Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Thumbnail

Author : Admin Soccer

Article Date : 12/10/2023

Article Category : News

Dalam sejarah panjang sepak bola Indonesia, banyak bintang gemilang telah muncul di lapangan hijau, tetapi satu posisi yang cukup jarang diperhatikan yaitu Kiper. Padahal mereka sering kali menjadi pahlawan dalam kesuksesan sebuah tim. Dalam artikel ini, lo akan menjelajahi beberapa nama besar yang telah mengukir sejarah sebagai "Kiper Terbaik Sepanjang Masa" di Indonesia.

Maulwi Saelan

Image source: panditfootball.com

Kiper terbaik Indonesia yang pertama adalah Maulwi Saelan. Selain dikenal sebagai seorang penjaga gawang, dia juga merupakan tentara dan memiliki hubungan dengan Presiden Sukarno.

Ia lahir pada tanggal 8 Agustus 1928 di Makassar, Hindia Belanda, dan meninggal dunia pada tanggal 10 Oktober 2016 di Jakarta, Indonesia, pada usia 88 tahun. Ia bermain untuk Taman Siswa, Makassar, dan mewakili Indonesia di kompetisi internasional. Namun yang paling dikenal dari Maulwi dalam dunia sepakbola adalah perannya sebagai penjaga gawang dan terkadang menjadi kapten tim sepak bola nasional Indonesia dari tahun 1951-58, ketika tim menikmati kesuksesan internasional.

 

Ronny Pasla

Image source: liputan6.com

Ada fakta menarik dari kiper legenda Indonesia Ini. Dikutip dari Bola.com Ronny merupakan satu-satunya kiper yang mampu menepis tendangan penalti legenda Brasil, Pele. Momen ini terjadi saat Pele bersama Santos melakukan tur Asia pada 1972.

Kiper kelahiran 15 April 1947 ini memiliki sepak terjang yang tidak diragukan lagi dalam dunia sepak bola Indonesia. Dia merupakan salah satu ikon untuk para kiper-kiper muda pada saat itu, karena peran pentingnya untuk timnas Indonesia pada tahun 1960 an dan awal 1970 an.

Perjalanan karirnya juga memiliki kisah yang penuh dengan perjuangan. Ketika mencapai usia 20 tahun, Ronny Pasla akhirnya mendapatkan panggilan untuk bergabung dengan Tim Merah-Putih. Bersama Indonesia, ia meraih sejumlah pencapaian gemilang, termasuk menjadi juara Piala Agakhan di Bangladesh pada tahun 1967, meraih gelar juara dalam Merdeka Games, menjadi juara dalam Pesta Sukan Singapura 1972.




Yudo Hadianto

Image source: bola.com

Masih dari kalangan legenda, Yudo Hadianto merupakan pemain yang pernah diakui menjadi kiper terbaik Asia pada masanya. Memiliki bakat yang natural membuat dia menjadi pilihan utama untuk mengisi pos penjaga gawang timnas pada era 1960-an dan 1970-an.

Selain itu, pada akhir karirnya dia lebih banyak menjadi manager dan pelatih. Berdasarkan data terakhir yang tercatat dia pernah menjadi Manajer GOR Simprug (1997-2003)dan manajer timnas futsal Indonesia periode 2003 hingga 2007.

 

Eddy Harto

Image source: cnnindonesia.com

Pemain selanjutnya juga merupakan legenda timnas Indonesia yaitu Eddy Harto. Berposisi sebagai seorang kiper, Eddy lahir pada 12 Juni 1961 di Medan, Indonesia. Ia memperoleh ketenaran melalui kiprahnya bersama Arseto dan akhirnya mengakhiri karirnya pada 1 Desember 1995.

Awal perjalanan karirnya itu berawal dari tawaran Arseto Solo kepadanya untuk bergabung, pasca mengikuti pemusatan latihan tim nasional junior utnutk kompetisi internasional di Filipina.

Selain itu, Eddy Harto juga mewakili tim nasional sepak bola Indonesia dan berkompetisi dalam SEA Games 1991 di Manila. Prestasinya yang paling mencolok adalah dalam pertandingan semifinal dan final Merdeka Games di Kuala Lumpur, di mana ia berhasil menyelamatkan dua tendangan penalti dalam setiap pertandingan, membantu tim Indonesia meraih gelar juara.



Hermansyah

Image source: supporterbola.com

Pemain kelahiran 17 Agustus 1963 ini merupakan salah satu pemain yang telah memberi dampak yang besar bagi persepakbolaan Indonesia. Memiliki sikap yang tegas, menjadikan dia salah satu sosok yang sangat dihormati oleh sesama rekan setimnya. Selain itu, Hermansyah juga dikenal karena kedisiplinannya yang tinggi. Dikutip dari Bola.com, Hermansyah memiliki keahlian dalam menggagalkan tendangan penalti. Kemampuan ini didapatkannya karena yang mendapat pelatihan dari pelatih kiper legendaris Brasil, Barbatana.

Hermansyah juga mencatat prestasi di level klub, membantu Mastrans Bandung Raya meraih gelar juara Liga Dunhill 1995-1996. Karier sepak bolanya berakhir pada tahun 1999 ketika ia bermain untuk Persikota. Meskipun pensiun, Hermansyah tetap dikenang sebagai salah satu kiper terbaik yang pernah ada dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Kurnia Sandy

Image source: bola.com

Kurnia Sandy adalah seorang legenda dalam dunia sepak bola Indonesia, terutama dikenal sebagai salah satu kiper terbaik yang pernah dimiliki oleh negara ini. Ia lahir pada 25 August 1975. Karirnya sebagai kiper menginspirasi banyak generasi muda pemain sepak bola Indonesia.

Selama karirnya, Kurnia Sandy memainkan peran penting dalam sejumlah klub, termasuk klub-klub seperti Arema Malang, Persebaya Surabaya, dan Persib Bandung. Di antara prestasinya yang paling mengesankan adalah kontribusinya dalam membantu Arema Malang meraih gelar juara di beberapa kompetisi domestik, termasuk Liga Indonesia. Di samping itu, dia juga pernah hampir menembus skuad utama Sampdoria pada tahun 96-97. Namun karena banyak faktor, keberuntungan masih belum memihak kepada dirinya.

Selain berkiprah di level klub, Kurnia Sandy juga menjadi bagian penting dari Tim Nasional Indonesia. Ia mencatatkan sejumlah penampilan yang mengesankan dalam seragam Merah Putih, yang membantu mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu kiper terbaik Indonesia sepanjang masa.

Hendro Kartiko

Image source: bola.com

Hendro Kartiko bisa disebut sebagai salah satu kiper terbaik Indonesia. Pemain kelahiran 24 April 1973 di Banyuwangi ini, telah menjadi sosok yang penting dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Selama karier bermainnya, Hendro Kartiko telah berkontribusi untuk beberapa klub terkemuka di Indonesia. Ia tercatat pernah membela Mitra Kukar, Persija Jakarta, Arema Malang, dan PSM Makassar. Dalam peran sebagai penjaga gawang, Hendro Kartiko sering menjadi pilihan utama dan memiliki catatan penampilan yang mencolok di semua klub yang ia bela.

Prestasi Hendro Kartiko bukan hanya terbatas di level klub, tetapi juga di tingkat internasional. Ia mewakili tim nasional sepak bola Indonesia dan berpartisipasi dalam Piala Asia 1996. Keikutsertaannya dalam turnamen tersebut merupakan pengakuan atas kemampuannya yang luar biasa sebagai penjaga gawang.



Markus Horison

Image source: tvonenews.com

Generasi 2000an tentunya pasti tau dengan pemain yang satu ini. Kalau lo gak tau, agak sedikit kelewatan sih. Memiliki nama lengkap Muhammad Haris Maulana, Markus selalu tampil apik di bawah mistar gawang Indonesia.

Lahir pada 14 Maret 1981, Markus Horison memiliki karir yang cukup baik sebagai seorang kiper. Ia mencatatkan 37 penampilan untuk timnas Indonesia dan sering kali menjadi pilihan utama sebagai penjaga gawang dalam pertandingan penting. Salah satu momen yang dikenal luas adalah ketika ia bermain sebagai penjaga gawang utama dalam pertandingan antara Indonesia dan Korea Selatan dalam Piala Asia 2007.

 

Yus Etek

Yus Etek, adalah salah satu kiper legendaris Indonesia yang telah memberikan kontribusi luar biasa dalam dunia sepak bola Indonesia. Yus Etek dikenal karena ketangguhannya di bawah mistar gawang dan juga dalam menahan tendangan penalti.

Pada era 1960-an, nama Yus Etek mulai banyak dikenal karena penampilan apiknya bersama Persib Bandung. Berkat postur tubuhnya yang tinggi dan besar, Yus Etek dijuluki sebagai versi Lev Yashin-nya Indonesia. Kekuatan posturnya memungkinkannya untuk melakukan penyelamatan yang mengesankan. Yus Etek menjadi tulang punggung Timnas Indonesia dalam mengamankan tiga gelar juara berturut-turut dalam Merdeka Games di Malaysia pada tahun 1960, 1961, dan 1962.

 

Ponirin Mekka

Ponirin merupakan legenda PSMS Medan. Penampilan luar biasanya dalam mengamankan gawang, membuat dia sangat dicintai oleh para fans. Sepak terjangnya lebih banyak membela tim-tim dari Sumatera, seperti PSDS Deli Serdang, PS Kinantan, Medan Putra, dan PSMS Medan.

Puncak karirnya lebih banyak dihabiskan di PSMS Medan yang mana ia memenangkan Liga Perserikatan dua kali pada tahun 1983 dan 1985 serta Piala Kemerdekaan Internasional pada tahun 1987.

 

PERSONAL ARTICLE

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Football History

Source:Supersoccer

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
News

Dipecat Juventus, Massimiliano Allegri Bisa Merapat ke Bayern Munchen?

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Euro 2024: Alami Cedera, Mungkinkah Harry Kane Bela Timnas Inggris?

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Daftar City Playoff Euro Futsal Esport Championship 2024 Regional Surabaya

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Aneh, Sekarang Xavi Hernandez Berpotensi Dipecat Barcelona Akhir Musim Ini

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Prediksi Dampak Kylian Mbappe di Real Madrid, Vinicius Junior Bisa Dijual?

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Harus Tau, City Playoff Euro Futsal Esport Championship 2024 Regional Bandung

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Terungkap Alasan Lionel Messi Pilih ke Amerika Serikat, Ternyata Bukan Uang

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Resmi, Raphael Varane Tinggalkan Manchester United Akhir Musim Ini

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Ini Dia Daftar City Playoff Euro Futsal Esport Championship 2024 Regional Semarang

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Masih Pede, Erik Ten Hag Yakin Bisa Jadi Penyelamat Manchester United

Read to Get 5 Point
image arrow
1 /