Kadang kita terlalu semangat pas nanjak. Entah karena senang, panik, atau sekadar iseng, kita ngelepas suara suara aneh bahkan ada yang meniru suara binatang, dengan teriakan yang keras ke hutan untuk balas candaan teriakan pendaki lain. Tapi ingat gunung itu punya aturan tak tertulis. Teriak-teriak sembarangan gak cuma soal etika, tapi juga soal keselamatan, kenyamanan, dan rasa hormat terhadap alam.
1. Bisa Bikin Pendaki Lain Tersesat
Teriakan lo bisa disangka sebagai kode darurat. Pendaki lain bisa mikir itu suara minta tolong, terus keluar dari jalur buat nyari sumbernya. Hasilnya? Lo bikin orang lain bingung, bahkan memicu insiden baru.
2. Ganggu Kedamaian Alam
Banyak orang naik gunung bukan cuma cari puncak, tapi juga sunyi yang menenangkan. Teriakan lo bisa merusak momen orang lain yang lagi duduk, kontemplasi, atau sekadar ngopi sambil nikmatin kabut.
3. Bisa Mengusik Satwa Liar
Suara keras bisa bikin hewan liar kaget atau agresif.
Beberapa hewan bisa datang mendekat karena merasa terancam, dan itu berbahaya buat lo dan tim.
4. Mancing Hal Mistis
Buat lo yang percaya atau enggak, banyak cerita ganjil dimulai dari tindakan iseng atau sombong: teriak, nyanyi keras, manggil nama sembarangan. Kadang, suara kita bukan cuma didenger sama manusia.
5. Lo Gak Sendiri
Pendakian itu soal respek bukan cuma ke alam, tapi juga ke sesama pendaki. Teriakan lo bisa bikin orang ilfeel, merasa gak nyaman, bahkan jadi males lanjutin perjalanan bareng.
Jaga Suara, Jaga Suasana
Teriak boleh, tapi tau tempat dan waktunya.
Kalau emang darurat, silakan. Tapi kalau cuma buat gaya-gayaan?
Mending simpan energi lo buat nyampe puncak dan pulang selamat. Karena di gunung, semakin lo tinggi naik, semakin lo harus merunduk dan hormat sama alam.
ARTICLE TERKINI
Article Category : News
Article Date : 31/07/2025
1 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
AyuRL Ningtyas
18/08/2025 at 11:42 AM