Gak sedikit para pendaki pemula yang kerap merasa bingung cara buang air yang benar saat mendaki. Pasalnya, di beberapa gunung yang ingin didaki memiliki aturan gak tertulis yang harus dipatuhi oleh setiap pendaki.
Selain itu, ketika ingin buang air juga ada etika yang gak boleh diabaikan. Nah, terkait dengan kebutuhan buang air saat mendaki, mari simak beberapa tips pentingnya berikut ini.
1. Bijak memilih tempat
Image source: unsplash.com/@claybanks
Ketika Superfriends ingin buang air besar saat mendaki gunung, lo harus memperhitungkan lokasi yang tempat dan aman. Setidaknya, ada tiga hal yang musti lo pertimbankan terkait pemilihan tempat untuk buang air besar ini.
Pertama, jangan terlalu dekat dengan jalur pendakian. Hal ini sangat penting karena dapat mengganggu pendaki lain akibat sering dilewati dan menjadi jalan utama. Kedua, jauhi area berkemah karena berpotensi terinjak.
Ketiga, gak direkomendasikan untuk melakukannya di dekat sumber air. Meski kelihatannya ini jadi tempat yang ideal tapi kalau lo buang air di tempat ini justru air yang ada akan jadi tercemar. Jadi repot bukan kalau sumber air satu-satunya malah tercemar?
2. Cari lokasi yang aman dan nyaman
Image source: unsplash.com/@chris_jolly
Medan terbaik untuk buang air di gunung adalah tanah lunak dengan permukaan yang gak miring. Selain itu, cari tempat yang terdapat pepohonan atau semak guna menjaga privasi dan dapat menyerap kotoran lebih cepat.
Namun, lo perlu memastikan terlebih dahulu keamanan tempat tersebut dari ancaman binatang buas serta tumbuhan berduri. Jika memang gak ada tempat yang ideal, lo bisa manfaatkan matras sebagai bilik dadakan kok, Superfriends.
3. Persiapkan benda-benda pendukung
Image source: unsplash.com/@martinsanchez
Setidaknya ada empat benda yang harus dipersiapkan ketika lo mau buang air saat mendaki, yakni tisu basah, kain khusus, cairan pembersih tangan, dan alat gali. Selain mampu menjaga kebersihan organ genital, ini adalah cara sederhana merawat alam dan gak mengundang hewan tertentu untuk mendekat.
Sementara itu, gali lubang kedalaman ideal sekitar 10-15 cm agar dapat terurai dengan baik. Khusus pendaki wanita, jika memiliki persiapan lebih sebelum berangkat, disarankan untuk membeli alat bantu kencing berdiri berbentuk corong bernama FUD. Hal ini dapat mempermudah buang air di tempat yang gak memungkinkan.
4. Perkirakan arah datangnya angin
Image source: unsplash.com/@roonz_nl
Cara buang air kecil saat mendaki gunung selanjutnya adalah dengan memperhitungkan arah angin. Melawan arah angin tentu saja sangat gak disarankan karena dapat mengakibatkan urine menjadi tersebar ke arah diri sendiri.
Intensitas angin di gunung memang lebih banyak dibanding daratan. Karena itu, penting memperkirakan arah datangnya agar proses buang air lebih nyaman. Sebagai solusi, berjongkok membelakanginya juga dapat mengalirkan urine dengan baik dari organ genital.
5. Manfaatkan toilet darurat
Kebijakan tentang toilet di setiap gunung pendakian berbeda-beda. Namun, lazimnya ada toilet darurat yang terdapat di setiap pos. Nah, ketika sampai di sana, manfaatkan sebaik mungkin atau dalam kata lain, jangan menahan buang air.
Sebagai tambahan, Superfriends bisa memasukkan semua perlengkapan untuk buang air saat mendaki pada kantong ransel yang mudah dijangkau. Dengan begitu lo gak perlu deh ribet sendiri ketika sudah dalam momen darurat.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Tips
Article Date : 01/02/2022
Source:https://akasakaoutdoor.co.id/blogs/aks-tips/untuk-menjaga-etika-dan-kesehatan-inilah-cara-tepat-buang-air-selama-pendakian
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :