Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Festival Fulan Fehan, Perpaduan Keindahan Budaya dan Alam di Nusa Tenggara Timur

Kementrian Pendidikan dan Budaya Indonesia tiada hentinya menyuguhkan keindahan wisata Indonesia. Nah, baru-baru ini, tepatnya pada 6 Oktober 2018 lalu, diadakan Festival Fulan Fehan yang diselenggarakan oleh Pemerintah. Penyelenggaraan kedua Festival Fulan Fehan ini diadakan di perbatasan antara Indonesia dengan Timor Leste di daerah Belu, NTT.

Festival Fulan Fehan memang dihadirkan sebagai ajang merajut tali persaudaraan di Indonesia dari kawasan perbatasan melalui pertunjukan yang menarik. Jadi bisa dikatakan jika memang Festival ini juga festival dua negara, yakni Timor Leste dan Negara kita.

Festival Fulan Fehan, Perpaduan Keindahan Budaya dan Alam di Nusa Tenggara Timur. Photo Credit: hafitzmaulana.com

Fulan Fehan bukanlah sembarang nama. tetapi merupakan sebuah lembah dengan pesona alam luar biasa di kaki Gunung Lakaan. Gunung tersebut merupakan gunung paling tinggi nomor dua di Pulau Timor yang dimana terdapat banyak banget pohon yang tumbuh dengan subur. Lembah ini berlokasi di Desa Dirun, daerah Lamaknen, Belu yang berjarak sekitar 26 kilometer dari Atambua.

[readalso url=18520]

Untuk pengunjung luar daerah, demi melihat Fulan Fehan, lo harus menempuh 40 kilometer dari Pusat Kota menuju puncak Gunung Lakaan di Belu. Medan yang harus ditempuh untuk menuju di sana terbilang menantang karena jalanannya masih terbuat dari tanah.

Festival Fulan Fehan, Perpaduan Keindahan Budaya dan Alam di Nusa Tenggara Timur. Photo Credit: voxntt.com

Walaupun lo perlu sedikit ekstra berhati-hati untuk menaiki dan menuruni bukit, semua usaha lo akan terbayar begitu lo sampai di puncak. Sesampainya di sana lo akan disambun dengan hamparan padang sabana serta rangkaian bunga matahari. Selain itu, lo juga bisa ke Bukit Batu Maudemu yang merupakan tempat dimana bangsa Melus dikubur, serta Kuburan Kikit Gewen yang mana dianggap sakral.

Jadi gak heran kan dengan segala keindahan yang ada di destinasi ini, Pemerintah sampai menyelenggarakan Festival Fulan Fehan. Nah, apa aja sih pertunjukan yang disuguhkan di Festival Fulan Fehan ini? Daripada lo makin penasaran, langsung aja nih lo lihat langsung pertunjukan yang ada di Festival Fulan Fehan 2018 lalu.

Konser Musik Bambu

Festival Fulan Fehan, Perpaduan Keindahan Budaya dan Alam di Nusa Tenggara Timur. Photo Credit: kahyangan.net

Rangkaian konser musik bambu ini adalah sebuah prosesi berupa konser yang mana semua pemusiknya memakai bambu untuk alat utama. Di sana ada pula seorang penyanyi untuk melengkapi penampilan mereka.

Peragaan Busana Kain Tenun

Festival Fulan Fehan, Perpaduan Keindahan Budaya dan Alam di Nusa Tenggara Timur. Photo Credit: deskgram.net

Satu lagi acara unik dan kreatif yang digelar di Festival Fulan Fehan yang dibarengi dengan rangkaian konser musik bambu sebagai pengiringnya. Para penenun akan melakukan peragaan dengan membawa alat tenun mereka.

Penampilan tersebut juga diiringi para penari yang juga membawakan kain tenun dalam suguhan tarinya. Setelahnya itu peragaan busana akan ditutup dengan hadirnya beberapa model yang memamerkan hasil karya tenun di sana.

Prosesi Bibit Padi

Festival Fulan Fehan, Perpaduan Keindahan Budaya dan Alam di Nusa Tenggara Timur. Photo Credit: suarajatim.co.id

Rangkaian acara ini berupa upacara untuk ritual membawa bibit padi yang nantinya akan ditanam. Salah satu sorotan serta yang membuat rangkaian yang satu ini untik adalah prosesi bibit padi ini dikemas dengan segi mistis dan rapalan mantra.

Di sana terdapat pembaca mantra yang dipanggil Makoan. Ada pula pembawa gong, pembawa jimat, tombak, payung, dan yang paling utama pembawa padi.

Tari Antama

Festival Fulan Fehan, Perpaduan Keindahan Budaya dan Alam di Nusa Tenggara Timur. Photo Credit: kumparan.com

Penampilan kesenian tari antama adalah sebuah tarian dimana penari di sana akan membawa tombak sebagai penampilan mereka. Suguhan dramatis yang berjalan selama satu jam ini menampilkan para penari yang terlihat seperti sedang berburu mencari mangsa mereka. Tentu saja di bagian akhir akan ditutup dengan setting kemenangan para penari dalam mendapatkan si buruan.

Antama sendiri artinya memang berburu di hutan. Dalam penampilan tari ini, disuguhkan 2.000 penari dengan rentang umur dari 11 tahun sampai 18 tahun dengan bermacam-macam latar belakang sekolah di  Belu. Hebatnya, penari-penari ini dilatih Eko Pece yang mana merupakan salah satu dosen Seni Pertunjukan di ISI Surakarta dan juga koreografer opening and closing ceremony di Asian Games 2018.

Tari Likurai

Festival Fulan Fehan, Perpaduan Keindahan Budaya dan Alam di Nusa Tenggara Timur. Photo Credit: puspitayudaningrum.com

Selain kesenian Tari Antama, rangkaian penampilan tari lainnya ada Tari Likurai. Tari ini terbagi dalam 2 bagian, yaitu bagian dimana para penari laki-laki membawa tombak dan bagian kedua dimana para penari wanita menabuh gendang. Tentunya kedua bagian itu merupakan pertunjukan tari yang menjadi tumpuan dari Drama Antama.

Sekilas informasi bro, Tari Likurai merupakan tari yang memang sudah menjadi makanan wajib bagi para generasi muda di Timor. Biasanya Likurai dibawakan saat upacara ritual kemenangan dalam peperangan maupun dalam berburu. Dalam artian bahasa di Belu, Likurai sendiri merupakan gabungan kata dari Haliku yang berarti menjaga dan Rai yang berarti tanah atau bumi.

Tari Selendang

Terakhir, sebuah rangkaian penampilan kesenian tari lagi bro, yaitu Tari Selendang. Di Festival Fulan Fehan yang diadakan pada tanggal 6 Oktober 2018 lalu, prosesi Tari Selendang ini dilakukan setelah ritual padi. Sang penari yang mempesona akan membawa selendang merah dari balik bukit di sana.

[readalso url=18549]

Anyway bro, Pemerintah saat ini sangat mendukung Fulan Fehan menjadi Festival berskala Internasional loh. Bahkan Kementerian Pariwisata berdasar keterangan Menpar Arief Yahya menyampaikan jika pihaknya akan mendampingi budaya di sana. Beliai juga menyatakan akan mendatangkan pakar koreografi dan desainer kenamaan tanah air untuk memberi pelatihan di sana.

Hal ini tentunya dilakukan demi membuat tarian Festival Fulan Fehan menjadi lebih baik lagi ke depannya. Tentunya Kementerian Pariwisata nggak akan sendiri bro, tetapi upaya ini akan dilakukan bersama Kementerian lain seperti infrastruktur dan perhubungan. Ini semua tentu dilakukan demi meningkatkan pariwisata dan menjadikan Fulan Fehan sebagai destinasi wisata dunia.

 

Source

Feature Image – yukpigi.com

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Beginner #fact #festival #nusa-tenggara-timur

Article Category : In Depth

Article Date : 16/10/2018

Superadventure
Superadventure
Admin Adventure
Penulis artikel petualangan outdoor dan ekstrem yang bawain kisah mendaki tebing, arung jeram, sampai menjelajah jalur off-road. Buat gue, petualangan itu lebih dari sekadar jalan-jalan, ini soal uji mental dan fisik. Tiap cerita gue kemas biar Superfriends kebawa sensasinya. Gue pengen lo yang baca ngerasa termotivasi buat keluar dari zona nyaman. Kalau lo suka tantangan alam, artikel di sini bakal bikin lo pengen langsung berangkat.

2 Comments

Comment
RAJIN SILALAHI

RAJIN SILALAHI

11/04/2025 at 05:09 AM

Nice
Lukman Hakim

Lukman Hakim

08/07/2025 at 08:21 AM

Festival Fulan Fehan, Perpaduan Keindahan Budaya dan Alam di Nusa Tenggara Timur
Other Related Article
image article
In Depth

Jack Wolfskin, Sukses Jadi Merek Outdoor Ramah Lingkungan

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
In Depth

Reinhold Messner, Pendaki yang Usulkan Carstensz Masuk Seven Summits

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
In Depth

Kenalan Sama Para Daredevil dari Berbagai Negara di Dunia

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
In Depth

Madu Ternyata Punya Manfaat Buat Kesehatan Para Pendaki

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive