Bidikannya tepat di momen-momen langka. Nggak heran kalau banyak penikmat fotografi yang kagum dengan hasil karya-karya Riza Marlon.
Buat yang belum kenal, Riza Marlon ini bisa dibilang ‘Bapak’ fotografi alam liar Indonesia. Dia sudah menetaskan tiga buku foto yang mendokumentasikan aneka satwa di Nusantara.
Nggak gampang lho jadi seorang fotografer alam. Objek foto nggak bisa disetting. Apalagi motret hewan liar. Lo harus menunggu momen yang tepat biar hasilnya sempurna.
Nggak cuma itu aja, lo juga harus sudah menguasai teknik-teknik fotografi. Di alam liar, lo juga harus bisa membaca situasi. Ibarat kata, insting sebagai seorang fotografer juga harus bekerja ekstra.
Hewan-hewan yang ditemui selalu dadakan atau tanpa disengaja. Di saat itulah mata kamera harus maksimal menangkap objek. Penting juga memiliki bekal pengetahuan tentang perilaku satwanya di alam liar.
[readalso url=21487]
Harus Mencintai Alam

Image source: bekantan.org
Riza Marlon membocorkan kunci sukses melakoni profesi sebagai fotografer alam liar. Kata dia, kunci utama itu harus senang sama yang namanya berwisata dan mencintai alam liar.
Menurut Riza, fotografi alam liar itu digerakkan atas dasar ketertarikan, kemudian riset, konsistensi, investasi, dan komitmen. Gegara kunci itu selalu jadi pedomannya dalam berkarier, nama Riza Marlon harum sebagai fotografer alam.
Untuk menjadi seperti sekarang, dia mengawali sejak tahun 1990-an. Bagi dia, yang mahal dari kegiatan fotografi alam liar bukanlah peralatan kamera. Melainkan orang lokal yang ahli di tengah hutan.
Menurut dia juga, orang lokal mengetahui persis karakteristik dari satwa-satwa liar itu. Mulai dari waktu keluar sampai mereka bisa menampakkan diri.
[readalso url=21682]
Petualangan Riza Marlon

Image source: mongabay.co.id
Selama berkarier sebagai fotografer alam liar, Riza Marlon sudah melanglangbuana ke seluruh pelosok hutan di Indonesia. Ada cerita menarik ketika Riza datang ke taman nasional di Sulawesi Tengah.
Targetnya di sana bisa memotret burung ajaib Satanic Nightjar. Ketika itu kawasan yang didatangi Riza lagi diduduki oleh kelompok separatis. Tapi dia tetap nekat menjelajahi hutan. Sampai akhirnya burung itu bisa ditemukan.
Selain di Sulawesi, Riza juga memulai petualangannya di Pulau Komodo. Dia berniat mendapatkan potret komodo yang berada di bukit dengan latar laut lepas.
Begitu juga ketika di Halmahera. Riza berniat memotret ikonnya yang sangat menawan yakni ‘Bidadari Halmahera’. Demi mendapatkan potret keluarga cenderawasih itu, Riza sampai menghabiskan 12 hari, akibat hujan terus-menerus.
Source: https://destinasian.co.id/5-petualangan-berkesan-fotografer-riza-marlon/
ARTICLE TERKINI
Article Category : In Depth
Article Date : 25/05/2021
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :