Kalau yang sudah sering traveling pasti sudah kenal deh dengan dua istilah ini. Backpacker dan Flashpacker. Dua gaya liburan ini bisa dibilang nyaris sama.
Karena sama-sama mengatur perjalanan dari awal hingga akhirnya pelesiran secara mandiri. Mulai dari cari tiket pesawat sampai biaya makanan, semuanya diatur sendiri. Nggak pakai jasa ekspedisi atau jasa travel. Terus bedanya di mana?
[readalso url=22165]
Traveling ala Backpacker

Image source: unsplash.com/@thomasschweighofer_
Perbedaan yang paling mencolok ada pada bujet atau pendanaan traveling. Backpacker biasanya dikaitkan dengan traveler dengan bujet dan destinasi yang relatif rendah. Backpacker lebih menekankan bisa jalan-jalan dengan budget sehemat mungkin. Jadi, apapun yang mereka temukan di jalan, bakal selalu dinikmati.
Backpacker bakal melakukan apapun untuk sampai ke tempat tujuan. Kadang pun nggak peduli bagaimana caranya biar bisa sampai ke sana.
Soal penginapan, karena sudah menekan budget, jadi backpacker lebih memilih menginap di tempat yang murah bahkan gratis. Backpacker juga nggak mempersoalkan waktu yang lama asalkan biaya yang dikeluarkan minim.
Sama hal nih dengan urusan perut. Harap maklum kalau backpacker ini carinya makanan yang super murah dari segi harga. Karena memang tujuan mereka bukan untuk menikmati kuliner atau menginap di tempat yang mewah, tapi intinya mereka bisa keliling ke tempat yang mau dituju
Semuanya serba seadanya, gadget seadanya seperti handphone dan kamera. Tapi bukan berarti terus-terusan pas-pasan ya. Kadang ada juga lho yang memang menyimpan budget untuk menikmati hari akhir traveling dengan menikmati semua kenikmatan.
[readalso url=22243]
Traveling ala Flashpacker

Image source: unsplash.com/@jamie_fenn
Terus gimana nih kalau Flashpacker? Mirip-mirip kok, nggak jauh beda. Kalau diibaratkan, flashpacker itu backpacker yang naik kelas.
Flashpacker nggak bakal ragu buat menghabiskan ongkos liburan lebih mahal dari yang direncanakan. Misalnya, mereka nggak mungkin ambil pusing untuk mengeluarkan uang ekstra asalkan mendapat pengalaman liburan berkesan. Kira-kira begitu.
Flashpacker masih mementingkan yang namanya kenyamanan ketika cari penginapan. Kalau mau menyewa hotel, mereka biasanya cenderung memilih bintang 3. Hal ini sudah pasti beda banget sama backpacker. Karena backpacker yang penting bisa tidur. Pokoknya murah, kalau perlu gratis.
Gaya traveling flashpacker juga menjunjung prinsip perjalanan yang nggak terikat dan fleksibel. Jadi bukan traveler yang budget oriented. Mereka bisa tiba-tiba melancong ke tempat lain secara dadakan, asal duitnya ada.
Jadi aspek-aspek yang dipertimbangkan flashpacker saat liburan di antaranya adalah kenyamanan (convenience and comfort), kemudahan, dan pengalaman (experience oriented). Gaya berpakaian backpacker juga apa adanya. Sedangkan flashpacker lebih fashionable. Nah, jadi lo termasuk tipe yang mana nih bro, backpacker atau flashpacker?
source: https://www.hipwee.com/travel/11-perbedaan-krusial-antara-kamu-yang-traveling-ala-backpacker-dan-ala-flashpacker/
ARTICLE TERKINI
Article Category : Urban Action
Article Date : 24/09/2020
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :