Studio rekaman musik merupakan tempat dimana cikal bakal para musisi akan menelurkan karyanya sebelum lepas ke pasaran. Para kelompok band maupun artis ini dituntut mencari berbagai ide untuk dituangkan ke dalam prosesi pembuatan materi albumnya. Nah gimana kalau studio rekaman yang ditempati mereka justru terkesan mencekam? Trauma atau malah mereka akan mendapatkan inspirasi?
Intip studio rekaman paling seram versi SupermusicID yang pernah diisi oleh band kaliber kelas dunia! Brace yourself, halloween is here!
Le Pig X Nine Inch Nails
Mungkin bagi sebagian kalangan penggemar musik rock agresif, mahakarya berjudul The Downward Spiral milik unit industrial rock Nine Inch Nails sudah layak dianggap sebagai pusaka audio modern. Album ini dirilis secara serentak pada awal tahun 1994 silam. Melalui karyanya ini, figur Trent Reznor sukses mengukuhkan dirinya berdiri tegak di jajaran elitis rocker berintelektual pada periode itu. Tapi tahu tidak? Disela-sela prosesi pembuatan LP penting milik NIN ini, Reznor Cs sengaja menyewa sebuah rumah bekas pembantaian yang disulap menjadi tempat studio rekaman. Bukan sembarang hunian, rumah mewah tersebut sempat bikin geger dunia oleh kasus pembunuhan gila yang melibatkan selebritis tenar Sharon Tate. Istri dari sutradara kenamaan Roman Polanski ini dibunuh kejam oleh orang ‘sinting’ suruhan pemimpin sekte Charles Manson yang begitu terobesi dengan skenario Helter Skelter-nya. Reznor banyak mereferensikan tragedi pembantaian tersebut di dalam unsur The Downward Spiral. Dua track-nya “Piggy” dan “ The March of the Pigs” adalah tembang yang terinspirasi dari sosok biadab Charles Manson. Tak lupa ia juga menamai studio rekamannya Le Pig sebagai tanda tribut kepada Manson.
The Mansion X RHCP X Slipknot
Di tangan seorang produser handal sekelas Rick Rubin, tak ada yang tak bisa ia poles dengan sempurna. Mulai dari nama-nama beken Red Hot Chili Peppers, Slipknot hingga The Mars Volta pernah mencicipi sentuhan daya magis-nya dalam meracik sebuah album. Tapi ada satu syarat untuk bekerja sama dengan sosok Rubin, yep setidaknya kamu harus bermalam di Mansion terkenal menyeramkan miliknya! Berlokasi di Laurel Canyon area pemukiman Los Angeles. Rumah besar ini telah dibangun sejak tahun 1918. Ada rumor mengatakan legenda sulap dunia Harry Houdini pernah tinggal di sana. Banyak berhembus cerita horor tak sedap ketika proses rekaman sedang berlangsung yang dialami klien Rubin. Flea mengaku melihat sosok wanita berbaju gelap berjalan di belakangnya dan sadar jika itu adalah hantu, Sedangkan John Frusciante menyatakan pernah berkomunikasi secara verbal dengan mahluk gaib tersebut dan menganggap ‘mereka’ adalah teman yang baik. Lain halnya dengan pengalaman yang dirasakan Joey Jordison eks drummer kelompok Slipknot. Saat melakukan rekaman studio megah milik Rubin, ia merasakan ada sosok yang berjalan menghampirinya saat berada di ruang bawah tanah. Hal ini membuat Joey ketakutan setengah mati menghadapi mahluk astral yang mengganggunya tersebut.
Clearwell Castle X Black Sabbath
Sebuah band rock berkualitas pastinya bakal selalu menggali seluruh potensi inspirasi yang ada. Hal ini demikian dilakukan oleh kelompok Black Sabbath untuk menjajal pembuatan materi album terbarunya. Setelah sebulan lamanya bermukim di Los Angeles tak kunjung menemukan ide, Osbourne bersama koleganya pun kembali pulang ke tanah Inggris tempat asal kelahirannya. Lantas ia menyewa hunian kastil tua Clearwell Castle untuk menggarap proyek album selanjutnya. Mereka sengaja memakai tempat yang terkesan beraura mistis klasik, untuk menstimulasi kreatifitas agar maksimal dalam membentuk persona Black Sabbath yang cenderung gelap. Tapi kejadian aneh mulai menimpa Osbourne Cs saat prosesi rekaman berlangsung. Saat latihan di area penjara bawah tanah kastil,Tony Iommi gitaris Sabbath sering melihat sosok abstrak berjubah yang mondar-mandir didekatnya. Lucunya Iommi mengaku mendapat ilham selepas merasakan keberadaan mahluk halus tersebut. Maka tak lama tercipta riff powerful nan cadas dari track “Sabbath Bloody Sabbath” yang begitu melegenda hingga sekarang. Black Sabbath harusnya berterima kasih kepada mahluk berjubah tersebut ya!
Chepstow Castle X Sepultura
Gerombolan rock cadas asal Brazil Sepultura pun tak mau ketinggalan lewat berbagi pengalaman mistis-nya saat di studio rekaman. Dalam sesi pengerjaan album Chaos A.D, meskipun hampir seluruh materi diselesaikan di studio Rockfield, tempat rekaman legendaris di daerah Monmouthshire, Wales. Terdapat satu track instrumental milik Sepultura berjudul “Kaiowas” yang secara khusus direkam di kastil Chepstow. Lokasinya kurang-lebih berdekatan dengan studio Rockfield. Misteri di kastil tua ini sebenarnya terletak pada sejarah lama era zaman perang kerajaan Britania tahun 1067-1068. Maka tak heran, kastil Chepstow dianggap sebagai bangunan berhantu. Saksi mata percaya arwah Henry Marten masih gentayangan di sekeliling kastil. Marten merupakan tahanan Raja Charles II sekaligus anggota parlemen kerajaan yang bertanggung jawab saat mengeksekusi mati Raja Charles I. Yep, nuansa metal gahar berpadu era romawi. Ini baru namanya kombo maut!
Nellcote X The Rolling Stones
Band rock veteran The Rolling Stones berada di puncak karir tertingginya di era awal 70’an. Sebagai band papan atas yang meraih cukup banyak sumber pendapatan secara komersil, Oleh pemerintah Inggris mereka dikenai pajak yang tinggi karena dianggap berpenghasilan tinggi. Hal ini mau tidak mau memaksa Keith Richards dan Mick Jagger untuk mencari persinggahan baru. Nellcote, sebuah bangunan villa megah kawasan Perancis disewa kontan oleh Richards. Hunian baru ini menjadi destinasi selanjutnya bagi The Stones sembari fokus mengerjakan proyek album Exile on Main St yang dirilis pada pertengahan tahun 1972 silam. Uniknya, Nellcote merupakan tempat pasukan Gestapo bersemayam saat bertugas melayani Nazi di negeri menara Eiffel pada saat itu. Basement rahasia di bawah tanah lokasi dimana The Rolling Stones merekam album, diyakini menjadi tempat interogasi kejam yang dilakukan tentara Gestapo kepada tawanan perang.
St. Catherine Court X Radiohead
Tak ada yang meragukan kemampuan Radiohead secara olah musikalitas. Thom Yorke dipandu dengan Greenwood bersaudara serta Ed O’Brien dan Phil Selway di belakang kerap menampilkan kreasi memukau di tiap albumnya, buah dari kejeniusan mereka berlima. Salah satu karya terbaik mereka, Ok Computer dianggap sebagai masterpiece band rock generasi era baru saat itu. Keanehan Yorke tak cuma dituangkan lewat karyanya, tapi pemilihan studio rekaman harus diseleksi sesempurna mungkin agar ambiens ikut mengalir. St Catherine Court dipilih Radiohead sebagai prosesi tempat rekaman Ok Computer karena memiliki efek ‘isolasi’ yang memang dibutuhkan unit Radiohead saat itu. Kastil ini pun sudah berdiri sejak abad ke-15 lalu. Tentu menimbulkan banyak polemik cerita seram seputar rekaman album oleh Radiohead. Thom Yorke mengakui kastil yang ditempatinya memang berhantu. Track “Bodysnatchers” di album In Rainbows ia akui didapatinya dari inspirasi selama rekaman periode Ok Computer berlangsung.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 01/11/2016
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :