Pasti jenis olahraga ini belum akrab di telinga lo semua. Jadi Calcio storico itu olahraga dari Italia yang diciptakan pada masa Renaisans Italia. Singkat cerita, awal mula olahraga ini lahir pada satu abad Sebelum Masehi. Olahraga yang diadopsi dari permainan bola Yunani ini digunakan kerajaan Romawi untuk melatih prajurit bertempur.
Secara umum, permainan ini sebenarnya mirip sepak bola biasa, hoki, atau rugby. Yang mana dalam pertarungannya terdiri dari dua tim yang mana tim ini harus menyerang ke gawang lawan.
[readalso url=21719]
Mirip Sepak Bola dan Rugby Tapi Berkelahi

Image source: independent.co.uk
Nah bedanya, cara permainan calcio storico dibumbui dengan aksi yang tidak biasa. Keras dan sengit! Dua kata itu yang paling menggambarkan olahraga ini. Kalau dalam sepakbola biasa melarang adanya kontak fisik dalam pertandingan, olahraga calcio storico ini memberi ruang para pemainnya untuk saling jegal.
Hampir semua jenis kontak fisik dibolehkan, mulai dari memukul, melempar pasir ke mata lawan, menendang (bukan kepala), memiting, hingga mencekik. Intinya lawah harus dihentikan dengan cara apapun agar lawan tidak bisa mencetak gol. Ekstrem, bro! Para pemainnya aja mengakui, kalau olahraga ini seperti pertarungan gladiator.
Meski dibolehkan baku hantam, namun dalam peraturannya ada sejumlah hal yang dilarang. Yakni pemain tidak boleh meninju secara tiba-tiba dari luar penglihatan lawan.
Terus juga nggak boleh menendang kepala, memukul lawan di tanah, atau berkeroyok harus satu lawan satu. Terakhir nggak boleh juga menyerang lawan memakai benda asing. Wasit akan mengawasi jalannya pertandingan. Termasuk ada enam orang hakim garis.
Calcio Storico ini dalam permainannya diikuti oleh 27 pemain dalam satu tim. Dalam satu permainan, nggak ada pergantian pemain selama laga yang berlangsung 20 menit.
Nah, dari 27 pemain ini, empat orang menjadi penjaga gawang, tiga gelandang belakang, lima gelandang tengah, dan 15 bertugas sebagai penyerang. Konon katanya, formasi ini yang jadi cikal bakal permainan sepakbola modern.
[readalso url=21666]
Yang Menang Dapat Makan Malam Gratis
Ada empat tim di Kota Florence mewakili empat daerah bersejarah dengan satu gereja sebagai pusatnya. Florence merupakan salah satu kota Abad Pertengahan dan Renaisans paling megah di Italia, Florence
Empat tim ini masing-masing memakai seragam dengan warna khasnya, yakni San Giovanni memakai Verdi (hijau), Santa Croce berwarna Azzuri (biru), Santo Spirito dengan Bianchi (putih), dan Santa Maria Novella memakai warna Rossi (merah).
Untuk memulai pertandingan diawali dengan suara meriam kecil. Sama seperti sepakbola, tim yang menang adalah mereka yang paling banyak mencetak gol ke gawang lawan. Tapi bukan menggunakan kaki, melainkan dibawa dan diperebutkan dengan tangan. Bisa dibilang Calcio Storico perpaduan antara rugby dan bela diri.
Saking brutalnya olahraga ini, nggak sedikit lho pemain yang berdarah-darah, terutama di bagian wajah karena saling adu tinju. Terus kalau sudah bonyok begitu, apa sih hadiah buat tim yang menang?
Menariknya, tim yang menang tidak mendapat trofi atau medali, termasuk sejumlah uang. Hadiahnya makan malam gratis untuk semua anggota tim. Lantas, apa hadiah untuk tim pemenang? Makan malam gratis untuk seluruh anggota tim!
Ya, tidak ada trofi, medali, apalagi hadiah uang untuk tim pemenang. Sebelum hadiahnya makan-makan, hadiah pertandingan ini berupa anak sapi yang masih hidup. Tapi belakangan diubah menjadi sajian makan malam. Gimana bro, mau coba jadi atlet Calcio Storico?
Source: https://www.indosport.com/sepakbola/20161205/calcio-storico-olahraga-barbar-awal-mula-sepakbola-modern#:~:text=Calcio%20Storico%20berasal%20dari%20olahraga,dengan%20satu%20gereja%20sebagai%20pusatnya.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Extreme Action
Article Date : 25/06/2020
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :