Beberapa gunung di Nusantara tercatat sudah membuka kembali jalur pendakiannya. Meskipun aktivitas mendaki gunung termasuk kategori yang memiliki risiko rendah, tapi bukan berarti aktivitas ini aman dan bebas dari potensi Covid -19.
Oleh karena itu, jika lo berniat mendaki gunung di masa adaptasi kebiasaan baru, maka lo wajib menerapkan protokol kesehatan yang berlaku, bro. Berikut beberapa hal yang bisa lo lakukan, ketika lo ingin mendaki gunung di masa adaptasi kebiasaan baru.
[readalso url=22002]
Cari Tahu Sebelum Pergi

Jadi, sebelum pergi sebaiknya cari tahu beberapa hal penting terlebih dahulu, seperti pembatasan aturan wilayah dan zona berdasarkan tingkat penyebaran Covid-19. Pelajari aturan baru yang ditetapkan pengelola terkait protokol kesehatan Covid-19, apakah ada batasan jumlah kunjungan dari sebelumnya dan waktu kunjungan. Kontak dan tanyakan langsung pada pengelola dan sebaiknya lakukan booking online.
Kenali juga penyakit bawaan yang ada pada diri lo sendiri, seperti penyakit jantung, diabetes, darah tinggi dan lain-lainnya. Pasalnya, penyakit-penyakit tersebut sangat beresiko tinggi terhadap Covid-19.
Hindari mengikuti open trip, di mana peserta bercampur dari berbagai wilayah. Jika menggunakan jasa Trekking Organizer (TO) atau Pemandu Gunung, pastikan penyedia jasa telah menjalankan protokol pencegahan penyebaran Covid-19. Lo berhak menanyakan daerah asal para peserta yang ikut kok, bro.
Rencanakan dan Siapkan Pendakian dengan Baik

Selain membawa logistik untuk keperluan selama mendaki gunung seperti biasa, lo juga harus membawa beberapa peralatan penting di masa adaptasi kebiasaan baru ini, bro. Logistik tambahan seperti hand sanitizer, sarung tangan dan masker beserta cadangannya kini wajib dibawa jika ingin mendaki gunung di masa adaptasi kebiasaan baru seperti sekarang ini.
Sebaiknya, jangan menyewa peralatan dan perlengkapan mendaki gunung untuk sementara ini. Apalagi peralatan gunung yang sifatnya personal, seperti sleeping bag, matras, sarung tangan dan yang lainnya.
Selain itu, siapkan juga dokumen-dokumen yang diperlukan sebagai syarat pendakian di masa adaptasi kebiasaan baru ini, bro. Beberapa dokumen seperti surat keterangan sehat hingga keterangan negatif Covid-19 biasanya menjadi syarat wajib di beberapa gunung yang sudah membuka jalur pendakiannya.
Pilih Destinasi Alam atau Pendakian Terdekat

Di masa adaptasi kebiasaan baru seperti saat ini, memilih destinasi wisata alam atau pendakian gunung yang terdekat menjadi pilihan yang sangat bijak. Jika memang memilih lokasi yang jauh, pastikan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19, bro.
Jika memungkinkan, hindari akhir pekan atau hari libur. Pilihlah jalur yang tidak terlalu ramai agar tidak terjebak dalam kerumunan, bro. Patuhi aturan yang ditetapkan oleh pengelola destinasi wisata alam atau pendakian gunung agar pendakian lo berjalan lancar, bro.
[readalso url=21943]
Physical Distancing atau Jaga Jarak
Pastikan hanya pergi dengan yang satu rumah, atau satu wilayah yang sudah diketahui riwayat kesehatannya dan hanya dengan kelompok kecil sekitar tiga sampai empat orang. Gunakan masker sejak keluar dari rumah, terutama di tempat-tempat yang berpotensi bertemu dengan orang asing, seperti berpapasan baik dalam perjalanan maupun di destinasi wisata alam atau selama mendaki gunung.
Tetap dalam kelompok dan tetap disiplin terapkan protokol kesehatan Covid-19 selama beraktivitas dan menggunakan fasilitas publik seperti tempat ibadah, toilet dan lain sebagainya.
Referensi : https://kumparan.com/harley-b-sastha/mendaki-aman-dan-bertanggung-jawab-di-masa-pandemi-covid-19-1tmcdp8yd5z/full
ARTICLE TERKINI
Article Category : Trending
Article Date : 31/07/2020
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :