The Strokes mengejutkan penggemarnya dengan membawakan lagu mereka dari tahun 2013 yang berjudul Welcome To Japan. Hal ini mengejutkan karena lagu ini dibawakan pertama kalinya selama enam tahun. Penampilan mereka yang mengejutkan ini berlangsung di akhir bulan Juli yang lalu saat tampil di Sydney, Australia.
Sejak 2016, The Strokes sudah tidak pernah memasukkan lagu Welcome To Japan ke dalam setlist mereka. Selain lagu yang diambil dari album Comedown Machine yang dirilis pada tahuun 2013 tersebut, The Strokes juga membawakan lagu mereka lainnya seperti Threat Of Joy dan Under Cover Of Darkness.
Secara keseluruhan, The Strokes membawakan 23 lagu di penampilan tersebut sehingga menjadikan penampilan ini pertunjukkan mereka yang terlama sepanjang tahun.
The Strokes adalah band rock Amerika, tepatnya dari New York City. Band yang terbentuk di tahun 1998 ini terdiri dari vokalis Julian Casablancas, gitaris Nick Valensi dan Albert Hammond Jr., bassis Nikolai Fraiture, dan drummer Fabrizio Moretti. Mereka adalah salah satu grup terkemuka dari kebangkitan rock indie awal 2000-an.
Vokalis-penulis lagu Julian Casablancas, gitaris Nick Valensi, dan drummer Fabrizio Moretti mulai bermain bersama sebagai remaja saat bersekolah di Dwight School di Manhattan, dan membentuk band informal pada tahun 1997. Mereka kemudian mengajak teman masa kecil Julian Casablancas, bassis Nikolai Fraiture, untuk bergabung dalam band. Di akhir tahun 1998, grup ini mengundang gitaris Albert Hammond, Jr. untuk bermain dengan mereka.
Dalam dua tahun berikutnya, band ini berlatih dan tampil tanpa lelah di New York City. Banyak dari rekan sezaman mereka telah memuji kesuksesan awal band ini karena dedikasi serta kepribadian mereka yang menarik. Mereka berlatih hampir setiap malam di Gedung Musik Midtown Manhattan. Mereka memainkan pertunjukan pertama mereka sebagai The Strokes pada 14 September 1999, di The Spiral.
Perilisan EP mereka The Modern Age pada awal 2001, menuai perang penawaran di antara label-label besar. Hingga akhirnya, The Strokes menandatangani kontrak dengan RCA Records. Langkah mereka berlanjut di musim panas tahun tersebut, dimana mereka merilis album Is This It, dan menuai pujian kritis dan penjualan yang kuat. Sejak itu, album dari The Strokes banyak muncul di banyak daftar album terbaik. Seperti Room on Fire (2003) dan First Impressions of Earth (2005), keduanya terjual dengan baik tetapi gagal menandingi Is This It dalam kesuksesan kritis.
Setelah jeda lima tahun, mereka merilis Angles (2011) dan Comedown Machine (2013) untuk penerimaan kritis yang tidak semeriah sebelumnya dengan penjualan yang menurun. Setelah berakhirnya kontrak awal mereka dengan RCA, mereka merilis Future Present Past EP (2016) melalui label Casablancas Cult. Band ini relatif tidak aktif sepanjang dekade, yang berdampak pada sedikitnya penampilan live dari mereka sehingga mengarahkan sebagian besar perhatian media untuk proyek individu tiap anggotanya.
Pada tahun 2020, mereka merilis album studio pertama mereka dalam tujuh tahun, The New Abnormal, diproduksi oleh Rick Rubin dan dirilis melalui Cult dan RCA. Kritikus menganggap album ini kembali ke bentuk semula. Album ini kemudian memenangkan Album Rock Terbaik di Penghargaan Grammy Tahunan ke-63. Pada tahun 2020, band ini telah menjual 5 juta album di seluruh dunia.
Genre musik The Strokes seringkali disebut sebagai rock indie, garage rock revival, dan post punk revival oleh media. Dalam interview nya dengan Rolling Stone, Julian Casablancas menyebutkan Lou Reed dari The Velvet Underground memiliki pengaruh besar pada lirik dan gaya bernyanyinya di The Strokes. Baginya, cara Lou Reed menulis dan bernyanyi tentang narkoba dan seks, tentang orang-orang di sekitarnya itu sangat nyata. Menurutnya pula Lou Reed bisa menjadi romantis sebagai salah cara ia menggambarkan situasi yang gila. Karya Lou Reed adalah sebuah puisi dan jurnalisme. Selain Lou Reed, Julian Casablancas juga menyebutkan Bob Marley, Nirvana dan Pearl Jam adalah pengaruh besar pada karya musiknya.
Album debut The Strokes Is This It dinobatkan sebagai album nomor satu oleh NME dan nomor dua oleh Rolling Stone. Album Is This It membuat The Strokes sangat dihormati di berbagai artis di kancah musik alternatif. Album ini memenangkan Best International Album pada tahun 2002, dinominasikan oleh NME, dan ASCAP College Vanguard Award.
The Strokes juga menjadi Band of the Year pada tahun 2002 oleh Spin dan menjadi inspirasi musisi lainnya seperti The Killers, Arctic Monkeys, dan Franz Ferdinand.
Source: The Au Review
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 16/08/2022
7 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
SARI ASTUTI
05/03/2025 at 17:28 PM
Agus Sungkawa
07/03/2025 at 16:56 PM
Shella Monica
02/05/2025 at 23:44 PM
pujanadi
23/05/2025 at 10:37 AM
Muhamad Saifudin
10/07/2025 at 19:23 PM
zakief Nazmudin
24/09/2025 at 16:23 PM
Yogi Putra Pratama
02/11/2025 at 20:05 PM