Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Mengenal Sejarah Suku Minang, Etnis Petualang yang Ikut Mendirikan Filipina

Indonesia memang merupakan negara yang sangat beragam, terbukti dengan keberagaman suku bangsa yang tersebar di seluruh wilayah negeri. Hal ini pun menjadi salah satu daya tarik tersendiri, selain dari keindahan alam Indonesia yang juga menakjubkan. Salah satu suku di Indonesia yang punya sejarah menarik adalah Suku Minang.

Konon Suku Minang merupakan etnis petualang yang mendirikan Negara Filipina, bro. Mau tahu bagaimana sejarahnya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

[readalso url=22517]

Sejarah Suku Minang

Image source: yuksinau.id

Minangkabau atau Minang merujuk pada entitas kultural dan geografis yang ditandai dengan penggunaan bahasa, adat yang menganut sistem kekerabatan matrilineal, dan identitas agama Islam. Suku Minang sendiri hidup bermukim di daratan Sumatra Barat, dan sebagian kecil di Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Utara, Aceh, dan Negeri Sembilan di Malaysia.

Orang Minang adalah etnis yang unggul di Indonesia karena menonjol dalam bidang perniagaan, profesional, dan intelektual. Mereka menjadi pewaris sah dari tradisi lama Kerajaan Melayu dan Sriwijaya yang gemar berniaga dan dinamis. Nggak heran jika hampir separuh dari kelompok etnis ini hidup sukses di tanah perantauan melalui perdagangan.

Berdasarkan Tambo Minangkabau (sastra yang bercerita legenda lokal) yang diwariskan secara turun-temurun, sejarah Suku Minang berasal dari keturunan langsung Iskandar Zulkarnain. Meskipun kisah tersebut lebih kepada legenda fiktif dibandingkan fakta ilmiah, namun kisahnya dapat dibandingkan Sulalatus Salatin yang ditulis pada abad ke-16.

Sulalatus Salatin merupakan karya sastra berupa manuskrip yang ditulis dengan abjad jawi, bercerita tentang penurunan raja-raja di Kerajaan Melayu. Dalam salah satu bagian Sulalatus Salatin diceritakan bagaimana masyarakat Minang saat itu menunjuk Sang Supurba, salah seorang keturunan langsung Iskandar Zulkarnain untuk menjadi raja mereka.

Sedangkan dari pandangan antropologi, Suku Minang adalah bagian dari Deutro Melayu yang melakukan migrasi dari daratan China Selatan ke Pulau Sumatra pada 2.500 – 2.000 tahun lalu. Suku Minang masuk dari arah timur Pulau Sumatra, menyusuri Sungai Kampar sampai ke dataran tinggi yang disebut darek, sekarang menjadi kampung halaman Suku Minang.

[readalso url=21983]

Etnis Petualang yang Ikut Mendirikan Filipina

Image source: orbitmetro.com

Seperti yang diketahui sebelumnya, Suku Minang merupakan etnis yang gemar berniaga dan dinamis. Mereka sering kali melakukan diaspora ke berbagai daerah di Indonesia bahkan dunia untuk mencari penghidupan layak. Suku Minang di luar negeri banyak terkonsentrasi di Kuala Lumpur, Seremban, Singapura, Jeddah, Sydney, dan Melbourne.

Nggak banyak yang tahu bahwa jauh sebelum negara Indonesia berdiri, Suku Minang juga menjelajah hingga ke Kepulauan Filipina dan berperan besar dalam mendirikan Negara Filipina. Fakta ini pun sudah teruji secara ilmiah, dan bahkan sampai sekarang masih berdiri patung Raja Sulaeman yang berdarah Minang di salah satu sudut kotanya.

Pada abad ke-16, Filipina diperintah tiga raja besar, yaitu Raja Sulaeman, Raja Matanda, dan Raja Lakundala. Raja Sulaeman adalah seorang muslim berdarah Minang, memerintah di Tondo dan Manila. Bersama Raja Matanda, Raja Sulaeman memerintah Suku Tagalog di selatan Sungai Pesig di Manila. Sedangkan Raja Lakundala bertahta di wilayah bagian utara.

Tiga raja tersebut bersatu dalam Kerajaan Manila. Sebelum Spanyol datang menjajah Filipina, kerajaan ini berkembang pesat dan banyak menjalin kerja sama dengan kerajaan-kerajaan lain di pulau seberang. Saat Spanyol datang, Raja Sulaeman bersama raja-raja lainnya melakukan pertempuran yang dikenal Perang Bangkusay. Namun karena Spanyol memakai senjata api modern, Raja Sulaeman pun kalah.

Nah, itulah sejarah bagaimana Suku Minang berperan dalam mendirikan Negara Filipina. Siapa sangka bahwa etnis ini merupakan petualang yang sudah berkelana dari zaman dulu.

 

Source: https://phinemo.com/sejarah-suku-minang-etnis-petualang-yang-mendirikan-negara-filipina/

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Beginner #Extreme #solo-traveling

Article Category : In Depth

Article Date : 25/11/2020

Superadventure
Superadventure
Admin Adventure
Penulis artikel petualangan outdoor dan ekstrem yang bawain kisah mendaki tebing, arung jeram, sampai menjelajah jalur off-road. Buat gue, petualangan itu lebih dari sekadar jalan-jalan, ini soal uji mental dan fisik. Tiap cerita gue kemas biar Superfriends kebawa sensasinya. Gue pengen lo yang baca ngerasa termotivasi buat keluar dari zona nyaman. Kalau lo suka tantangan alam, artikel di sini bakal bikin lo pengen langsung berangkat.

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
In Depth

Jack Wolfskin, Sukses Jadi Merek Outdoor Ramah Lingkungan

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
In Depth

Reinhold Messner, Pendaki yang Usulkan Carstensz Masuk Seven Summits

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
In Depth

Kenalan Sama Para Daredevil dari Berbagai Negara di Dunia

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
In Depth

Madu Ternyata Punya Manfaat Buat Kesehatan Para Pendaki

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive