Selain dari keindahan alamnya, Indonesia juga memilki budaya serta adatnya yang cukup beragam serta unik. Hampir dari semua pulau di dalam negeri ini pun memiliki budaya yang berbeda-beda. Nah, kali ini akan membahas mengenai Desa Adat Ratenggaro yang terletak di kawasan Nusa Tenggara Timur. Kawasan wisata ini memiliki beberapa keunikan serta keseruan yang bisa lo rasakan apabila berkunjung ke tempat ini.
Sebuah jajaran rumah adat yang menarik tentunya menjadi daya tarik utama dari Desa Adat Ratenggaro itu sendiri. Terletak di wilayah Desa Umbu Ngedo, Kecamatan Kodi Bangedo berjarak kurang lebih 40 km dari Tambolaka. Memang untuk bisa menginjakkan kaki di lokasi wisata ini, lo harus memiliki niat yang tinggi, karena belum tersedianya akomodasi umum yang dapat digunakan pengunjung untuk bisa tiba di sana.
[readalso url=18641]
Nah, buat lo para traveller yang ingin mendapatkan sebuah pengalaman melihat rumah adat yang asri, tentunya Desa Adat Ratenggaro bisa menjadi destinasi lo berikutnya dalam menghabiskan waktu liburan lo. Sebagai seorang fotografer juga bisa memanfaatkan kawasan wisata ini sebagai tempat untuk memburu hasil-hasil gambar yang memukau. Daripada lo semakin penasaran akan keindahan dari desa adat ini, langsung saja cek beberapa informasinya di bawah ini. Semoga bermanfaat bro!
Indahnya Desa Adat Ratenggaro – Menuju Lokasi

Suasana di Desa Adat Ratenggaro. Credit: gitaditya.blogspot.com
Seperti apa yang sudah disebutkan di atas, kalau untuk menuju ke Desa Adat Ratenggaro ini sendiri memerlukan sebuah niat yang tinggi, ternyata itu bukan hanya sebuah isapan jempol belaka. Desa yang terletak cukup jauh ini hanya bisa digapai dengan kendaraan sewaan atau jasa travel dari Tambolaka yang memiliki jarak kurang lebih 56 km ke lokasi Desa Ratenggaro.
Untuk menuju ke Desa Adat Ratenggaro sendiri bisa memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam dengan kondisi jalan yang beraspal yang terpelihara. Untuk itu, buat lo yang ingin datang ke sana, jangan sampai lupa untuk mengikuti cara-cara di atas yaa bro.
Indahnya Desa Adat Ratenggaro – Serasa Kembali ke Zaman Purba

Suasana di Desa Adat Ratenggaro. Credit: marischkaprudence.blogspot.com
Mungkin itu merupakan sebuah kata yang tepat untuk menggambarkan suasana di Desa Adat Ratenggaro. Ketika lo pertama kali menginjakkan kaki lo di sana, suasana seperti berada di era zaman megalithikum pun langsung terasa. Kira-kira seperti sedang berada 4.500 tahun yang lalu.
Di dalam kawasan wisata ini, lo bisa mendapatkan sebuah kuburan batu tua di sektiar perkampungan. Untuk nama dari Ratenggaro itu sendiri memiliki arti yang cukup unik nih bro. Nah, untuk kata ‘Rante’ itu artinya kuburan, sedangkan ‘Garo’ artinya orang-orang Garo.
Konon katanya dahulu kala ketika masih terjadi perang antar suku, suku dari orang yang sekarang menjadi penghuni desa ini berhasil merebut wilayah desa orang-orang Garo. Nah, ketika saat itu, suku yang kalah perang akan dibunuh dan dikubur di tempat itu juga.
Indahnya Desa Adat Ratenggaro – Ratusan Kuburan

Suasana di Desa Adat Ratenggaro. Credit: itjeher.com/
Hal yang menjadi daya tarik desa adat ini selain dari keindahannya ialah dengan terdapatnya ratusan kuburan yang ada di dalam kawasan wisata ini. Kurang lebih terdapat 304 buah kubur batu dan 3 diantaraya berbentuk unik dan terletak di pinggiran laut.
Ukuran dan pahatan pada tiap kuburu batu semakin menambah kesan magis dan mendalam pada paninggalan leluhur. Belum lagi dengan bentuknya yang menyerupai meja datar dan berukuran besar terlihat sangat kokoh meskipun setiap harinya selalu terkena hantaman angin kencang dari arah laut yang terletak di belakang kampung.
Indahnya Desa Adat Ratenggaro – Uma Kelada

Suasana di Desa Adat Ratenggaro. Credit: deskgram.net
Tentunya daya tarik utama dari tempat wisata ini ialah dengan adanya rumah adat yang berdiri tegap seperti memancarkan keindahan yang dimilikinya. Uma Kelada sendiri merupakan nama dari rumah adat tersebut. Bukan hanya itu saja, ketinggian dari rumah adat ini sendiri pun bisa mencapai 15 meter.
Atapnya pun menggunakan bahan dasar jerami dan tinggi rendahnya atap didasarkan atas status sosila mereka. Perlu diketahui pula kalau Desa Ratenggaro sendiri merupakan desa adat yang masih memegang teguh dan melestarikan tradisi peninggalan leluhurnya terbukti dari masyarakatnya yang masih menganut tradisi Marapu sama seperti kampung-kampung lain di Kabupaten Sumba Barat Daya pada umumnya.
Rumah Adat Ratenggaro sendiri memiliki bentuk rumah panggung yang terdiri dari 4 buah tingkat. Untuk tingkat paling bawah dari rumah adat ini sendiri digunakan sebagai tempat untuk hewan peliharaan. Lalu untuk tingkat kedua merupakan tempat pemilik rumahnya tinggal bersama. Nah, untuk tingkat di atasnya merupakan tempat untuk menyimpan hasil panen.
Biasanya di atas tempat memasak terdapat sebuah kotak yang merupakan tempat untuk menyimpan benda keramat dan tingkat teratas merupakan tempat untuk meletakkan tanduk kerbau sebagai simbol tanda kemuliaan.
Nah, untuk tipikal dari rumah adat di Desa Ratenggaro sendiri hampir sama seperti orang Flores dan orang Toraja di mana di dalam rumahnya terdapat rahang babi dan tanduk kerbau yang digantung sebagai simbol kalau orang yang memiliki rumah adat tersebut pernah melakukan upacara adat.
[readalso url=18632]
Jadi buat lo yang ingin merasakan bagaiamana kehidupan di era megalithikum tentunya berkunjung atau berwisata ke Desa Adat Ratenggaro merupakan sebuah keputusan yang tepat. Untuk itu, langsung saja persiapkan segala rencana serta persiapan lo untuk dapat tiba di sana yaa bro. Karena semakin sering lo mengeksplorasi hidup ini, maka keindahan-keindahan berupa alam dan budaya pun akan semakin terbuka buat lo. Semangat selalu bro!
Featured Image: nizarnizar.com/
ARTICLE TERKINI
Article Category : In Depth
Article Date : 25/09/2018
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :