Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Sejarah Jalan Malioboro di Yogyakarta yang Jarang Orang Tau!

Apa destinasi wisata favorit lo saat traveling ke Jogja, bro? Candi Borobudur, Candi Prambanan, Pantai Parangtritis atau yang lainnya? Apapun destinasi wisata favorit lo di Jogja, pasti lo bakal mampir ke Jalan Malioboro.

Yup, jalan yang berada di pusat Kota Yogyakarta ini memang menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi saat traveling ke sini, bro. Entah untuk sekadar berjalan kaki menikmati suasana, atau berbelanja buah tangan untuk orang terdekat sebagai kenang-kenangan.

Sebelum menjadi instagramable seperti sekarang ini, ternyata Jalan Malioboro memiliki perjalanan sejarah yang sangat panjang lho, bro. Daripada makin penasaran, langsung saja simak sejarah Jalan Malioboro di Yogyakarta sejak era kolonial sampai populer seperti sekarang ini!

[readalso url=22714]

Asal-usul Nama Jalan

Image source: unsplash.com/@agto

Ada yang berpendapat, kalau nama jalan ‘Malioboro’ ini diambil dari nama seorang jenderal Inggris, yaitu jenderal Duke of Marlborough. Pada tahun 1811-1816, Inggris menduduki sebagian besar tanah Jawa. Sampai akhirnya, jalan di kawasan tersebut pun diberi nama demikian, bro.

Namun, ada juga yang berpendapat bahwa nama Malioboro ini diambil dari bahasa Sansekerta, dan berasal dari kata ‘Malyabhara’ yang bermakna untaian bunga. Penyebutan nama Malioboro mulai semakin populer setelah terjadinya Perjanjian Giyanti pada sekitar tahun 1755.

Pada era kolonial, Jalan Malioboro ini menjadi jalan utama yang sering dilewati oleh para gubernur jenderal atau pejabat tinggi dari kolonial Eropa saat melakukan kunjungan resmi ke Yogyakarta, bro.

Mulai Ramai Sejak Pembangunan Benteng Vredeburg

Image source: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Pada awalnya, Jalan Malioboro ini dirancang sebagai sumbu imajiner antara Pantai Selatan (Pantai Parangkusumo), Keraton Yogyakarta dan Gunung Merapi. Malioboro mulai ramai pada era kolonial 1790 ketika kolonial Belanda membangun benteng Vredeburg di ujung selatan jalan ini, bro.

Selain membangun benteng, Belanda juga membangun The Dutch Governor’s Residence pada tahun 1830, Java Bank dan Kantor Pos tak lama berselang setelahnya. Setelah itu, Malioboro berkembang kian pesat karena perdagangan antara orang belanda dengan pedagang Tionghoa.

Tahun 1887 Jalan Malioboro dibagi menjadi dua dengan didirikannya tempat pemberhentian kereta api yang kini bernama Stasiun Tugu Yogyakarta, bro.

[readalso url=22672]

Jalan Malioboro Saat Ini

Image source: unsplash.com/@awesomeshine

Kini, Malioboro populer dengan banyaknya pedagang kaki lima yang menjajakan beragam oleh-oleh khas Jogja dan warung-warung lesehan di malam hari yang menjual berbagai menu makanan. Nggak mau ketinggalan, para seniman lokal juga sering berkumpul di Jalan Malioboro untuk mengekspresikan kemampuan seni mereka, ada yang bermain musik, melukis, happening art, sampai pantomim, bro.

Selain itu, ada juga berbagai objek bersejarah di Jalan Malioboro, diantaranya yaitu Stasiun Tugu, Tugu Yogyakarta, Gedung Agung, Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg, dan Monumen Serangan Umum 1 Maret. Nggak heran, jalan yang satu ini selalu ramai oleh para wisatawan maupun warga lokal yang beraktivitas, bro.

Nah, itulah sejarah Jalan Malioboro di Yogyakarta sejak era kolonial sampai populer seperti sekarang ini. Semoga pandemi cepat berakhir dan Jalan Malioboro bisa ramai lagi seperti sedia kala ya, bro.

Kalau lo ada cerita berkesan apa di jalan yang sangat bersejarah ini? Ceritakan di kolom komentar ya, bro!

 

Referensi: https://phinemo.com/kenapa-jalan-malioboro-sangat-terkenal-berikut-sejarahnya/

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Beginner #Extreme #solo-traveling

Article Category : In Depth

Article Date : 27/12/2020

Superadventure
Superadventure
Admin Adventure
Penulis artikel petualangan outdoor dan ekstrem yang bawain kisah mendaki tebing, arung jeram, sampai menjelajah jalur off-road. Buat gue, petualangan itu lebih dari sekadar jalan-jalan, ini soal uji mental dan fisik. Tiap cerita gue kemas biar Superfriends kebawa sensasinya. Gue pengen lo yang baca ngerasa termotivasi buat keluar dari zona nyaman. Kalau lo suka tantangan alam, artikel di sini bakal bikin lo pengen langsung berangkat.

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
In Depth

Jack Wolfskin, Sukses Jadi Merek Outdoor Ramah Lingkungan

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
In Depth

Reinhold Messner, Pendaki yang Usulkan Carstensz Masuk Seven Summits

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
In Depth

Kenalan Sama Para Daredevil dari Berbagai Negara di Dunia

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
In Depth

Madu Ternyata Punya Manfaat Buat Kesehatan Para Pendaki

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive