tetapi pemain dilarang memukul, menendang, atau menyikut. Jadi para pemain akan saling memegang ‘udhet’ atau kain sepanjang 1,5 meter milik lawan yang diikat di masing-masing perut pemain. Setelah itu para pemain akan berusaha membanting lawannya. Benar-benar diadu kekuatannya ya, bro!
Teknik Permainan

Image source: http://wongmbelahrembang.blogspot.com/
Pemain Pathol diharuskan untuk bertelanjang dada dan di pinggang masing-masing dililitkan kain sarung atau tali ‘dadhung’ untuk tempat pegangan lawan. Nggak seperti olahraga Sumo yang memiliki arena tertutup, Pathol dilakukan di tempat terbuka. Olahraga tradisional khas Rembang ini dilakukan di arena yang berpasir dan sering dimainkan di pantai.
Nah, dalam olahraga ini, dua orang yang berlaga saling berhadapan untuk bertarung dan berusaha saling mengunci lawan. Sampai salah satu diantara kedua orang benar-benar terkunci dan menyerah atau dinyatakan kalah.
[readalso url=21381]
Ada Pemain Gamelan

Image source: http://wongmbelahrembang.blogspot.com/
Selain kedua pemain, terdapat juga panjak (pengrawit) untuk mengiringi para pemain Pathol. Minimal dibutuhkan lima orang pengrawit yang memainkan kendang, kempul (gong kecil), lenong, bonang, dan saron.
Sepanjang pertarungan, panjak atau pemain gamelan akan menabuh gamelan bertalu-talu. Jika gamelan berhenti, berarti pertarungan juga usai. Pertarungan baru akan selesai ketika wasit sudah menyatakan salah satu dari pemain telah kalah sambil berjoget.
Dilakukan Ketika Sedekah Laut

Image source: inilah.com
Olahraga Pathol ini biasanya dilakukan pada peringatan-peringatan khusus. Seperti pada Hari Kemerdekaan 17 Agustus dan peringatan sedekah desa atau di daerah pesisir biasa disebut Sedekah Laut.
Setiap diadakannya pertandingan Pathol, baik pengunjung atau penonton maupun pemainnya sendiri berdatangan dari berbagai daerah. Dan setiap pertandingan yang selalu diadakan secara besar-besaran itu hampir semua para pemain Pathol yang keluar sebagai pemenang berasal dari daerah Sarang. Nggak heran ya kalau namanya Pathol Sarang, bro!
Setiap permainan olahraga yang memiliki lawan, hal yang paling penting adalah menjunjung tinggi sportivitas ya, bro! Ada baiknya juga jika olahraga tradisional khas nusantara seperti ini dilestarikan baik-baik, bro! Supaya terus dikenang sepanjang masa!
Source: goodnewsfromindonesia.id
ARTICLE TERKINI
Article Category : Urban Action
Article Date : 31/03/2020
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :