Untuk pertama kalinya Judas Priest menjadi lineup dalam Rock on the Range, sebuah festival tahunan yang mengangkat band rock arus utama dengan band klasik sebagai headline. Bermain di Amerika Selatan menjadi pengalaman cukup gila bagi Judas Priest.
“I felt like Justin Bieber,” ujar Rob. Fanatisme metalheads Amerika Selatan membuat para personil Judas Priest tak bisa bepergian dan terperangkap di hotel. Tapi toh hal ini tidak dipandang sebagai sesuatu yang negatif oleh Rob. Rob justru merasa kagum dengan antusiasme fans sebesar itu.
Jadwal tur di Amerika Selatan membuat Rob membuka mata akan skena metal di wilayah ini. Menurut pengamatan Rob, Brazil, Argentina, Chili dan Mexico memiliki skena metal yang solid. Berbagai jenis musik metal merambah zona ini dan memiliki penikmat loyal.
Meski menurut Rob skena musik metal di sana cukup solid, kenyataannya popularitas musik metal di Amerika Selatan terhambat dengan adanya pembajakan. Seperti yang dikatakan kritikus musik Keith Kahn-Harris dalam bukunya Extreme Metal (2007), hanya sedikit band metal asal Amerika Selatan yang sukses secara global. Kemiskinan di sana, membuat sulitnya skena berkembang, karena tidak sanggup membayar biaya produksi.
Setidaknya ada Sepultura dan Sarcofago asal Brazil yang mendulang pamor di dunia musik metal secara global. Nampaknya Rob kurang peka dalam memerhatikan skena musik metal Amerika Selatan.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 25/06/2015
1 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Naz rul
29/01/2025 at 07:30 AM