Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

TERIAK DI GUNUNG

Kadang kita terlalu semangat pas nanjak. Entah karena senang, panik, atau sekadar iseng, kita ngelepas suara suara aneh bahkan ada yang meniru suara binatang, dengan teriakan yang keras ke hutan untuk balas candaan teriakan pendaki lain. Tapi ingat gunung itu punya aturan tak tertulis. Teriak-teriak sembarangan gak cuma soal etika, tapi juga soal keselamatan, kenyamanan, dan rasa hormat terhadap alam.

1.  Bisa Bikin Pendaki Lain Tersesat

Teriakan lo bisa disangka sebagai kode darurat. Pendaki lain bisa mikir itu suara minta tolong, terus keluar dari jalur buat nyari sumbernya. Hasilnya? Lo bikin orang lain bingung, bahkan memicu insiden baru.

2. Ganggu Kedamaian Alam

Banyak orang naik gunung bukan cuma cari puncak, tapi juga sunyi yang menenangkan. Teriakan lo bisa merusak momen orang lain yang lagi duduk, kontemplasi, atau sekadar ngopi sambil nikmatin kabut.

3. Bisa Mengusik Satwa Liar

Suara keras bisa bikin hewan liar kaget atau agresif.
Beberapa hewan bisa datang mendekat karena merasa terancam, dan itu berbahaya buat lo dan tim.

4.  Mancing Hal Mistis

Buat lo yang percaya atau enggak, banyak cerita ganjil dimulai dari tindakan iseng atau sombong: teriak, nyanyi keras, manggil nama sembarangan. Kadang, suara kita bukan cuma didenger sama manusia.

5. Lo Gak Sendiri

Pendakian itu soal respek bukan cuma ke alam, tapi juga ke sesama pendaki. Teriakan lo bisa bikin orang ilfeel, merasa gak nyaman, bahkan jadi males lanjutin perjalanan bareng.

Jaga Suara, Jaga Suasana

Teriak boleh, tapi tau tempat dan waktunya.
Kalau emang darurat, silakan. Tapi kalau cuma buat gaya-gayaan?
Mending simpan energi lo buat nyampe puncak dan pulang selamat. Karena di gunung, semakin lo tinggi naik, semakin lo harus merunduk dan hormat sama alam.

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Hiking

Article Category : News

Article Date : 31/07/2025

Superadventure
Admin Adventure
Superadventure
Admin Adventure
Penulis artikel petualangan outdoor dan ekstrem yang bawain kisah mendaki tebing, arung jeram, sampai menjelajah jalur off-road. Buat gue, petualangan itu lebih dari sekadar jalan-jalan, ini soal uji mental dan fisik. Tiap cerita gue kemas biar Superfriends kebawa sensasinya. Gue pengen lo yang baca ngerasa termotivasi buat keluar dari zona nyaman. Kalau lo suka tantangan alam, artikel di sini bakal bikin lo pengen langsung berangkat.

2 Comments

Comment
AyuRL Ningtyas

AyuRL Ningtyas

18/08/2025 at 11:42 AM

DEVI TRI HANDOKO

DEVI TRI HANDOKO

10/05/2026 at 13:52 PM

Jangan Normalisasi Teriak Teriak Di Gunung
Other Related Article
image article
News

Jangan Mendaki Tektok Kalau Lo dalam Kondisi Ini

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Gunung Api Purba, Sisa Letusan Kuno yang Masih Bisa Dijelajahi

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Tapering Run: Persiapan Sebelum Trail Running dan Race Ekstrem

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Gunung Tertinggi di Papua, Surga Pendakian dengan Sederet Kisah Unik

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive