Bisa dibilang, pandemi COVID-19 yang menyerang beberapa Negara di dunia menjadi penyebab ditutupnya beberapa tempat wisata terkenal dunia. Bahkan, beberapa festival tahunan yang biasanya diselenggarakan pun ikut dibatalkan. Termasuk Festival Lembah Baliem di provinsi Papua yang juga batal akibat pandemi ini. Sudah pernah dengar mengenai festival ini, bro?
[readalso url=21566]
Awalnya Pertunjukan Perang Antarsuku

Festival Budaya Lembah Baliem atau biasa dikenal dengan Festival Lembah Baliem awalnya merupakan acara perang antarsuku Dani, Lani, dan Suku Yali sebagai lambang kesuburan dan kesejahteraan. Sebuah festival yang menjadi ajang adu kekuatan antarsuku ini telah berlangsung turun temurun.
Seiring berjalannya waktu, Festival Lembah Baliem nggak hanya menjadi pertunjukan antarsuku, melainkan juga pertunjukan budaya dan seni masyarakat Pegunungan Tengah, Papua. Tentunya pertunjukan perang antarsuku ini aman untuk dinikmati ya, bro.
Festival Lembah Baliem yang akan dipusatkan di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua ini biasanya berlangsung selama tiga hari dan diselenggarakan setiap bulan Agustus, bertepatan dengan bulan perayaan hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Festival ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 1989 dan sudah digelar sebanyak 30 kali hingga tahun 2019.
Pertunjukan yang Mengenalkan Nilai Budaya

Festival ini akan dimulai dengan skenario pemicu perang seperti penculikan warga, pembunuhan anak suku, atau penyerbuan lading yang baru dibuka. Tenang, semua itu hanya sebuah simulasi perang antarsuku maupun keluarga yang akan diselenggarakan dengan beberapa tarian tradisional dari berbagai suku di Baliem dan Wamena.
Simulasi perang antarsuku tersebut akan menampilkan sekitar 26 kelompok yang terdiri dari 30-50 pejuang. Adegan pertempuran ini nantinya akan diiringi dengan musik tradisional Papua Pikon. Pikon adalah alat musik yang terbuat dari kulit kayu yang menghasilkan suara saat ditiup. Suara yang tercipta akan menghasilkan musik yang menenangkan. Nggak banyak juga yang bisa memainkan instrumen ini, karena memang butuh keahlian khusus, bro.
Diselenggarakan oleh Kabupaten Jayawijaya, Festival Lembah Baliem ini memang bertujuan untuk mengenalkan dan melestarikan nilai dan budaya suku tradisional Lembah Baliem. Festival ini akan disempurnakan oleh berbagai pertunjukan seni dan budaya yang menarik, termasuk tarian tradisional Papua, balap babi, Lempar Tombak Rotan Puradan, permainan Tombak Sikoko, pertunjukan musik tradisional Papua, dan masih banyak lagi.
[readalso url=21523]
Memperhatikan Beberapa Adab Saat Datang ke Festival
Meski suku yang tinggal di sana sangat ramah dan terbuka terhadap pendatang, ada beberapa adab yang patut diperhatikan saat datang ke Festival Lembah Baliem ini. Semua dilakukan agar suasana bersosialisasi antara pendatang dan anggota suku adat terasa lebih harmonis. Hal yang perlu diperhatikan antara lain:
Sopan santun. Sebagai pendatang tentu saja harus sopan dan santun kepada warga lokal yang ditemui, usahakan untuk tetap menjaga nada bicara dengan pelan.
Kurangi bercanda. Jangan menjadikan setiap hal yang dilihat seperti pakaian adat yang menggunakan bawahan rumbai atau koteka, menjadi bahan bercandaan yang bisa menyinggung hati warga setempat.
Jangan menerobos. Ada perkampungan yang memajang tanda larangan masuk untuk orang yang bukan anggota, sebaiknya jangan langsung menerobos perkampungan yang demikian.
Ambil foto. Semua yang dilihat pada penyelenggaraan festival memang menarik, mulai dari rumah, pakaian, dan karakter suku adat di sana. Sebelum memotret, ada baiknya meminta izin kepada warga lokal atau ketua adat setempat.
Festival yang Mendunia
Festival ini sejak dulu konon sudah sangat terkenal sehingga turis mancanegara pun rela berbondong-bondong datang ke Papua khusus untuk mengikuti festival ini aja. Mungkin belum banyak warga Indonesia yang sudah menyaksikan festival ini secara langsung, wajar aja, karena untuk sampai ke sini dibutuhkan perjuangan dalam perjalanan yang cukup panjang dan menguras biaya yang cukup mahal.
Sayangnya, Festival Lembah Baliem yang biasa diselenggarakan setiap tahunnya dinyatakan batal digelar pada tahun 2020 ini. Pembatalan tersebut dilakukan terkait pencegahan penyebaran virus COVID-19. Hal ini sudah dinyatakan secara resmi oleh Bupati Kabupaten Jayawijaya, Jhon Richard Banua pada Maret 2020.
Tertarik untuk menyaksikan langsung festival ini, bro? Walaupun nggak bisa menikmati Festival Lembah Baliem tahun ini, lo bisa menabung dulu untuk menyaksikan festival ini di tahun depan, bro!
Source:
indonesiatrip.id
cnnindonesia.com
ARTICLE TERKINI
Article Category : Urban Action
Article Date : 15/05/2020
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :