Salah satu unit pop punk ikonis di ranah mancanegara, Story Of The Year, kembali dengan sikap yang tegas. Band asal Amerika Serikat ini memperkenalkan single terbaru mereka yang cadas, Take The Ride, pada akhir November lalu. Single terbaru ini jadi aksi pembuka bagi Story Of The Year untuk menyambut tahun 2023.
Take The Ride merupakan bagian dari perkenalan untuk album keenam Story Of The Year, Tear Me To Pieces. Album tersebut rencananya akan dirlis oleh band garang ini pada bulan Maret mendatang. Bekerja sama dengan Sharptone Records, Story Of The Year terdengar kembali menghadirkan energi masa muda yang dinamis untuk lagu Take The Ride ini.
Semangat yang tercurahkan dalam lagu Take The Ride dibalut dengan konsep musik baru. Hal tersebut tentu membuat karya dari Story Of The Year ini terasa segar, namun masih memiliki sentuhan manis untuk para penggemar setianya. Sentuhan nostalgia datang dari segi ritmis dan vokal yang terdengar penuh emosi.
Story Of The Year menjelaskan bahwa ada kesan penting dan personal yang tersemat dalam makna lagu Take The Ride ini. Band asal Amerika Serikat tersebut mengungkapkan bahwa lagu terbaru mereka menceritakan tentang resolusi konflik dalam kehidupan. Menurut mereka, ada kalanya setiap masalah yang terjadi tidak perlu dilawan secara langsung.
Story Of The Year menegaskan bahwa permasalahan akan selalu ada. Akan sulit lelah rasanya jika setiap orang harus mengeluarkan energi yang banyak hanya untuk menyelesaikan problematika hidup dalam waktu singkat. Band cadas satu ini menganjurkan bahwa ada kalanya untuk sekedar rehat sejenak dan mencari akar masalah dengan cara menikmati keresahan tersebut.
Ryan Phillips selaku pemain gitar untuk Story Of The Year menambahkan, bahwa Take The Ride mengajak para penggemar setia mereka untuk mencari kebebasan dalam sebuah kondisi yang kacau balau. Menurutnya, setiap orang akan melewati fase hidup yang berbeda-beda. Namun, hal tersebut jadi sebuah petualangan tersendiri yang akan memberi makna dalam kehidupan.
Perjalanan hidup yang menguras emosi jadi salah satu tema besar yang ingin Story Of The Year tuangkan lewat albumnya nanti. Album keenam berjudul Tear Me To Pieces ini kembali membicarakan tentang kesulitan, masalah kesehatan mental, kehilangan, depresi, hingga motivasi untuk bangkit dan menjalani hidup. Sebelum Take The Ride, Story Of The Year juga sudah merilis dua buah single, yaitu Real Life dan Tear Me To Pieces.
Ryan Phillips berbicara bahwa album terbaru dari Story Of The Year ini merupakan sebuah momen penting dalam hidup mereka. Menurut sang pemain gitar, Tear Me To Pieces akan jadi sebuah tanda bagi perjalanan karier dari Story Of The Year untuk bisa kembali menarik hati para penikmat musik cadas di industri mancanegara.
Sang gitaris pun mengakui bahwa setiap anggota Story Of The Year menuangkan seluruh keahlian, kreativitas, hingga perasaan mereka dalam meramu album Tear Me To Pieces ini. Band rock asal Amerika Serikat tersebut berharap bahwa nantinya para penggemar bisa memberi apresiasi yang sesuai dan senang terhadap karya baru mereka untuk awal tahun 2023.
Total akan ada 10 lagu yang sudah dipersiapkan oleh Story Of The Year untuk album keenamnya nanti. Selain itu, di tahun 2023 band rock satu ini pun akan ikut memeriahkan sebuah festival musik bertema nostalgia, When We Were Young Festival.
Festival yang mengajak para penikmat musik untuk bernostalgia tersebut akan terselenggara pada tahun 2023 mendatang. Rencananya, Story Of The Year akan berbagi panggung dengan band ikonis lainnya, seperti My Chemcial Romance, Paramore, Green Day, dan Blink-182. Genre musik emo dan pop punk digadang akan jadi tema utama dari festival musik tersebut.
Image courtesy of Story Of The Year
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 23/12/2022
1 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Muhamad Saifudin
24/03/2025 at 19:34 PM