Sebagai seorang pendaki, tentunya nama Soe Hok Gie sendiri bukanlah sosok yang asing lagi. Selain menjadi aktivis, pria yang lahir di Jakarta pada tanggal 17 Desember 1942 ini juga terkenal sebaga pecinta alam yang sudah menaiki beragam pilihan gunung di Indonesia. Bahkan saking cintanya terhadap alam, ia pun meninggal di Gunung Semeru tepat pada tanggal 16 Desember 1969 pada umur 26 tahun.
Selain menjadi aktivis pada era Presiden Soekarno dan Soeharto, ternyata sosok pria keturunan Tionghoa ini juga menarik perhatian para pendaki loh. Dari kebiasaan yang ia lakukan untuk selalu mendaki atau mengeksplorasi alam nan indah hingga beberapa pilihan puisinya yang tentunya mampu mengetuk banyak para hati petualang.
[readalso url=19941]
Kurang lebih sekitar 50 tahun lebih Soe Hok Gie sudah meninggalkan kita dana lam kesayangannya, namun apa saja sih sisi petualang yang mampu menjadikannya sebagai salah satu idola bagi para pendaki yang Indonesia, daripada lo semakin penasaran, langsung saja simak beberapa informasi di bawah ini yang akan mengilas balik apa saja yang sudah diperbuat oleh Soe Hok Gie.
Menjadi Sosok Penting Bagi Para Pendaki Indonesia

Mengenal Sosok Soe Hok Gie yang Menjadi Panutan Bagi Pendaki Indonesia! Credit: news.detik.com
Yaap, Soe Hok Gie sendiri memang memilki penting dalam sejarah Pecinta Alam di Indonesia. Mengapa? Karena ia merupakan salah satu orang yang pertama kali menggunakan istilah ‘Pecinta Alam’ di Indonesia. Kata tersebut pun menggambarkan orang-orang yang suka mendaki gunung dan menyusuri alam bebas atau zaman dahulunya terdapat pula sebutan Aktifis Lingkungan atau Penggiat Alam Bebas.
Selain itu, pira ini juga membentuk komunitas kampus bernama Mapala UI yang merupakan Mahasiswa Pecinta Alam yang hingga akhirnya dikenal dan diterapkan di berbagai kampus dan universitas di Indonesia. Bisa dikatakan pula, kalau ia merupakan sosok yang menuntun para mahasiswa untuk mengenal keindahan gunung.
Perlu untuk lo ketahui pula, ketika semasa hidupnya ia dikenal sebagai pemuda yang sangat mencintai Indonesia dengan caranya sendiri yakni mengenal alam dan masyarkatnya dari dekat. Tak heran pula apabila selalu muncul nama Soe Hok Gie di benak para pendaki bila membicarakan mengenai sosok di dunia pendakian.
Idealismenya yang Sangat Kuat

Mengenal Sosok Soe Hok Gie yang Menjadi Panutan Bagi Pendaki Indonesia! Credit: idntimes.com
Hal lainnya yang menjadi daya tarik dari karakter seorang Soe Hok Gie ialah idealisme. Yaap, tidak sembarangan orang yang memiliki idealisme nan kuat, tidak sepertia Soe Hok Gie. Sifat ini lah yang kemudian dikagumi oleh banyak orang. Ia pun tidak mudah dipengaruh oleh faktor-faktor lainnya di luar sana.
Karena di jaman sekarang sudah banyak orang yang hidup dalam kepalsuan tanpa mau menjadi diri sendiri. Dalam hidupnya, seorang Soe Hok Gie selalu menjadi diri sendiri, ia pun bahkan tak ragu mengkritik para penguasa tanpa rasa takut sama sekali meskipun hal tersebut pun bisa membahayakan dirinya sendiri.
Idealisme yang ia miliki juga menjadi panutan para pendaki gunung sejati, karena biasanya para pendaki itu memiliki jiwa petualang serta idealisme yang tinggi. Bahkan Soe Hok Gie sendiri juga mampu mewakilkan banyak dari para pendaki-pendaki di Indonesia.
Tidak Pelit untuk Berbagi Ilmu

Mengenal Sosok Soe Hok Gie yang Menjadi Panutan Bagi Pendaki Indonesia! Credit: travel.kompas.com
Kebiasaan Gie lainnya yang menjadi panutan bagi para pendaki ialah tidak pelit untuk berbagi ilmu, serta ia pun memang merupakan orang yang pintar. Bagi teman-temannya ia merupakan ensiklopedi berjalan, tempat bertanya banyak hal mulai dari mata kuliah, sejarah, sastra hingga persoalan cinta.
Bahkan salah seorang wanita yang dekat dengan GI, Yayuk Surtati memberikan kesaksia dalam buku Luki Sutrisno yang bertajuk ‘Soe hok Gie, Sekali Lagi: Buku, Pesta dan Cinta di Alam Bangsanya’. Bagi beliau, Gie adalah sosok senior yang bersedia menjadi mentor dan juga mengajarkan banyak hal.
Gunung-Gunung yang Pernah Ia Daki

Mengenal Sosok Soe Hok Gie yang Menjadi Panutan Bagi Pendaki Indonesia! Credit: tirto.id/
Kembali berbicara mengenai sisi petualangan atau kecintaannya terhadap alam di Indonesia, Soe Hok Gie sendiri memang merupakan anak muda yang sering sekali melakukan pendakian di dalam hidupnya. Bahkan kalau ia memiliki waktu kosong, ia pun tak ragu langsung menyiapkan barang-barangnya untuk menaiki pilihan gunung favoritnya.
Bahkan terdapat dua gunung favoritnya yang selalu menjadi taman bermainnya, yaitu Gunung Gede dan Pangrango. Namun selain gunung di Jawa Barat tersebut, beberapa gunung di Jawa Tengah dan Jawa Tmur pun tidak luput darinya. Puncak Mahameru pun menjadi titik terakhir ia bernafas.
Gunug Slamet pun juga menjadi gunung yang sudah ia daki, tepat pada tanggal 14, 15, 16 dan 18 September 1967. Kala itu, ia menggunakan jalur Kedaung dan mengaku bosan lantaran hutan yang rapat di sepanjang perjalanan dan tidak adanya Bunga Edelweis layaknya di Pangrango.
Lalu, ia juga melakukan ekspedisi dengan para anggota Mapala UI pada 30 Mei hingga 2 Juni 1959 ke Ceremai. Disusul dengan Gunung Sindoro, Gunung Sela, Galunggung, Merapi dan terakhir di Gunung Semeru. Ia pun menghembuskan nafas terakhirnya beberapa jam sebelum hari ulang tahunnya.
Sosok Soe Hok Gie dimakamkan di Museum Taman Prasasti, Jakarta. Hal terssebut pun sebagai penghormatan sebagai sosok pahlawan yang membangun Indonesia dari kemunafikan. Ia pun bukan hanya dihormati oleh para pendaki, namun juga para pemuda dan orangtua yang senantiasa mencintai neger ini.
**
[readalso url=19943]
Jadi bagaimana bro dengan informasi seputar Soe Hok Gie di atas? Semoga bisa menjadi salah satu informasi yang berguna yaa. Teruskanlah petualangan lo dan jangan berhenti mengeksplorasi keindahan alam yang ada di Indonesia. Have a nice day!
Featured Image: fisastire.blogspot.com
ARTICLE TERKINI
Article Category : In Depth
Article Date : 16/05/2019
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :