Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

The Wombats Coba Menikmati Hidup Sepenuh Hati

Masih dalam momen menjaga keriaan akan hadirnya album baru di tahun 2022 nanti, The Wombats pun kembali dengan single keempatnya di penghujung tahun 2021 ini. Dirilis pertama kali secara eksklusif melalui BBC Radio 1 pada pertengahan November lalu, The Wombats memperkenalkan sebuah lagu bertema gelap dengan komposisi musik futuristis di lagu Everything I Love Is Going To Die. Konsep musik yang dibawakan oleh The Wombats kali ini masih dicoba untuk selaras dengan ketiga single mereka sebelumnya, yaitu If You Ever Leave, I’m Coming With YouMethod To The Madness, dan Ready For The High yang menjadi kanvas baru bagi band asal Liverpool ini untuk melakukan eksplorasi

Sesuai dengan judulnya, The Wombats mencoba untuk menceritakan tentang fakta kehidupan yang tidak akan bisa abadi melalui lagu Everything I Love Is Going To Die. Meskipun begitu, Matthew Murphy selaku vokalis menambahkan bahwa dengan memahami bahwa kehidupan yang sementara, dirinya pun jadi lebih terbuka untuk menjalani hidup dengan penuh rasa bersyukur dan berhasil membuat segala yang ada di lingkungannya terasa lebih indah. Hal tersebut dibuktikan dari lirik yang ditulis oleh vokalis The Wombats tersebut. Dalam lirik yang ditulisnya, Matthew Murphy ingin menjelaskan bahwa kehidupan harus dijalani sepenuh hati agar bisa terasa menyenangkan dan harus bersiap dengan segala konsekuensi dan tanggung jawab yang akan dihadapi nantinya.

Vokalis dari The Wombats tersebut juga membantah bahwa lagu Everything I Love Is Going To Die ini mempromosikan filososfi nihilisme. Menurutnya, ada garis tipis yang membedakan antara menerima hidup sebagaimana mestinya dengan menjalani hidup sepenuh hati. Lagu baru dari The Wombats ini memilih untuk menginformasikan pesan yang kedua tersebut. Pesan tersebut bisa lebih jelas diterima oleh para penggemar The Wombats. Pasalnya, band rock asal Liverpool ini juga merilis single barunya dalam format video lyric. Video lyric merupakan salah satu medium promosi karya yang populer sejak beberapa tahun ke belakang. Selain bisa membantu para penggemar untuk menyanyikan lagu sesuai liriknya, format visual ini juga memberikan gambaran jelas tentang pesan apa yang coba dikabarkan oleh sang musisi. 

Terkait eksplorasi musik yang dilakukan oleh The Wombats dalam merangkum karya untuk album barunya, hal tersebut juga terasa melalui single ketiga mereka, Ready For The HighSingle baru yang diperkenalkan oleh The Wombats ini juga merupakan sebuah suguhan spesial yang dipersiapkan oleh band rock asal Liverpool tersebut. Matthew Murphy selaku vokalis dan pentolan di dalam tubuh The Wombats menjelaskan bahwa Ready For The High merupakan sebuah lagu yang terinspirasi dari masa kejayaan skena musik di tahun 1990-an. Dalam hal tersebut, The Wombats memutuskan untuk melakukan eksperimen musik dengan menggunakan banyak elemen trompet agar memberikan kesan megah di dalam lagunya. Selain itu, Ready For The High juga dianggap sebagai sebuah lagu perjuangan bagi seseorang dalam menemukan kehidupan yang bahagia di masa depan.

Perjalanan The Wombats dalam memperkenalkan album Fix Yourself, Not the World dimulai pada awal Juni lalu melalui single berjudul Method To The Madness. Dalam lagu Method To The Madness, The Wombats sedikit melakukan eksplorasi musik yang terbilang unik. Memiliki basis sebagai kelompok musik indie rock, untuk lagu terbarunya The Wombats mencoba untuk memasukkan unsur R&B yang menghadirkan kesan dinamis ke dalam komposisi lagu Method To The MadnessSingle yang rilis pada bulan Mei lalu ini merupakan karya pertama yang kembali dirilis oleh The Wombats setelah band asal Liverpool ini berhasil menelurkan album keempat mereka di tahun 2018. Kurang lebih sudah 4 tahun lalu The Wombats terakhir menelurkan karya orisinil terbarunya. Matthew Murphy selaku frontman dari The Wombats menjelaskan bahwa inti dari lagu Method To The Madness adalah sebuah proses pemahaman tentang kacaunya dunia dan pembelajaran untuk dapat menerima kehidupan sebagaimana mestinya. 

Matthew Murphy menjelaskan bahwa lirik yang ditulisnya untuk Method To The Madness banyak diambil dari pengalaman pribadinya. Salah satu pengalaman yang cukup kontras menjadi pondasi penulisan lirik lagu baru The Wombats ini adalah cerita tentang liburan bulan madu ke kota-kota besar di benua Eropa. Pengalaman tersebut merupakan salah satu pengalaman yang cukup membekas diakui oleh frontman The Wombats. Pasalnya, Matthew Murphy mengetahui bahwa dirinya adalah seorang turis dan dikelilingi dengan turis lainnya yang sama-sama tidak mengetahui cara main atau pola hidup keseharian yang ada di negara yang dikunjunginya. Namun di waktu yang sama, frontman dari The Wombats tersebut juga tidak merasa asing dengan lingkungan barunya, karena dirinya masih menemukan aspek kehidupan manusia yang dirinya selalu temui semasa hidupnya. Salah satu anggota The Wombats tersebut menjelaskan bahwa lagu berjudul Method To The Madness ini bersifat introspektif dan masih memiliki relevansi bagi beberapa orang di luar sana. 

Image courtesy of Tom Oxley

ARTICLE TERKINI

Tags:

#the wombats #Indie Rock #matthew murphy #Single #everything i love is going to die #Rock

Article Category : Super Buzz

Article Date : 11/12/2021

Supermusic
Admin Music
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

6 Comments

Comment
Agung Sutrisno

Agung Sutrisno

14/02/2025 at 20:12 PM

Method To The Madness adalah sebuah proses pemahaman tentang kacaunya dunia
Brawijaya Hutabarat

Brawijaya Hutabarat

19/04/2025 at 22:19 PM

Cool
AyuRL Ningtyas

AyuRL Ningtyas

25/04/2025 at 20:17 PM

pujanadi

pujanadi

26/05/2025 at 09:17 AM

Method To The Madness
asep syaripudin

asep syaripudin

30/09/2025 at 07:26 AM

Method To The Madness
Asrofi A. Munandar

Asrofi A. Munandar

03/02/2026 at 23:51 PM

Ok
Other Related Article
image article
Super Buzz

The Dare Lepas Single Terbaru yang Berjudul Strangestreetfellows

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Tampil di Jepang, Isyana Sarasvati Akan Kolaborasi Bareng Mantan Gitaris Megadeth

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Milledenials Luncurkan Musik Video untuk Single Precious Me dan Feel Any Pain

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Break Out Day Fest Cirebon Berlangsung Super Seru!

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive