Belum lama ini terjadi sebuah peristiwa yang cukup menyedihkan, bukan untuk Indonesia saja namun untuk dunia. Peristiwa yang dimaksud ialah dengan terbakarnya Hutan Amazon. Yaap, hutan dengan luas wilayah sekitar 5,5 juta km2 ini mengalami sebuah bencana terbesar bila dibandingkan dengan sebelumnya. Bayangkan saja, tahun ini kebakarannya meningkat hingga 84%.
Hutan yang menjadi paru-paru dunia ini juga menghasilkan sekitar 20% oksigen di dunia loh, sehingga bisa dibayangkan enggak sih kalau hutan ini terbakar secara parah itu akan mengakibatkan hasil buruk kepada lingkungan ataupun kelancaran segala aktivitas di dunia ini.
[readalso url=20358]
Kejadiannya pun tepat terjadi pada tanggal 19 Agustus 2019, kurang lebih pada saat sore hari. Suasana di kota Sao Paulo Brazil pun menjadi gelap. Tentu hal itu terjadi karena angin besar yang menghembus serta mengirimkan asap hasil kebakaran dari Hutan Amazon. Padahal jarak dari hutan luas ini ke kota tersebut sangatlah jauh. Bahkan asap tebal hitam juga bertahan sekitar 1 jam di kota tersebut.
Saking parahnya kebakaran kali ini, asap serta titik apinya pun bisa terlihat dari luar angkasa, tepatnya tertangkap oleh satelit milik NASA dan NOAA. Tentu ini merupakan sebuah kejadian yang sangat disayangkan, namun sudah terlanjur menjadi bubur.
Bagaimana Api Bermula di Hutan Amazon?

Kebakaran Hutan Amazon, Apakah Ulah Manusia atau Alam? Credit: .nationalgeographic.com
Memang merupakan hal yang sering terjadi mengenai kebakaran di hutan luas ini, karena setiap musim kering, api liar sering menyala di sana. Namun tahun ini sepertinya sudah melewati batas biasanya. Hal tersebut tentunya mengundang banyak pertanyaan dari berbagai pihak.
Banyak yang mengatakan pula kalau peristiwa ini bukan hanya semata-mata karena kejadian alam saja, ada campur tangan manusia. Perlu untuk diketahui pula kalau di hutan besar ini memang sudah menjadi tempat pemotongan kayu yang tidak terkontrol.
Karena itu banyak lahan hutan yang botak serta kering menyebabkan api pun sangat mudah untuk menyebar. Kelembapan dari hutan ini juga sangat berkurang, padahal ini merupakan hutan hujan atau rainforest dengan luas wilayah besar di dunia.
Padahal hutan ini merupakan sebuah aset yang sangat vital bagi paru-paru dunia, banyak pula pihak yang beranggapan kalau hutan ini merupakan senjata utama untuk melawan global warming karena bisa menghisap carbon dari udara. Kembali lagi, 20% dari oksigen di dunia merupakan hasil produksi Hutan Amazon.
Asap Menyelimuti Sebagian dari Benua Amerika Selatan

Kebakaran Hutan Amazon, Apakah Ulah Manusia atau Alam? Credit: archinect.com
Kalau lo membuka di segala sosial media yang ada serta mencari kondisi terakhir dari kota-kota di Amerika Selatan tentunya merupakan sebuah bencana yang mengerikan. Karena bukan hanya Brazil saja, namun Paraguay, Peru dan Bolivia juga terkena dampaknya.
Bisa dilihat pula kalau hutan ini benar-benar memiliki luas wilayah sangat besar. Banyak gambar-gambar maupun video terunggah di sosial media yang memperlihatkan bagaimana asap hitam pekat menyelimuti sebagian kota-kota di beberapa negara tersebut.
Bahkan satelit uni Eropa juga menangkap gambat mengenai asap dari api yang terbakar di Hutan Amazon ini. Menurut INPE (National Institute for Space Research) di Brazil mengatakan kalau lahan sebesar 11/2 lapangan bola terbakar atau hancur setiap menit setiap harinya.
Tak heran apabila dampak yang diakibatkan oleh kebakaran Hutan Amazon ini sangatlah besar hingga tersebar di beberapa negara tetangga Brazil. Bisa dilihat juga kalau kejadian ini bukan hanya semata-mata hanya sebuah bencana dari alam, namun terdapat campur tangan manusia yang kurang peduli terhadap efek lingkungan.
Meningkatkan Kepekaan Peduli Terhadap Lingkungan Alam

Kebakaran Hutan Amazon, Apakah Ulah Manusia atau Alam? Credit: stuff.co.nz/
Kebakaran hutan bukanlah masalah bagi Brazil saja, karena ini merupakan masalah dunia. Contohnya saja untuk di Indonesia sendiri masih di bulan Agustus juga terjadi kebarakan hutan yang cukup besar. Bukan hanya itu saja, namun juga bisa mengganggu kehidupan masyarakat.
Yaap, tepat terjadi di Kota Pekanbaru pada tanggal 4 Agustus 2019. Kota tersebut terkena dampak asap tebal yang menyelimuti, asalnya pun dari kebarakan hutan dan lahan. Tentu bisa mengganggu aktivitas keseharian dari warga di dalam kota tersebut.
Untuk kebakarannya sendiri memang terletak di hutan Provinsi Riau yang letaknya jauh dari kota, namun efeknya membuat sekitar 700 orang terkena infeksi saluran pernafasan. Sehingga para warga Pekanbaru pada saat itu harus menggunakan masker agar bisa bernafas setidaknya.
Nah, dari kejadian-kejadian mulai kebakaran Hutan Amazon bisa dilihat pula kalau sebagian besar diakibatkan oleh ulah manusianya sendiri. Sudah saatnya sih bro, lo untuk lebih peka lagi terhadap kondisi sekitar, tepatnya lagi kondisi alam.
Bisa dilihat pula kalau oksigen yang merupakan asupan pokok untuk kehidupan makhluk hidup berasal dari hutan, maka lo enggak mau kan kalau lo harus membayar hanya untuk bernafas? Tak perlu melakukan hal-hal besar saja kok. Mulai dari membuang sampah pada tempatnya saja sudah menjadi sebuah pergerakan yang bisa merubah kondisi alam kok.
Selain itu juga dengan penggunaan plastik, karena sudah banyak kasus yang banyak terpampar di beberapa media yang memperlihatkan bagaimana efek buruk dari penggunaan plastik dengan volume banyak. Karena alamlah yang akan menanggungnya.
**
[readalso url=20355]
Jadi bagaimana bro dengan informasi seputar kebarakan di hutan amazon di atas? Semoga bisa menjadi salah satu acuan atau panduan lo untuk lebih sadar lagi dalam merawat alam di sekitar yaa. Karena tanpa alam, tentunya manusia tidak berbuat apa-apa loh. Semangat selalu dan mulailah merubah kebiasaan buruk lo dengan hal yang lebih baik serta berguna baik untuk sesama manusia ataupun alam!
Featured Image: washingtonpost.com
ARTICLE TERKINI
Article Category : In Depth
Article Date : 22/08/2019
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :