Di pembuka dekade 90-an, unit heavy metal veteran asal Jepang, Japan X sempat mengejutkan publik Asia. Pasalnya, band nyentrik itu dikontrak oleh label rekaman tersohor Atlantic Records. Meski tak meraih kesuksesan masif di pasar Amerika, X Japan tetap dianggap sebagai garda terdepan heavy metal Asia dan disebut-sebut sebagai pionir Visual kei.
[bacajuga]
Di tahun 1997, band yang diarsiteki Yoshiki itu memutuskan untuk bubar. Selama masa vakum, berbagai kisah pelik sempat menyelimuti para personel X Japan. Seperti halnya yang dialami sang vokalis, Toshi. Dirinya mengaku pernah di-brainwashed oleh sekumpulan sekte. Lalu tak lama setelah mereka bubar, gitaris Hide ditemukan tewas tragis akibat bunuh diri.
Sekelumit cerita-cerita tersebut dirangkun epik ke dalam sebuah film dokumenter musikal bertajuk We Are X. Film ini telah dirilis pada 3 Maret 2017 via label Sony Music Legacy Recordings. Di dalam rockumentary itu muncul pula deretan cameo tersohor seperti Gene Simmons, Marilyn Manson, Wes Borland hingga Richard Fortus saling bergantian menuturkan pengalaman cerita mengenai X Japan.

X Japan dibentuk pada tahun 1982. Mereka adalah salah satu band rock tersukses di Asia yang berhasil menorehkan reputasi internasonal. Kini, X Japan diperkuat oleh kuintet Yoshiki (drum), Toshi (vokal), Pata (gitar), Heath (bass) dan Sugizo (gitar). Sejauh ini, X Japan telah merilis sebanyak lima album penuh, di antaranya Vanishing Vision (1988), Blue Blood (1989), Jealousy (1991), Art of Life (1993) dan Dahlia (1996).
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 30/10/2017
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :