Hal ini yang dilakukan oleh pasangan suami istri bernama Fikri dan Eti. Mereka sadar kalau banyak wisatawan datang ke Labuan Bajo itu buat melihat dan menikmati wisata bahari. Maka muncul ide untuk jasa penyewaan alat snorkeling.
Sejak tahun 2011 mereka membuka alat sewa snorkeling yang namanya Eko Flores Tour. Lokasinya ada di Jalan Soekarno-Hatta, Labuan Bajo. Bisa dibilang tempat ini strategis dan ada di depan pelabuhan.
Awal bisnisnya nggak ajak-ujuk langsung di sektor bahari. Tapi diawali dulu dengan usaha warung. Dari warung itu kemudian dikembangkan ke jasa penyewaan alat snorkeling. Modal awalnya nggak langsung banyak. Fikri mencoba 12 pasang snorkeling dulu. Per pasangnya dia beli Rp750 ribu.
Ide bisnis ini pun berkembang. Awalnya bisnis penyewaan alat snorkeling cuma Rp 3 juta per bulan. Tapa lambat laun, naik berkali-kali lipat. Omzet yang bisa dikantongi dalam sebulan bisa mencapai Rp60 juta per bulan. Itu angka kalau lagi musim ramai liburan. Tapi kalau musim sepi pendapatannya sebulan bisa Rp30 juta.
[readalso url=22953]
Ongkos Sewa Alat Snorkeling

Image source: snorkelingblog.com
Dari yang awalnya cuma punya 12 pasang, kini Fikri sudah memiliki 210 pasang alat snorkeling. Satu pasang alatnya itu terdiri dari masker udara sama sepatu katanya. Alat itu disewakan Rp30 ribu per hari. Kalau cuma satu item saja yang disewa jadinya Rp15 ribu.
Strategi bisnis Fikri juga nggak cuma disewakan lewat bendera Eko Flores Tour aja. Fikri bekerja sama dengan para tour guide atau agen travel buat menyediakan alat snorkeling. Ratusan pasang alat snorkeling bisa laris manis ketika masuk high season.
[readalso url=22316]
Peluang Bisnis Menjanjikan

Image source: tropicalsnorkeling.com
Raup untung dari bisnis penyewaan alat selam juga dirasakan oleh Olga. Arek Suroboyo yang merantau ke Raja Ampat ini kecipratan rezeki dari bisnis yang dijalani.
Dia buka tempat usaha di ruangan berukuran 5x8 meter. Ruangan itu penuh dengan alat snorkeling dan diving. Penyewaan milik Olga ini laris manis. Kalau lagi high season bisa dibilang alat-alat penyewaan milik Olga sudah diangkut banyak wisatawan. Bisa-bisa nggak kebagian.
Olga ini bukan orang yang sekadar melihat peluang bisnis. Kecintaannya terhadap dunia diving sudah lama dia lakoni. Bisa dibilang bisnisnya ini juga datang dari passion.
Buat memulai bisnisnya juga nggak asal-asalan. Dia menjelajahi Raja Ampat dan melakukan riset kecil-kecilan. Dia memastikan berapa jumlah wisatawan yang datang, berapa jumlah penginapannya dan gimana kondisi alam di Raja Ampat. Sampai akhirnya di Oktober 2016, Olga mantap mulai aktif menyewakan alat diving dan snorkeling.
Source: https://finance.detik.com/solusiukm/d-4470051/raup-omzet-rp-60-juta-dari-penyewaan-alat-snorkeling-di-labuan-bajo
ARTICLE TERKINI
Article Category : Urban Action
Article Date : 17/04/2021
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :