Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Thumbnail

Author : Admin Adventure

Article Date : 09/10/2023

Article Category : News

Gunung Prau adalah salah satu gunung yang terletak di Jawa Tengah dan menjadi favorit pada pendaki. Gunung ini masuk ke dalam empat kabupaten yaitu Kendal, Batang, Temanggung, dan Wonosobo. Gunung Prau dulunya hanya memiliki 2 jalur pendakian resmi, namun kini sudah tersedia jalur-jalur lainnya yang bisa dijajal.

Ada lima jalur pendakian Gunung Prau yang tersedia, yaitu Gunung Prau via Patak Banteng, Kali Lembu, Dieng Wetan, Campurejo, dan Wates. Estimasi pendakian menuju puncak Gunung Prau dari masing-masing basecamp hanya sekitar 3 sampai 4 jam saja, loh.Hal ini membuat Gunung Prau cocok buat lo yang masih pemula atau yang baru ingin pertama mencoba mendaki.

Langsung aja yuk, kita bahas masing-masing jalur pendakian Gunung Prau berikut ini.

1. Gunung Prau via Patak Banteng

Image source: visitjawatengah.jatengprov.go.id

Jalur pendakian Gunung Prau via Patak Banteng merupakan salah satu jalur yang paling populer dan sering digunakan oleh pendaki yang ingin menaklukkan Gunung Prau. Pendakian Gunung Prau via Patak Banteng dimulai dari desa Patak Banteng, yang terletak di kaki gunung, dekat dengan kota Wonosobo, Jawa Tengah. Desa ini sering dijadikan pintu masuk utama bagi pendaki Gunung Prau.

Jalur Patak Banteng dianggap sebagai jalur yang lebih mudah dibandingkan dengan beberapa jalur lainnya. Meskipun ada beberapa bagian yang curam, jalur ini relatif lebih datar dan lebih mudah diakses oleh pendaki pemula. Selama perjalanan, lo akan melewati hutan yang teduh dan juga area pertanian. Keuntungannya, lo jadi bisa melihat pemandangan yang beragam sepanjang perjalanan.

Salah satu daya tarik utama jalur ini adalah pemandangan spektakuler yang bisa dinikmati selama perjalanan dan dari puncaknya. Saat mencapai puncak Gunung Prau, lo akan disuguhi panorama indah dengan pemandangan Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan beberapa gunung lainnya, serta hamparan lautan kabut yang menakjubkan di sekitar puncak.

2. Gunung Prau via Kalilembu

Image source: travel.kompas.com

Jalur pendakian Kalilembu dimulai dari Desa Kalilembu, yang terletak di sekitar Gunung Prau. Jalur ini mungkin lebih menantang dibandingkan dengan beberapa jalur lainnya. Selama perjalanan, lo bakal melewati hutan lebat dan juga sungai Kali Lembu yang harus diseberangi. Kontur wilayahnya ini bisa menambah tingkat kesulitan pendakian, terutama saat cuaca buruk atau saat air sungai naik.

Sebagian besar jalur ini akan melewati hutan dan area alami, yang menawarkan pengalaman alam yang lebih asri dan masih terjaga dengan baik. Lo juga akan menemukan berbagai jenis vegetasi dan mungkin juga melihat beberapa satwa liar selama perjalanan. Durasi pendakian melalui jalur Kali Lembu diperkirakan hanya memakan waktu sekitar 3 jam 20 menit. Namun, durasi waktu ini belum termasuk waktu untuk beristirahat.

3. Gunung Prau Via Dieng Wetan

Image source: mounture.com

Pendakian Gunung Prau via Dieng Wetan dimulai dari Desa Dieng Wetan, yang terletak di kawasan wisata Dieng Plateau, Jawa Tengah. Jalur ini sering dianggap lebih pendek dan lebih mudah daripada beberapa jalur lainnya. Perjalanan menuju puncak melalui Dieng Wetan umumnya dianggap lebih cepat dan lebih ringan dibandingkan dengan jalur-jalur lainnya.

Selama perjalanan, lo akan melewati perkebunan, tanah pertanian yang hijau, serta pemandangan bukit dan hutan yang lebat. Jalur ini cenderung lebih datar dan memiliki jalan setapak yang terjaga dengan baik, sehingga cocok untuk pendaki yang ingin lebih santai.

4. Gunung Prau via Campurejo