Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

The Godfather of Shock Rock

Sosok rock star lazimnya dikenal para penggemar lewat pesona gahar. Lengkingan oktaf suara tinggi serta atribut serba hitam tentu jadi ciri khas sang bintang di mata dunia. Namun selain tampilan dan skill, para elit rock star juga tak jarang dikenal lewat serentetan aksi gila di atas panggung.

Ada segelintir punggawa-punggawa rock yang tak segan-segan mempertontonkan aksi ‘ritual’ mereka secara eksplisit. Namun bukannya menjadi teror berbahaya, hal tersebut malah jadi suguhan menarik bagi para pengunjung yang berdatangan di konser-konser mereka.

Berbicara tentang aksi panggung, tak sah jika tak memasukkan nama Alice Cooper ke dalam daftar penampil paling sinting di lanskap rock. Penyanyi rock legendaris itu memiliki nama asli Vincent Damon Furnier. Ia dilahirkan di tepian Detroit, AS pada 4 Februari 1948 silam. Furnier adalah putra kandung dari pasangan Ether Moroni Furnier dan Ella Mae. Sang ayah adalah seorang pendeta kristiani yang taat.

Alice Cooper memulai karier di belantika dalam usia yang tergolong masih hijau. Di usia 17 tahun Cooper membentuk band rock pertamanya bernama Earwings. Tak lama kemudian, Earwings berganti nama menjadi The Spiders, hingga berubah nama kembali menjadi The Nazz, sebelum akhirnya menggunakan nama Alice Cooper. Uniknya nama band yang dipilihnya itu didapati ketika bermain papan Ouija, yang dikenal juga dengan nama ‘papan arwah’. Tak disangka-sangka nama Alice Cooper pun melekat jadi identitasnya hingga saat ini.

Transformasi nama band ini menjadi salah satu faktor penting untuk merengkuh kesuksesan di industri musik. Ditambah dengan dukungan konsep aksi panggung liar dari Alice Cooper yang menyeramkan, segala aksi Cooper tersebut banyak menuai kontroversi serta kentara terpengaruh oleh film horor klasik favoritnya berjudul What Ever Happened to Baby Jane? (1962).

Cooper adalah sosok musisi cadas yang tak biasa. Dirinya acap kali tampil dengan pertunjukan konser yang terkesan menakutkan. Berbagai atribut maupun properti panggung seram seperti alat pemenggal kepala, kursi listrik, darah palsu, ular mematikan, boneka bayi hingga pedang pun tak luput ia bawa ke atas gelanggang ketika pentas. Ritual menegangkan di atas panggung kerap ditampilkan sebagai bagian dari pertunjukan untuk menghibur para penonton. Dipadu padankan dengan tata rias yang seram, tentu akan membuat ngeri siapa pun yang tak terbiasa menyaksikannya dengan mata telanjang.

Ia bahkan tak segan untuk menyembelih hidup-hidup hewan serta menenggak ceceran darah sebagai bagian wajib dari ritualnya di atas panggung. Seperti halnya saat ia menggelar konser di Toronto pada tahun 1969. Pada salah satu momen yang tak terlupakan, salah satu penggemar melempari seekor ayam hidup ke arah panggung. Sontak seisi venue pun histeris menyaksikan kejadian langka itu.

Cooper lalu menggapainya dengan menangkap ayam tersebut, lalu melemparinya ke udara. Saat ayam itu kembali lagi ke tangan para pengunjung, hewan malang itu mati dalam keadaan tercabik-cabik. Namun beberapa orang meyakini kalau Cooper sendirilah yang telah membunuh ayam itu dan menenggak darahnya.

Di aksi teatrikel lainnya, Cooper juga tak sungkan untuk mempertontonkan serentetan adegan menantang maut dengan duduk di kursi listrik, bermain-main dengan binatang buas, membunuh boneka anak kecil, sampai usahanya mencoba untuk memenggal kepalanya sendiri menggunakan seperangkat alat guillotine.

Menyaksikan Alice Cooper selayaknya menonton sebuah pertunjukan sirkus. Ia datang berkelana untuk menghibur penonton dengan berbagai atraksi musik berbahaya. Cooper mampu membuat bulu kuduk penonton bergidik ngeri di tiap penampilannya. Ia tak hanya seorang seniman belaka, tapi lebih dari, itu ia adalah sosok entertainer sejati. Cooper rela melakukan segala aksi maut sekalipun membahayakan dirinya, demi memuaskan hasrat dan membuat kagum para penonton yang menyaksikannya.

Tak ayal ia pun menciptakan term baru yakni ‘shock rock’, sebuah istilah umum untuk para musisi yang memfusikan musik rock agresif dengan aksi-aksi teatrikal yang tak biasa dengan unsur horor dalam sebuah pertunjukan musik. Band-band populer semacam Kiss, Marilyn Manson sampai GWAR turut terpengaruh oleh sisi pesona liar nan gelap seorang Alice Cooper. Predikat ‘Godfather of Shock Rock’ pun pernah disematkan kepada dirinya

Selama rentang masa lima dekade berkarier di jagat musik, Alice Cooper terbilang produktif sebagai musisi veteran. Ia sendiri setidaknya telah menelurkan sebanyak 27 album studio serta sukses meraup keuntungan lebih dari 50 juta kopi dari hasil penjualan album-albumnya. Terakhir Cooper merilis opus Paranormal (2017).

Hingga saat ini Cooper masih dianggap sebagai salah satu figur penting di kancah heavy metal. Deretan lagu hits klasiknya seperti “Poison”, “I’m Eighteen”, "No More Mr Nice Guy, "Billion Dollars Babies", "You and Me", "School's Out", "Only My Heart Talking" hingga “Trash” masih jadi tembang-tembang wajib para metalhead di segala penjuru dunia.

Di tahun 2015, Cooper juga mendirikan sebuah aliansi supergrup bernama Hollywood Vampires. Dihuni oleh deretan bintang kelas kakap seperti Johnny Depp dan Joe Perry (Aerosmith). Mereka telah menetaskan album yang berisi lagu-lagu rock daur ulang, yang juga turut menampilkan banyak musisi tamu. Sebut saja Paul McCartney, Brian Johnson (AC/DC), Slash dan Duff McKagan (Guns N’ Roses) serta masih banyak lagi.

Namun di luar kiprah musiknya, pria 69 tahun penggemar film kartun karya Matt Groening, The Simpsons, ini juga memiliki hobi bermain golf untuk mengisi waktu luangnya. Hobi ini dilakukannya lantaran sebagai bagian dari terapi untuk melepaskan kecanduannya akan alkohol.  

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Alice Cooper #The Godfather of Shock Rock #Shock Rock #Hollywood Vampires #Musisi Rock Legendaris

Article Category : Super Icon

Article Date : 06/10/2017

Supermusic
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

2 Comments

Comment
asep syaripudin

asep syaripudin

08/09/2025 at 07:25 AM

Super Icon
nani maryani

nani maryani

08/09/2025 at 07:40 AM

The Simpsons, ini juga memiliki hobi bermain golf untuk mengisi waktu luangnya
Other Related Article
image article
Super Icon

Childish Gambino: Ikon Multitalenta Generasi Milenial

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Icon

Greg Graffin: The Punk Professor

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Icon

Childish Gambino: Ikon Multitalenta Generasi Milenial

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Icon

Kendrick Lamar sebagai King of Today Hip-Hop

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive