Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Seni Gulat Indonesia Pathol Sarang, Olahraga Tradisional khas Rembang!

Negara Indonesia mempunyai banyak keindahan alam serta terkenal akan kesenian dan budaya yang mendunia. Setiap daerahnya bahkan memiliki ciri khas tersendiri seperti kesenian tradisional. Salah satu yang juga mendunia adalah seni olahraga tradisional.

Kabupaten Rembang, Jawa Timur selain terkenal dengan lokasi wisata yang menarik, dikenal juga dengan seni gulat indonesia atau olahraga tradisional Pathol Sarang. Olahraga tradisional ini ternyata hampir mirip dengan Sumo atau olahraga gulat yang berasal dari Jepang. Tetapi agak berbeda bro, karena dalam olahraga ini nggak perlu memiliki tubuh yang tambun untuk masuk ke arena pertarungan. Lo hanya perlu melawan orang yang memiliki perawakan sepadan, bro!

[readalso url=21373]

Awalnya Dipopulerkan Kaum Nelayan

Image source: suarabaru.id

Pathol sendiri berasal dari kata ‘mathol’ yang jika diartikan adalah tidak bisa bergerak. Pathol Sarang dahulunya dipopulerkan oleh kaum nelayan di Kecamatan Sarang dan nelayan di sepanjang pantai utara Kabupaten Rembang. Pada zaman dahulu, para nelayan kerap meminta tolong temannya saat perahu kepathol karena kandas.

Olahraga tradisional ini lahir pada era kerajaan Majapahit. Saat Pangeran Sri Sawardana adik penguasa Lasem Bhree Lasem (Dewi Hindu), berniat membentuk prajurit angkatan laut untuk mengamankan pelabuhan di Tuban, Jawa Timur.

Para pelamar kemudian diadu untuk mencari siapa yang paling kuat melalui pertandingan semacam gulat. Tetapi pemain dilarang memukul, menendang, atau menyikut. Jadi para pemain akan saling memegang ‘udhet’ atau kain sepanjang 1,5 meter milik lawan yang diikat di masing-masing perut pemain. Setelah itu para pemain akan berusaha membanting lawannya. Benar-benar diadu kekuatannya ya, bro!

Teknik Permainan

Image source: http://wongmbelahrembang.blogspot.com/

Pemain Pathol diharuskan untuk bertelanjang dada dan di pinggang masing-masing dililitkan kain sarung atau tali ‘dadhung’ untuk tempat pegangan lawan. Nggak seperti olahraga Sumo yang memiliki arena tertutup, Pathol dilakukan di tempat terbuka. Olahraga tradisional khas Rembang ini dilakukan di arena yang berpasir dan sering dimainkan di pantai.

Nah, dalam olahraga ini, dua orang yang berlaga saling berhadapan untuk bertarung dan berusaha saling mengunci lawan. Sampai salah satu diantara kedua orang benar-benar terkunci dan menyerah atau dinyatakan kalah.

[readalso url=21381]

Ada Pemain Gamelan

Image source: http://wongmbelahrembang.blogspot.com/

Selain kedua pemain, terdapat juga panjak (pengrawit) untuk mengiringi para pemain Pathol. Minimal dibutuhkan lima orang pengrawit yang memainkan kendang, kempul (gong kecil), lenong, bonang, dan saron.

Sepanjang pertarungan, panjak atau pemain gamelan akan menabuh gamelan bertalu-talu. Jika gamelan berhenti, berarti pertarungan juga usai. Pertarungan baru akan selesai ketika wasit sudah menyatakan salah satu dari pemain telah kalah sambil berjoget.

Dilakukan Ketika Sedekah Laut

Image source: inilah.com

Olahraga Pathol ini biasanya dilakukan pada peringatan-peringatan khusus. Seperti pada Hari Kemerdekaan 17 Agustus dan peringatan sedekah desa atau di daerah pesisir biasa disebut Sedekah Laut.

Setiap diadakannya pertandingan Pathol, baik pengunjung atau penonton maupun pemainnya sendiri berdatangan dari berbagai daerah. Dan setiap pertandingan yang selalu diadakan secara besar-besaran itu hampir semua para pemain Pathol yang keluar sebagai pemenang berasal dari daerah Sarang. Nggak heran ya kalau namanya Pathol Sarang, bro!

Setiap permainan olahraga yang memiliki lawan, hal yang paling penting adalah menjunjung tinggi sportivitas ya, bro! Ada baiknya juga jika olahraga tradisional khas nusantara seperti ini dilestarikan baik-baik, bro! Supaya terus dikenang sepanjang masa!

 

Source: goodnewsfromindonesia.id

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Beginner #Extreme #solo-traveling

Article Category : Urban Action

Article Date : 31/03/2020

Superadventure
Superadventure
Admin Adventure
Penulis artikel petualangan outdoor dan ekstrem yang bawain kisah mendaki tebing, arung jeram, sampai menjelajah jalur off-road. Buat gue, petualangan itu lebih dari sekadar jalan-jalan, ini soal uji mental dan fisik. Tiap cerita gue kemas biar Superfriends kebawa sensasinya. Gue pengen lo yang baca ngerasa termotivasi buat keluar dari zona nyaman. Kalau lo suka tantangan alam, artikel di sini bakal bikin lo pengen langsung berangkat.

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
Urban Action

Staycation Sambil Menyusuri Keindahan Labuan Bajo di Atas Kapal Phinisi, Seru!

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Urban Action

5 Hal Penting yang Wajib Lo Tahu Jika Ingin Trekking ke Ranu Kumbolo

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Urban Action

6 Alasan Jangan Bekerja Saat Liburan

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Urban Action

Musisi Lokal yang Lagunya Enak Dinikmati Selama Perjalanan Traveling

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive