Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

4 Hal yang Perlu Lo Ketahui Untuk  Mengenal Lebih Dekat Terhadap Budaya Nomaden Suku Mongolia!

Dengan zaman yang selalu maju tentunya perkembangan merupakan hal yang lumrah di sekeliling lo bukan? Lo akan mudah sekali untuk menemukan sebuah perubahan, mungkin dalam satu minggu lo sudah bisa melihatnya. Mulai dari teknologi, sandang, pangan hingga sudut pandang pun mampu mempengaruhi gaya hidup lo. Namun hal tersebut tak berpengaruh sama sekali dengan gaya hidup sebagian Suku Mongolia.

Yaap, suku yang terkenal dengan Genghis Khan sebagai pahlawan peperangannya ini memiliki gaya hidup yang tidak berubah sejak dahulu kala. Cara bertahan hidup di alam liar Mongolia pun tak pernah berubah. Dan termasuk salah satu suku nomaden di dunia yang masih bertahan hingga hari ini. Betul, sebagian dari Suku Mongolia sendiri merupakan sekumpulan orang yang selalu berpindah-pindah tempat tinggal dikarenakan dari pekerjaan yang ditekuni.

[readalso url=19447]

Perlu diketahui pula, kalau sebagian dari Suku Mongolia sendiri memiliki pekerjaan sebagai pengembala. Sehingga tak heran apabila budaya sebagai nomaden itu tetap melekat di kehidupan mereka. Penasaran enggak sih lo bagaimana di era yang serba maju ini mereka masih bisa bertahan hidup? Nah, untuk itu langsung saja simak beberapa informasi di bawah ini yang akan membahas seputar cara para suku tersebut menjalani serta terus melestarikan budayanya.

Mengenal Budaya Nomaden Suku Mongolia – Pengembala

Suku Mongolia yang Sedang Mengembala. Credit: mntravel.ucoz.com

Ini merupakan salah satu alasan kuat mengapa hingga hari ini sebagian besar dari Suku Mongolia sendiri merupakan seorang nomaden. Yaap, karena memang sebagian dari mereka memiliki pekerjaan sebagai seorang pengembala yang mengharuskan untuk terus berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Untuk transportasinya sendiri, para Suku Mongolia yang mengambil jalan hidup sebagai nomaden masih menggunakan seekor kuda dan unta. Kuda itu sendiri berfungsi untuk memburu, sedangkan unta berfungsi sebagai transportasi untuk memindahkan alat-alat yang berat.

Keseharian dari para Suku Mongolia ini pun cukup sederhana serta terus menyimpan stok untuk keperluan primer seperti daging, pakaian hingga bahan-bahan bangunan. Domba merupakan hewan paling penting di kehidupan para nomaden ini, karena hewan tersebut bisa memberikan daging, kuit untuk pakaian serta susu. Tak heran apabila sering ditemukan daging domba di setiap kuliner asli Suku Mongolia.

Mengenal Budaya Nomaden Suku Mongolia – Makanan dan Minuman

Suasana Makan dan Minum Para Suku Mongolia Nomaden. Credit: pinterest.co.uk

Pertanyaan yang paling sering muncul apabila membicarakan mengenai nomaden itu sendiri, makanan atau minuman apa saja sih yang mereka konsumsi setiap harinya? Karena memang budaya nomaden masih terdengar asing bagi banyak orang.

Makanan yang dikonsumsi oleh para nomaden yang ada di Mongolia sendiri tergolong tidak terlalu nikmat, namun memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Beberapa pilihan kuliner yang cukup terkenal ialah Airag, Aarul, Marmot serta teh. Dan mereka sangatlah sering memakan daging domba atau kambing yang hanya dibakar dengan campuran sayuran.

Untuk Airag sendiri merupakan fermentasi susu yang memiliki cita rasa cukup unik serta menjadi salah satu kuliner favorit bagi para Suku Mongolia. Bahkan kuliner satu ini pun bisa menjadi penghangat di malam hari karena terdapat kandungan alkohol di dalamnya.

Sedangkan untuk Aaruul merupakan kuliner khas Suku Mongolia yang paling banyak disenangi ketika waktu senggang. Kenapa? Karena sangat nikmat sekali apabila bersama-sama dikonsumsi dengan susu, yoghurt dan keju. Dengan tekstur yang cukup keras, Aarul dapat dikatakan permen dari para suku Mongolia.

Mengenal Budaya Nomaden Suku Mongolia – Rumah Serta Peralatan

Suasana Tenda dari Para Nomaden Mongolia. Credit: pinterest.co.uk

Sebagai seorang nomaden, tentunya rumah yang bisa berpindah-pindah merupakan hal penting. Rumah mereka pun biasanya berupa tenda yang besar serta nyaman. Biasanya mereka menyebutnya dengan ger atau yurt. Uniknya lagi mereka membangun tendanya tanpa menggunakan paku sedikit pun.

Tenda dari para Suku Mongolia ini sangatlah kuat, karena bisa bertahan dari kencangnya angina ketika musim kemarau serta mampu memberikan kehangatan ketika musim dingin yang mampu mencapai suhu -5 derajat celcius.

Di dalam tenda dari para suku nomaden Mongolia ini pun berisi dengan penghangat di ruangan tengah beserta dengan ruangan keluarga. Bukan hanya itu saja, namun juga terdapat beberapa tempat tidur. Bahkan di dalam tenda tersebut bisa memuat sekitar 7 orang.

Mengenal Budaya Nomaden Suku Mongolia – Sejak 3.000 Tahun Lalu

Penampakan dari Suku Nomaden Mongolia. Credit: .toursmongolia.com

Perlu diketahui pula kalau budaya yang dimiliki oleh para Suku Mongolia nomaden ini telah berlangsung selama 3.000 tahun yang lalu. Tak heran apabila mereka sangat hatam untuk selalu melestarikan budaya ini.  Mental dari para nomaden ini pun cukup untuk diacungi jempol, bayangkan saja mereka terus berpindah-pindah dengan waktu yang tak menentu.

Bahkan dari mereka pun mampu bertahan hidup di berbagai cuaca serta suhu yang berbeda-beda. Kekuatan dari Suku Mongolia yang nomaden tersebut menjadi sebuah keunikan yang ikonik. Sehingga tak heran apabila ingin menggambarkan seseorang yang kuat, Suku Mongolia lah yang menjadi kiblatnya.

Bukan hanya itu saja, namun terdapat pula beberapa etika khas Suku Mongolia, salah satunya ialah dengan selalu bergerak di dalam tenda yang mengikuti arah jarum jam dan jangan pernah bersalaman tangan dengan sarung tangan yang masih terpasang, walaupun suhu sedang dingin-dinginya.

[readalso url=19436]

Jadi bagaimana bro dengan informasi seputar budaya-budaya nomaden Suku Mongolia di atas? Semoga bisa berguna buat lo yaa, karena bisa dilihat ketekuan serta kekuatan dari para suku tersebut pun sangat memukau bukan? Untuk lo yang ingin sekali melihat bagaimana para nomaden ini bertahan hidup, langsung saja datang ke Mongolia pada saat musim kemarau yaa, karena suhu serta suasananya pun akan bersahabat buat lo!

 

Featured Image: studyabroad.sit.edu

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Beginner #Extreme #solo-traveling

Article Category : In Depth

Article Date : 30/01/2019

Superadventure
Superadventure
Admin Adventure
Penulis artikel petualangan outdoor dan ekstrem yang bawain kisah mendaki tebing, arung jeram, sampai menjelajah jalur off-road. Buat gue, petualangan itu lebih dari sekadar jalan-jalan, ini soal uji mental dan fisik. Tiap cerita gue kemas biar Superfriends kebawa sensasinya. Gue pengen lo yang baca ngerasa termotivasi buat keluar dari zona nyaman. Kalau lo suka tantangan alam, artikel di sini bakal bikin lo pengen langsung berangkat.

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
In Depth

Jack Wolfskin, Sukses Jadi Merek Outdoor Ramah Lingkungan

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
In Depth

Reinhold Messner, Pendaki yang Usulkan Carstensz Masuk Seven Summits

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
In Depth

Kenalan Sama Para Daredevil dari Berbagai Negara di Dunia

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
In Depth

Madu Ternyata Punya Manfaat Buat Kesehatan Para Pendaki

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive